Popmama.com/Helga Malya Razita
Selain makanan, cairan tubuh juga berperan penting dalam menjaga performa saat berlari. Tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan cepat lelah, pusing, bahkan dehidrasi.
Race Director ISOPLUS Run 2026, Safrita Aryana, juga menegaskan bahwa hidrasi merupakan hal yang sangat penting saat berlari, karena dehidrasi di tengah aktivitas sering kali terjadi dan bisa berbahaya.
“Hidrasi, saya tegaskan, jangan skip air mineral, jangan skip isotonik. Hope for the best, prepare for the worst”, tambahnya.
Jika berlari dalam durasi yang cukup lama, tidak ada salahnya membawa botol minum agar tetap terhidrasi. Begitu juga setelah selesai berlari, pastikan tubuh kembali mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk membantu proses pemulihan dan menjaga keseimbangan tubuh tetap optimal.
Itu dia 3 tips persiapan sebelum olahraga lari yang perlu kamu lakukan. Dengan persiapan yang tepat, aktivitas lari bisa terasa lebih nyaman, aman, dan tentunya lebih menyenangkan.
1. Apa saja manfaat dari olahraga lari? | Lari sangat efektif yang meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori untuk penurunan berat badan, serta melepaskan endorfin untuk meredakan stres dan meningkatkan mood. Lari rutin juga memperkuat tulang, meningkatkan stamina, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan daya tahan tubuh. |
2. Apa saja teknik dasar lari? | Gerak dasar lari terdiri dari teknik postur tubuh tegak/condong ke depan, ayunan lengan santai, pendaratan kaki (midfoot/forefoot, dan langkah kaki yang efisien. Komponen utama meliputi start, teknik berlari, dan finish. Macamnya meliputi sprint, jarak menengah, jarak jauh, estafet, gawang, dan lari progresif. |
3. Apa saja olahraga lari? | Jenis olahraga lari dibagi berdasarkan jarak dan intensitas, mencakup sprint (jarak pendek/cepat), lari jarak menengah (800-1500m), dan lari jarak jauh (5km-maraton 42km). Jenis lainnya meliputi lari estafet (beregu), lari gawang, trail run (lintas alam), serta lari santai (jogging). |