Pijat ringan telapak kaki
Ibu bisa memijat telapak kaki secara perlahan dengan gerakan memutar. Lakukan dengan tekanan yang lembut, terutama di bagian tumit dan lengkungan kaki. Pijatan ringan ini membantu melancarkan aliran darah, mengurangi ketegangan pada ligamen, serta membuat otot kaki lebih rileks sebelum digunakan untuk berdiri dan berjalan.Gunakan bola tenis
Cara lain yang cukup efektif adalah menggunakan bola tenis. Letakkan bola tenis di lantai, lalu injak perlahan dengan telapak kaki sambil digerakkan maju-mundur atau memutar. Gerakan ini membantu meregangkan otot dan jaringan di telapak kaki sehingga rasa nyeri berkurang. Lakukan beberapa menit pada masing-masing kaki, terutama sebelum banyak beraktivitas.Batasi konsumsi garam berlebihan
Mengurangi asupan garam juga penting untuk mencegah penumpukan cairan yang bisa memperparah pembengkakan pada kaki. Konsumsi garam yang berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga kaki terasa lebih berat dan nyeri. Usahakan pola makan seimbang dan cukup minum air putih agar sirkulasi tetap lancar.
Kenapa Telapak Kaki Ibu Hamil Nyeri saat Bangun Tidur? Ini Penyebabnya

Pengaruh hormon yang membuat flat foot
Pertambahan berat badan selama kehamilan
Penumpukan cairan dalam tubuh dan pembengkakan atau edema
Bangun tidur seharusnya terasa segar tetapi bagi sebagian ibu hamil, pagi hari justru diawali dengan rasa nyeri di telapak kaki. Saat kaki pertama kali menyentuh lantai, muncul sensasi sakit yang menusuk, bahkan ada yang menggambarkannya seperti menginjak batu kecil yang tajam.
Rasa tidak nyaman ini bisa membuat langkah terasa berat dan mengganggu aktivitas sejak awal hari. Meski terlihat sepele, keluhan ini cukup sering dialami selama kehamilan dan ada penjelasan medis di baliknya.
Di bawah ini Popmama.com telah siapkan penjelasan penyebab kenapa telapak kaki ibu hamil nyeri saat bangun tidur menurut dokter.
Table of Content
1. Pengaruh hormon yang membuat flat foot

Salah satu penyebab utama telapak kaki terasa nyeri saat hamil adalah perubahan hormon, terutama hormon relaksin. Hormon ini diproduksi tubuh untuk membantu mengendurkan otot dan ligamen, khususnya di area panggul, agar tubuh lebih siap menghadapi proses persalinan.
Namun, efek hormon relaksin tidak hanya bekerja di panggul. Semua ligamen di tubuh bisa ikut menjadi lebih longgar, termasuk ligamen yang menopang lengkungan telapak kaki. Saat ligamen melemah dan lebih lentur, lengkungan kaki (arch) bisa menurun sehingga kaki menjadi lebih datar atau dikenal sebagai flat foot.
Ketika lengkungan kaki menurun, fungsi penopang alami kaki ikut berubah. Jika lengkungan menjadi lebih datar, tekanan tubuh tidak lagi tersebar merata. Akibatnya, tumit, bagian tengah telapak kaki, dan area dekat jari-jari kaki menerima beban lebih besar dari biasanya.
Rasa nyeri biasanya terasa lebih jelas saat pagi hari karena sepanjang malam kaki dalam posisi istirahat. Saat pertama kali berdiri, jaringan di telapak kaki yang masih kaku langsung menahan beban tubuh secara penuh. Inilah yang menimbulkan sensasi nyeri, tertarik, atau seperti menginjak benda tajam pada langkah pertama setelah bangun tidur.
2. Pertambahan berat badan

Selama kehamilan, berat badan ibu akan bertambah secara alami seiring dengan pertumbuhan janin. Kondisi ini membuat kaki harus menopang beban yang lebih besar dari biasanya. Tekanan ekstra tersebut terutama dirasakan pada ligamen di sekitar lengkungan telapak kaki.
Semakin besar usia kehamilan, ukuran dan berat bayi juga semakin bertambah. Akibatnya, titik tumpu tubuh cenderung mengarah ke bawah mengikuti gravitasi, sehingga telapak kaki menahan beban lebih berat. Jika berlangsung terus-menerus, tekanan ini dapat membuat telapak kaki terasa nyeri.
3. Penumpukan cairan

Penyebab lainnya adalah penumpukan cairan dalam tubuh. Saat hamil, tubuh cenderung menahan lebih banyak cairan. Karena sifat cairan mengikuti gravitasi, cairan tersebut akan berkumpul di bagian tubuh yang paling bawah, termasuk kaki.
Penumpukan cairan ini dapat menekan jaringan dan saraf di telapak kaki sehingga area tersebut menjadi lebih sensitif. Akibatnya, saat ibu hamil pertama kali menapakkan kaki di pagi hari, muncul rasa nyeri atau tidak nyaman yang terasa lebih tajam dibanding biasanya.
4. Pembengkakan atau edema

Selama kehamilan, banyak ibu hamil mengalami edema, yaitu kondisi ketika kaki mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, pegal, bahkan nyeri pada telapak kaki.
Kondisi ini bisa membuat ibu hamil lebih sulit bergerak dan merasa tidak nyaman saat berdiri atau berjalan. Jika pembengkakan terasa berlebihan, semakin parah, atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Nyeri Telapak Kaki saat Hamil?

Untuk membantu meredakan nyeri saat ibu hamil baru bangun tidur, ada beberapa cara sederhana yang bisa ibu hamil lakukan sebelum menapakkan kaki ke laintai. Berikut beberapa caranya:
Nah, itu dia penyebab kenapa telapak kaki ibu hamil nyeri saat bangun tidur. Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma.


















