Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Perkembangan AI hingga Demografi, Begini Wajah Ruang Kerja Masa Depan

3 min read
Perkembangan AI hingga Demografi, Begini Wajah Ruang Kerja Masa Depan
Popmama.com/Muhammad Haqqi
  • Integrasi teknologi dan AI diprediksi makin penting untuk meningkatkan efisiensi, konektivitas, serta mempermudah pekerjaan di workspace.

  • Kantor masa depan perlu memiliki ruang multifungsi agar satu area dapat disesuaikan untuk berbagai aktivitas dan penggunaan ruang lebih efisien.

  • Perubahan demografi menuju dominasi Gen Z mendorong penyediaan fasilitas seperti sleep room dan ruang diskusi demi mendukung kenyamanan serta kinerja karyawan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan dunia kerja terus mengalami perubahan seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan karakter karyawan. Ruang kerja pun tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga perlu mampu mendukung kebutuhan dan kenyamanan orang-orang yang menggunakannya.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara Press Conference DFL (Designed for Life) sebagai community initiative dari VIVERE Group. Acara yang diselenggarakan di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (8/10/2026) ini turut membahas latar belakang, visi, hingga berbagai isu mengenai perkembangan dan masa depan workplace.

Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah seperti apa ruang kerja yang akan dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang. Mulai dari pemanfaatan teknologi hingga fasilitas yang menyesuaikan demografi karyawan, berikut Popmama.com telah merangkum tren ruang kerja yang diprediksi berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Yuk, disimak!

  1. 1. Integrasi teknologi akan semakin penting di dalam work space

    Integrasi teknologi akan semakin penting di dalam work space
    Pexels/Qdysk qdysk

    Perkembangan teknologi dan AI tentunya diprediksi akan semakin memengaruhi cara orang bekerja dalam beberapa tahun ke depan. Kehadiran teknologi di dalam ruang kerja dapat membantu berbagai pekerjaan menjadi lebih efisien, mudah terkoneksi, dan praktis.

    Dengan dukungan tersebut, beberapa pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini juga memungkinkan divisi tertentu untuk lebih fokus mengerjakan tugas yang memberikan dampak langsung bagi perusahaan.

    “Karena AI ini sudah sangat masuk dalam kehidupan kita sehari-hari ya, jadi pastinya teknologi merupakan salah satu hal yang kita harus invest di kantor. Jadi, teknologi bisa membantu kita dalam mengefisiensikan, mengoneksikan, mempermudah apa pun yang ada di dalam workspace,” ujar Fayruzka Juanita dari Design Director Studio Yruna.

  2. 2. Ruang kantor masa depan perlu semakin multifungsi

    Ruang kantor masa depan perlu semakin multifungsi
    Pexels/Fahad Puthawala

    Ruang kerja ke depan perlu dirancang dengan mempertimbangkan bagaimana satu ruang dapat digunakan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan. Konsep multifungsi dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk membuat penggunaan area kantor lebih efisien, terutama ketika kebutuhan ruang terus berkembang.

    Dengan ruang yang lebih fleksibel, perusahaan tidak harus selalu menambah area baru setiap kali muncul kebutuhan berbeda. Sebaliknya, satu area dapat disesuaikan dan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas sehingga penggunaan ruang menjadi lebih optimal.

    “Untuk menambah, mengekspan office-nya, mungkin lebih memikirkan bagaimana caranya bisa multi-fungsi. Dengan cara apa bisa lebih efisien, dengan cara apa semua kebutuhan itu bisa di-provide,” ungkap Fayruzka Juanita.

  3. 3. Ruang kerja perlu menyesuaikan demografi karyawan

    Work space perlu menyesuaikan demografi karyawan
    Popmama.com/Muhammad Haqqi

    Perubahan demografi karyawan juga perlu menjadi pertimbangan dalam merancang work space untuk beberapa tahun ke depan. 3–5 tahun mendatang, demografi karyawan akan semakin didominasi oleh Gen Z sehingga kebutuhan terhadap fasilitas pendukung pekerjaan juga perlu diperhatikan.

    Fasilitas seperti sleeping room dan ruang diskusi menjadi contoh area yang dapat menunjang kebutuhan karyawan. Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa work space masa depan tidak hanya berfokus pada fungsi bekerja, tetapi juga kenyamanan dan kebutuhan karyawan.

    “Mungkin 3-5 tahun ke depan demografi karyawan sudah didominasi oleh Gen Z jadi perlu ada fasilitas-fasilitas yang perlu menunjang kinerja mereka. Jadi ada sleeping room dan ruang untuk diskusi, jadi kantor menunjang work space yang nyaman,” ujar Audya Medina, Head of People and Culture IDN.

    Itu dia gambaran ruang kerja yang diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari pemanfaatan teknologi hingga ruang kerja yang semakin fleksibel. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kantor masa depan tidak hanya perlu mendukung produktivitas, tetapi juga mampu menyesuaikan kebutuhan karyawan dan membuat penggunaan ruang menjadi lebih efisien.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More