Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Bahaya Abu Vulkanik Ada di Rumah, Jangan Disepelekan
Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI
  • Abu vulkanik di dalam rumah dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan, memicu batuk, pilek, tenggorokan sakit, serta memperparah asma atau PPOK.

  • Partikel tajam dan abrasif berisiko menyebabkan mata perih, kemerahan, bahkan goresan kornea bila dikucek, serta memicu iritasi, kemerahan, dan gatal pada kulit.

  • Makanan dan minuman terbuka dapat terkontaminasi abu hingga memicu mual atau sakit perut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah bukan sekadar debu biasa yang bisa dibersihkan dengan mudah. Partikelnya memiliki tekstur yang tajam, keras, dan menyerupai serpihan kaca, sehingga dapat memberikan dampak bagi penghuni maupun berbagai benda di dalam rumah.

Ketika abu vulkanik menyebar di dalam ruangan, partikel halusnya juga dapat kembali beterbangan dan terhirup oleh penghuni rumah. Paparan tersebut bisa mengganggu saluran pernapasan, mata, kulit, hingga berisiko mencemari makanan dan minuman yang tidak tertutup.

Oleh karena itu, abu vulkanik yang sudah masuk ke dalam rumah sebaiknya tidak dianggap sepele dan perlu ditangani dengan cara yang tepat. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa bahaya abu vulkanik ada di rumah.

Yuk, disimak!

Deretan Bahaya Abu Vulkanik Ada di Rumah

1. Iritasi saluran pernapasan

Pexels/cottonbro studio

Partikel halus abu vulkanik yang terhirup dapat masuk melalui hidung hingga ke saluran pernapasan. Ketika abu menyebar di dalam rumah, maka partikel tersebut juga bisa kembali beterbangan saat penghuni melakukan berbagai aktivitas.

Paparan abu dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Kondisi ini bisa memicu beberapa keluhan seperti batuk, hidung berair, serta tenggorokan yang terasa kering atau sakit.

Karena itu, keberadaan abu vulkanik di dalam rumah sebaiknya tidak dianggap sebagai debu biasa. Penghuni perlu mengurangi paparan dan membersihkan abu dengan cara yang tepat agar partikelnya tidak semakin menyebar di udara.

2. Kambuhnya penyakit asma dan paru kronis

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Abu vulkanik di dalam rumah perlu lebih diwaspadai apabila terdapat penghuni yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Partikel abu yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan dan memperburuk kondisi yang sudah ada.

Pada orang dengan asma atau penyakit paru kronis, paparan abu bahkan dalam jumlah kecil dapat memicu keluhan seperti sesak napas dan mengi atau wheezing. Dalam kondisi tertentu, paparan tersebut juga dapat menyebabkan serangan asma yang lebih parah.

Untuk mengurangi risikonya, paparan abu di dalam rumah perlu diminimalkan, terutama bagi penghuni yang memiliki gangguan pernapasan. Pastikan area tempat tinggal dibersihkan dengan hati-hati agar partikel abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.

3. Iritasi dan goresan pada mata

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Abu vulkanik yang beterbangan di dalam rumah dapat mengenai mata dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Penghuni rumah bisa mengalami mata perih, gatal, kemerahan, hingga berair setelah terkena partikel abu.

Tekstur abu vulkanik yang tajam dan bersifat abrasif juga membuatnya berbeda dari debu biasa. Partikel tersebut berisiko menggores permukaan kornea, terutama apabila mata yang terkena abu kemudian dikucek.

Oleh karena itu, hindari mengucek mata ketika ada abu yang masuk ke dalamnya. Penggunaan pelindung mata saat membersihkan rumah juga dapat membantu mengurangi kemungkinan partikel abu mengenai mata.

4. Gangguan kulit dan gatal-gatal

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Abu vulkanik yang mengendap di lantai, perabotan, maupun permukaan benda lainnya dapat bersentuhan langsung dengan kulit. Kontak tersebut berpotensi menyebabkan rasa tidak nyaman, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Beberapa keluhan yang dapat muncul setelah kulit terkena abu antara lain iritasi, kemerahan, dan rasa gatal. Abu yang menempel juga bisa terbawa ke bagian tubuh lain ketika penghuni menyentuh wajah atau bagian kulit lainnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, penghuni sebaiknya membatasi kontak langsung dengan abu selama proses pembersihan. Membersihkan permukaan rumah secara perlahan dan menggunakan perlindungan yang sesuai dapat membantu mencegah abu menempel pada kulit.

5. Kontaminasi makanan dan air minum

Pexels/Shareen Sabrina putri

Abu vulkanik yang masuk ke dalam rumah juga dapat mencemari makanan dan air minum yang tidak tertutup rapat. Partikel abu dapat menempel pada permukaan makanan atau masuk ke dalam wadah air ketika terbawa udara.

Jika material tersebut tidak sengaja tertelan, abu yang mengandung partikel tajam maupun material tertentu dapat mengganggu sistem pencernaan. Keluhan seperti sakit perut atau mual dapat muncul setelah mengonsumsi sesuatu yang sudah terkontaminasi.

Oleh karena itu, makanan dan minuman sebaiknya selalu disimpan dalam wadah tertutup ketika abu vulkanik masih berada di sekitar rumah. Kebersihan makanan dan air minum perlu diperhatikan agar tidak ikut terdampak oleh paparan abu.

6. Risiko bahaya saat pembersihan yang salah

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Membersihkan abu vulkanik di dalam rumah juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Salah satu cara yang perlu dihindari adalah menyapu abu dalam kondisi kering karena gerakan tersebut dapat membuat partikel halus kembali beterbangan ke udara.

Ketika abu beterbangan, penghuni rumah berisiko menghirup partikel dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Abu juga dapat kembali menempel pada berbagai permukaan yang sebelumnya sudah dibersihkan, sehingga proses pembersihan menjadi kurang efektif.

Oleh sebab itu, proses membersihkan abu vulkanik perlu dilakukan dengan metode yang dapat meminimalkan partikel beterbangan. Penghuni juga sebaiknya menggunakan perlindungan diri yang sesuai agar paparan abu selama proses pembersihan dapat dikurangi.

Itu tadi bahaya abu vulkanik ada di rumah. Bukan hanya mengganggu kebersihan, abu vulkanik juga dapat berdampak pada pernapasan, mata, kulit, hingga mengkontaminasi makanan dan minuman jika tidak ditutup atau disimpan di tempat yang aman.

Oleh karena itu, pastikan proses pembersihan dilakukan secara hati-hati agar abu tidak kembali beterbangan dan membahayakan penghuni rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article