Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Fakta: Stres di Kantor Pengaruhi Kesuburan, Ini Tips Menghindarinya

Fakta: Stres di Kantor Pengaruhi Kesuburan, Ini Tips Menghindarinya
Pexels.com/Nataliya Vaitkevich
  • Stres dan burnout di kantor dapat memicu masalah pikiran serta fisik, termasuk memengaruhi kesuburan perempuan dan laki-laki.
  • Beban kerja padat dan tuntutan pekerjaan dapat terbawa hingga ke rumah, lalu memengaruhi hubungan dengan pasangan.
  • Stres dapat berasal dari keluarga, pasangan, pertemanan, maupun kantor, dengan dampak yang meluas pada kondisi pribadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Stres menjadi pemicu banyak masalah, mulai dari masalah pikiran hingga masalah fisik. Namun ternyata, stres dan burnout di kantor juga mempengaruhi kesuburan. 

Stres bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari keluarga, pasangan, pertemanan, hingga kantor. Padatnya pekerjaan, banyaknya tuntutan pekerjaan bisa terbawa sampai ke rumah, bahkan bisa mempengaruhi hubungan dengan pasangan. 

Yang lebih buruknya lagi, stres di kantor bisa berpengaruh pada kesuburan, baik perempuan dan laki-laki. Seperti apa detailnya, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

  1. 1. Pemicu stres di kantor

    Pemicu stres di kantor
    Pexels.com/https://kaboompics.com

    Ada banyak pemicu terjadinya stres di kantor. Pertama, konflik dengan rekan kerja yang menjadi sumber stres setiap hari. Kemudian, rekan kerja yang tidak kompeten memicu emosi berkelanjutan yang juga membuat stress

    Banyaknya pekerjaan seperti tugas tambahan diluar tanggung jawab, KPI yang tidak wajar, dan lainnya juga memicu stress. Jangan lupa, notifikasi pekerjaan di luar jam kantor, seperti saat pagi sebelum jam kantor atau setelah larut malam bisa merusak suasana hati dan memicu stres. 

  2. 2. Hubungan stres dan kesuburan

    Hubungan stres dan kesuburan
    Pexels.com

    Stres memiliki efek besar pada seseorang karena, gangguan mental juga merupakan penyakit. Menurut dokter spesialis kandungan, dr Lilien Eka Chandra, stres memicu meningkatnya hormon kortisol. 

    "Stres membuat kerja otak di hipotalamus terganggu, sehingga hormon reproduksi terganggu," demikian ungkapnya di video yang diunggah di sosial media miliknya. 

    Hasilnya, hipotalamus gagal mengirim sinyal pengatur sel telur dan tentu hal ini berhubungan pada kesuburan perempuan. Hal yang sama juga terjadi pada laki-laki. 

  3. 3. Efek stres pada kesuburan perempuan

    Efek stres pada kesuburan perempuan
    Pexels.com/Ron Lach

    Lebih lanjut, dr Lilien menjelaskan kalau stres memiliki dampak langsung pada gangguan ovulasi. 

    "Haid bisa kacau karena keseimbangan hormon estrogen dan progesteron yang terganggu," lanjutnya. 

    Selain itu, dr Lilien juga mengatakan kalau stres bisa membuat rahim tipis. 

    "Adanya kortisol yang meningkat mengakibatkan endometrium tidak siap menerima implantasi," lanjutnya. 

    Itulah kenapa, rahim belum cukup tebal untuk terjadi perlekatan embrio. 

  4. 4. Efek stres pada kesuburan laki-laki

    Foto stok dari Pexels karya Tima Miroshnichenko yang digunakan sebagai materi visual pendukung artikel.
    Pexels.com/Tima Miroshnichenko

    Pada laki-laki, stres bisa mempengaruhi kualitas sperma. Adanya gangguan hormon di tubuh laki-laki membuat kualitas sperma menurun dan gairah juga menurun. 

    "Gangguan ereksi karena adanya gangguan adrenalin dan kortisol yang meningkat, efeknya aliran darah tersumbat sehingga gairah menurun," ujarnya. 

  5. 5. Cara mengatasi stres di kantor

    Seorang perempuan berbicara dengan pria di meja dalam suasana konsultasi, sementara dokumen dan alat tulis berada di hadapan mereka.
    Pexels.com/Yan Krukau

    Jangan abai, karena stres bisa mengubah hubungan suami istri. Hal ini disampaikan oleh dr Lilien. 

    "Stres mengakibatkan perubahan perilaku. Adanya cemas mengakibatkan jarangnya hubungan seksual, apalagi bila ditambah dengan pola hidup yang buruk seperti kurang tidur dan pola makan yang tidak baik," ujarnya dalam sosial media miliknya. 

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kalau masalahnya adalah pekerjaan yang seakan tanpa akhir, kamu bisa membicarakannya dengan atasan, kemudian atur batasan yang jelas. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus dalam menjalani kehidupan di kantor dan di luar kantor. Tak lupa, buat skala prioritas, karena tidak semua hal bisa selesai saat ini juga. 

    Usahakan apa yang bisa dilakukan sekarang, dan apa yag bisa dilakukan esok hari. Selanjutnya, manfaatkan cuti dengan maksimal. Jika sedang cuti, pastikan tidak ada yang mengganggu agar tidak stres dan berujung liburan yang sia-sia. 

    Terakhir, pastikan untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Terapkan gaya hidup yang sehat dan kelola waktu dengan baik. Karena hanya dirimu yang bisa menolong dirimu sendiri. Jadi, pastikan tubuh dan pikiran selalu fit, ya. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More