Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

WHO Tetapkan Kesepian sebagai Ancaman Kesehatan Global, Harus Waspada

Pexels/Inzmam Khan
Pexels/Inzmam Khan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa kesepian merupakan ancaman kesehatan global yang mendesak. Menurut ahli bedah umum AS, dampak kematian akibat kesepian setara dengan kebiasaan merokok 15 batang sehari.

WHO telah membentuk komisi internasional yang dipimpin oleh ahli bedah umum AS, Vivek Murthy, dan utusan pemuda Uni Afrika, Chido Mpemba. Komisi ini terdiri dari 11 aktivis dan menteri pemerintah, termasuk Ralph Regenvanu, menteri adaptasi perubahan iklim di Vanuatu serta Ayuko Kato, menteri yang bertanggung jawab atas tindakan kesepian dan isolasi di Jepang.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan tingkat kesepian yang terjadi setelah pandemi Covid-19 menghentikan aktivitas ekonomi dan sosial.

Nah, kali ini Popmama.com sudah merangkum informasi seputar WHO tetapkan kesepian sebagai ancaman kesehatan global. Peningkatan kesadaran akan pentingnya masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh kesepian turut menjadi faktor yang mendorong pembentukan komisi dari WHO ini.

Yuk, simak beberapa faktanya!

1. Kesepian tidak memandang usia dan batasan lainnya

Pexels/Keenan Constance
Pexels/Keenan Constance

Menurut Mpemba seperti yang dilaporkan oleh The Guardian, kesepian tidak terbatas pada batas negara. Kesepian telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang berdampak pada semua dimensi kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan.

Ia juga menambahkan bahwa isolasi sosial tidak memandang usia atau batasan apa pun.

2. Dampak buruk seseorang mengalami rasa kesepian

Pexels/Bob Price
Pexels/Bob Price

Menurut Murthy, dampak kesehatan akibat kesepian memiliki tingkat risiko yang sebanding dengan merokok hingga 15 batang sehari, bahkan melebihi risiko yang terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Meskipun sering dianggap sebagai permasalahan khusus negara-negara maju, Murthy mengungkapkan bahwa satu dari empat lansia yang mengalami isolasi sosial menghadapi situasi serupa di seluruh penjuru dunia.

3. Presentase pada penyakit rasa kesepian

Pexels/rebcenter moscow
Pexels/rebcenter moscow

Pada orang dewasa yang lebih tua, kesepian terhubung dengan peningkatan risiko demensia sebesar 50 persen dan peningkatan risiko penyakit arteri koroner atau stroke sebesar 30 persen.

Meskipun demikian, dampak buruk dari kesepian ini juga merugikan kehidupan generasi muda. Angka yang mungkin diabaikan menunjukkan bahwa antara 5 persen hingga 15 persen remaja mengalami kesepian.

Di Afrika, 12,7 persen remaja mengalami kesepian, sementara di Eropa angkanya mencapai 5,3 persen.

4. Perasaan kesepian bisa membayangi generasi muda di seluruh dunia

Pexels/cottonbro studio
Pexels/cottonbro studio

Remaja yang mengalami kesepian di lingkungan sekolah memiliki peluang yang lebih besar untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi. Selain itu, kondisi ini dapat menyebabkan dampak ekonomi yang lebih buruk. Apalagi jika punya perasaan terisolasi dan kurangnya dukungan, sehingga dapat memengaruhi kinerja serta kepuasan kerja di dunia pekerjaan.

Mpemba menyatakan bahwa di seluruh Afrika, di mana mayoritas penduduknya terdiri dari generasi muda, tantangan seputar perdamaian, keamanan, krisis iklim, dan tingginya tingkat pengangguran turut berkontribusi terhadap isolasi sosial.

Dengan pernyataan tegas dari para ahli seperti Murthy dan Mpemba, seolah menjadi semakin jelas bahwa kesepian bukan hanya sekadar masalah sosial individual. Perasaan kesepian pada akhirnya dapat menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat secara global

Nah, itulah rangkuman informasi terkait WHO tetapkan kesepian sebagai ancaman kesehatan global. Semoga langkah yang dilakukan oleh WHO bisa memberikan harapan dalam mengurangi dampak buruk kesepian.

Share
Topics
Editorial Team
Irma ediarti mardiyah
EditorIrma ediarti mardiyah
Follow Us

Latest in Life

See More

6 Arti Capung Masuk Rumah, Banyak Pertanda Baik

02 Feb 2026, 22:38 WIBLife