Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Dianggap Keluarga, Italia Izinkan Karyawan Cuti untuk Rawat Peliharaan
Freepik

Hewan peliharaan kini semakin dianggap sebagai bagian dari keluarga apalagi di kota-kota besar di Indonesia. Uniknya, di Italia, karyawan bisa mengajukan cuti untuk merawat hewan peliharaan jika sakit.

Eits, meski begitu tetap ada persyaratan tertentu bagi karyawan yang bisa mengambil cuti berbayar untuk merawat hewan peliharaan yang sakit ini. Kebijakan ini menjadi sorotan karena menunjukkan perubahan cara pandang terhadap peran hewan dalam kehidupan manusia, bahkan disebut sebagai langkah progresif dalam dunia kerja modern.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai Italia izinkan karyawan cuti untuk rawat peliharaan.

1. Diakui sebagai alasan sah cuti darurat berbayar

Pexels/Tima Miroshnichenko

Italia mulai mengakui kondisi hewan peliharaan yang sakit sebagai alasan sah untuk mengambil cuti darurat berbayar. Hal ini berawal dari putusan pengadilan tahun 2017 yang mengategorikan kondisi tersebut sebagai “alasan pribadi atau keluarga yang serius” dalam aturan ketenagakerjaan.

Ini menempatkan hewan peliharaan misalnya kucing dan anjing sebagai bagian dari hal penting dalam kehidupan karyawan tersebut. Saat itu, kebijakan ini dinilai sebagai terobosan penting. Karena membuka jalan bagi pengakuan bahwa hewan peliharaan memiliki peran signifikan dalam kehidupan pemiliknya.

Langkah ini juga sering menyebut Italia sebagai salah satu yang pertama dalam mengakui hewan peliharaan dalam konteks hak cuti kerja.

2. Ini syarat karyawan bisa cuti merawat peliharaan

Freepik

Kebijakan ini menegaskan komitmen Italia terhadap kesejahteraan hewan. Dikutip dari The Week, pemilik tidak perlu lagi merasa tertekan antara tanggung jawab pekerjaan dan merawat hewan yang sedang sakit.

Dengan adanya izin cuti berbayar, pemilik bisa fokus memberikan perawatan terbaik tanpa harus khawatir kehilangan penghasilan. Hal ini juga mencerminkan bahwa perhatian terhadap hewan kini menjadi bagian dari nilai sosial yang semakin penting.

Namun, meski terdengar fleksibel cuti ini tidak bisa diambil sembarangan. Pemilik hewan tetap harus menunjukkan bukti resmi berupa surat keterangan dari dokter hewan. Dokumen ini menjadi syarat penting untuk memastikan bahwa kondisi hewan memang darurat dan membutuhkan penanganan segera.

3. Jadi tonggak hukum baru dalam dunia kerja modern

Freepik

Langkah ini dianggap sebagai milestone hukum karena menunjukkan bahwa konsep “keluarga” semakin luas yang tidak hanya mencakup manusia, tetapi juga hewan peliharaan. Meski belum menjadi undang-undang nasional yang berlaku untuk semua kondisi, kebijakan ini membuka diskusi lebih luas termasuk usulan aturan yang akan memberikan waktu cuti khusus untuk kondisi darurat atau bahkan saat hewan peliharaan meninggal.

Ke depannya, kebijakan ini berpotensi menjadi inspirasi bagi negara lain dalam menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kepedulian terhadap hewan. 

Misalnya di New York, dikutip dari Reuters, karena pemerintah kota sedang membahas RUU yang memungkinkan pekerja menggunakan cuti sakit mereka untuk merawat hewan peliharaan dengan ketentuan tidak menambah jatah cuti baru, tetapi memberikan fleksibilitas untuk digunakan merawat hewan (termasuk hewan peliharaan dan service animals).

RUU ini diajukan oleh anggota dewan kota dan masih dalam tahap pembahasan sejak tahun 2025 lalu.

Dengan adanya kebijakan di Italia ini menjadi bukti bahwa hubungan antara manusia dan hewan peliharaan semakin diakui secara serius. Bukan hanya secara emosional, tetapi juga dalam aspek hukum dan profesional.

Editorial Team