Amalan yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil saat Malam Nisfu Syaban

- Memperbanyak istighfar untuk ketenangan batin selama hamil.
- Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.
- Mengamalkan Surat Al-Insyirah demi kelapangan hati.
Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu momen yang sangat dinantikan oleh umat muslim karena diyakini sebagai malam penuh ampunan dan waktu diangkatnya catatan amal selama setahun.
Bagi ibu hamil, menghidupkan malam ini dengan berbagai amalan ibadah bisa menjadi cara untuk memohon keselamatan janin dan keberkahan bagi keluarga.
Saat malam Nisfu Syaban, pintu-pintu langit dibuka lebar, seolah memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengetuknya dengan untaian doa dan harapan tulus. Meski kondisi fisik sedang hamil dan mungkin lebih cepat merasa lelah, Mama tetap bisa meraih kemuliaan malam Nisfu Syaban melalui amalan-amalan yang menyejukkan hati.
Ibadah di malam Nisfu Syaban bukan hanya soal mengejar pahala, tetapi juga wujud ikhtiar batin agar proses kehamilan hingga persalinan nanti berjalan lancar dalam lindungan-Nya. Dengan batin yang tenang, janin di dalam kandungan pun dipercaya dapat merasakan energi positif dari setiap lantunan zikir yang Mama ucapkan.
Kira-kira apa saja ya amalan yang bisa Mama lakukan? Berikut Popmama.com rangkum beberapa amalan yang dianjurkan bagi ibu hamil saat malam Nisfu Syaban.
Yuk Ma, disimak dan diamalkan!
Deretan Amalan yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil saat Malam Nisfu Syaban
1. Memperbanyak istighfar untuk ketenangan batin

Nisfu Syaban dikenal sebagai malam pengampunan (Lailatul Maghfirah). Bagi ibu hamil, memperbanyak bacaan istighfar memiliki manfaat ganda.
Selain sebagai sarana memohon ampunan atas kekhilafan, zikir ini secara psikologis mampu memberikan ketenangan batin yang luar biasa dan membantu mengurangi kecemasan atau anxiety yang sering kali muncul selama masa kehamilan, terutama menjelang persalinan.
Membaca istighfar membantu Mama menjaga pikiran tetap positif, stabil, dan jernih. Kondisi emosional Mama yang tenang sangat berpengaruh pada perkembangan janin di dalam kandungan. Hal ini karena janin dapat merespons hormon kebahagiaan yang dilepaskan oleh tubuh mama saat sedang merasa damai.
Jadi, jadikan istighfar sebagai sarana relaksasi spiritual malam Nisfu Syaban.
2. Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali

Tradisi membaca Surat Yasin tiga kali secara berjamaah atau sendiri di malam Nisfu Syaban sangat baik untuk diikuti oleh ibu hamil.
Mama bisa meniatkan bacaan Yasin tersebut dengan tujuan khusus demi kebaikan si Kecil dan keselamatan diri sendiri. Membaca Al-Qur'an dengan suara yang lembut juga menjadi bentuk stimulasi pendengaran yang sangat baik bagi janin sejak dalam kandungan.
Biasanya, pembacaan Yasin pertama diniatkan untuk memohon umur panjang dalam ketaatan dan kesehatan selama hamil.
Yasin kedua diniatkan untuk memohon perlindungan (tolak bala) agar Mama dan janin dijauhkan dari segala marabahaya maupun penyakit. Sementara itu, Yasin ketiga diniatkan untuk memohon ketetapan iman dan kecukupan rezeki agar kelak si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang beruntung serta selalu merasa cukup dengan nikmat Allah.
3. Mengamalkan Surat Al-Insyirah demi kelapangan hati

Banyak ulama menyarankan ibu hamil untuk rutin membaca Surat Al-Insyirah (Alam Nasyrah).
Mengamalkannya di malam yang mustajab ini bertujuan agar hati selalu dilapangkan dari rasa sesak, gelisah, atau beban pikiran yang berat. Mengingat perubahan hormon saat hamil sering kali membuat suasana hati naik-turun, surat ini menjadi pelipur lara yang sangat ampuh untuk mengembalikan semangat.
Selain itu, doa melalui surat ini juga menjadi simbol harapan agar Mama diberikan kelapangan dan kemudahan saat menghadapi proses pembukaan persalinan nanti.
Sebagaimana makna suratnya yang menjanjikan kemudahan di balik setiap kesulitan, Mama bisa memohon agar setiap kontrakan dan perjuangan saat melahirkan nanti berakhir dengan kebahagiaan serta kemudahan yang nyata.
4. Memperbanyak selawat sebagai hadiah untuk janin

Selawat adalah amalan yang sangat ringan namun memiliki keutamaan yang luar biasa besar.
Mama bisa membacanya kapan saja, sambil mengusap perut dengan lembut dalam posisi duduk maupun berbaring santai. Selawat merupakan bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW, dan melalui amalan ini, Mama sedang mengalirkan energi cinta tersebut kepada buah hati yang sedang berkembang di dalam rahim.
Berselawat di malam Nisfu Syaban diharapkan bisa mengalirkan keberkahan dan syafaat kepada janin, agar ia tumbuh menjadi anak yang memiliki akhlak mulia dan mencintai nabinya.
Selain itu, lantunan selawat yang berulang-ulang dapat menjadi musik spiritual yang menenangkan detak jantung janin, sehingga si Kecil merasa aman dan nyaman di dalam kandungan.
5. Menghidupkan malam dengan doa di sepertiga malam

Salah satu keutamaan Nisfu Syaban adalah setiap doa yang dipanjatkan di waktu-waktu tertentu tidak akan tertolak oleh Allah SWT.
Jika kondisi fisik memungkinkan dan tidak merasa terlalu lelah, sempatkanlah bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan salat Tahajud. Suasana malam yang sunyi akan membuat komunikasi diri sendiri dengan Sang Pencipta terasa lebih intim dan mendalam.
Namun, jika Mama merasa lelah atau mengantuk, Mama cukup duduk tenang menghadap kiblat dan melakukan "dialog" jujur dengan Allah mengenai segala kekhawatiran dan harapan.
Ceritakanlah keinginan untuk melihat si Kecil lahir dengan sehat, sempurna, dan menjadi penyejuk mata bagi keluarga. Ini adalah momen terbaik untuk "curhat" kepada Tuhan dan mengetuk pintu langit demi masa depan anak.
6. Bersedekah sebagai ikhtiar tolak bala

Sedekah dipercaya secara kuat sebagai amalan yang dapat menolak musibah, memperpanjang usia, dan memperlancar segala urusan yang sulit.
Mama bisa mengamalkan sedekah di malam Nisfu Syaban sebagai bentuk syukur yang nyata atas amanah luar biasa berupa janin yang dititipkan di rahim. Sedekah tidak selalu harus dalam jumlah besar, karena yang utama adalah keikhlasannya.
Di zaman sekarang, Mama bisa melakukan sedekah dengan sangat mudah melalui aplikasi donasi online atau sekadar berbagi makanan ringan kepada tetangga atau orang yang membutuhkan di sekitar rumah. Niatkan sedekah ini sebagai "perisai" bagi kehamilan. Tujuannya agar setiap langkah menuju hari persalinan selalu dijaga dan diberkati oleh Allah SWT.
Nah, itu dia beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan ibu hamil saat malam Nisfu Syaban. Ingat ya Ma, jangan memaksakan diri secara fisik jika merasa lemas.
Allah Maha Mengetahui kondisi yang sebenarnya, jadi lakukanlah amalan-amalan tersebut sesuai kemampuan agar Mama dan janin tetap sehat serta bahagia.
Semoga bermanfaat bagi Mama dan si Kecil, ya.
FAQ Ibadah Ibu Hamil di Malam Nisfu Syaban
| Apakah ibu hamil harus tetap terjaga semalam suntuk untuk beribadah? | Tidak harus, Ma. Islam sangat memprioritaskan kesehatan ibu dan janin. Mama bisa melakukan amalan di awal malam setelah Maghrib atau sebelum tidur. Tidur yang cukup bagi ibu hamil juga merupakan bentuk ibadah karena Mama sedang menjaga kesehatan amanah Allah (janin). |
| Bolehkah amalan-amalan ini dilakukan sambil berbaring? | Tentu saja boleh. Zikir, selawat, dan istighfar bisa dilakukan dalam posisi apa pun yang membuat Mama nyaman, termasuk sambil berbaring miring kiri. Allah melihat niat dan ketulusan hati Mama, bukan hanya posisi fisiknya. |
| Amalan apa yang paling utama bagi ibu hamil yang merasa lemas? | Jika Mama merasa sangat lelah, amalan yang paling utama adalah memperbanyak zikir dalam hati dan berdoa secara singkat namun tulus. Hindari memaksakan berdiri lama jika punggung atau kaki sedang terasa nyeri, karena keselamatan Mama dan bayi adalah yang utama. |

















