“Jadi waktu itu kita diberikan tips. Selain latihan kemudian milk (susu), jangan lupa juga nutrisinya. Karena kadang-kadang orang latihan lari rajin tapi nutrisinya gak dipenuhi”, ujar Joshua Gunawan selaku Head of RTD Beverage WINGS Food di acara Kickoff ISOPLUS Run 2026, pada Selasa (14/4/2026).
3 Tips Persiapan yang Wajib Diperhatikan sebelum Olahraga Lari

- Persiapan fisik penting dilakukan dengan pemanasan ringan dan penggunaan sepatu yang nyaman agar otot lebih lentur serta mengurangi risiko cedera saat berlari.
- Sebelum lari, tubuh perlu asupan nutrisi ringan seperti karbohidrat dan susu untuk menjaga energi tanpa membuat perut terasa berat atau tidak nyaman.
- Hidrasi menjadi kunci utama menjaga performa, disarankan minum air mineral atau isotonik sebelum, selama, dan setelah berlari agar terhindar dari dehidrasi.
Lari sering kali jadi pilihan olahraga yang paling praktis. Tidak butuh alat khusus, bisa dilakukan kapan saja, dan cocok untuk siapa saja. Namun, di balik kesederhanaannya, lari tetap membutuhkan persiapan yang matang agar tubuh tetap aman dan performa tetap optimal.
Sebelum mulai berlari, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan. Semua aspek tersebut saling berkaitan dan berperan besar dalam menjaga stamina selama berlari.
Nah, agar aktivitas lari kamu terasa lebih ringan dan tetap aman, berikut Popmama.com siapkan 3 tips persiapan sebelum olahraga lari yang perlu diperhatikan.
Table of Content
1. Persiapan fisik

Sebelum mulai berlari, penting untuk memastikan tubuh dalam kondisi siap. Jangan langsung memaksakan diri, terutama jika kamu baru memulai rutinitas olahraga.
Coba awali dengan pemanasan ringan seperti stretching atau jalan santai selama 5–10 menit. Hal ini membantu otot menjadi lebih lentur dan mengurangi risiko cedera. Jika tubuh terasa terlalu lelah atau kurang fit, sebaiknya tunda dulu aktivitas lari agar tidak memperburuk kondisi.
Selain itu, memilih sepatu yang nyaman dan sesuai juga menjadi bagian dari persiapan fisik yang tidak kalah penting. Sepatu yang tepat dapat membantu menopang kaki dengan baik dan membuat langkah terasa lebih stabil saat berlari.
2. Persiapan nutrisi

Lari membutuhkan energi, jadi penting untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan yang cukup sebelum mulai beraktivitas.
Kamu tidak perlu makan dalam porsi besar, cukup konsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat sekitar 30–60 menit sebelum lari, seperti pisang, roti, atau oatmeal. Selain itu, kamu juga bisa melengkapi asupan dengan susu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Hindari juga makanan yang terlalu berat atau berminyak karena bisa membuat perut tidak nyaman. Dengan nutrisi yang tepat, tubuh akan terasa lebih bertenaga dan tidak mudah lelah di tengah aktivitas.
3. Persiapan hidrasi

Selain makanan, cairan tubuh juga berperan penting dalam menjaga performa saat berlari. Tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan cepat lelah, pusing, bahkan dehidrasi.
Race Director ISOPLUS Run 2026, Safrita Aryana, juga menegaskan bahwa hidrasi merupakan hal yang sangat penting saat berlari, karena dehidrasi di tengah aktivitas sering kali terjadi dan bisa berbahaya.
“Hidrasi, saya tegaskan, jangan skip air mineral, jangan skip isotonik. Hope for the best, prepare for the worst”, tambahnya.
Jika berlari dalam durasi yang cukup lama, tidak ada salahnya membawa botol minum agar tetap terhidrasi. Begitu juga setelah selesai berlari, pastikan tubuh kembali mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk membantu proses pemulihan dan menjaga keseimbangan tubuh tetap optimal.
Itu dia 3 tips persiapan sebelum olahraga lari yang perlu kamu lakukan. Dengan persiapan yang tepat, aktivitas lari bisa terasa lebih nyaman, aman, dan tentunya lebih menyenangkan.
FAQ Tentang Olahraga Lari
| 1. Apa saja manfaat dari olahraga lari? | Lari sangat efektif yang meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori untuk penurunan berat badan, serta melepaskan endorfin untuk meredakan stres dan meningkatkan mood. Lari rutin juga memperkuat tulang, meningkatkan stamina, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan daya tahan tubuh. |
| 2. Apa saja teknik dasar lari? | Gerak dasar lari terdiri dari teknik postur tubuh tegak/condong ke depan, ayunan lengan santai, pendaratan kaki (midfoot/forefoot, dan langkah kaki yang efisien. Komponen utama meliputi start, teknik berlari, dan finish. Macamnya meliputi sprint, jarak menengah, jarak jauh, estafet, gawang, dan lari progresif. |
| 3. Apa saja olahraga lari? | Jenis olahraga lari dibagi berdasarkan jarak dan intensitas, mencakup sprint (jarak pendek/cepat), lari jarak menengah (800-1500m), dan lari jarak jauh (5km-maraton 42km). Jenis lainnya meliputi lari estafet (beregu), lari gawang, trail run (lintas alam), serta lari santai (jogging). |


















