"Adanya kortisol yang meningkat mengakibatkan endometrium tidak siap menerima implantasi," lanjutnya.
Fakta: Stres di Kantor Pengaruhi Kesuburan, Ini Tips Menghindarinya

- Stres dan burnout di kantor dapat memicu masalah pikiran serta fisik, termasuk memengaruhi kesuburan perempuan dan laki-laki.
- Beban kerja padat dan tuntutan pekerjaan dapat terbawa hingga ke rumah, lalu memengaruhi hubungan dengan pasangan.
- Stres dapat berasal dari keluarga, pasangan, pertemanan, maupun kantor, dengan dampak yang meluas pada kondisi pribadi.
Stres menjadi pemicu banyak masalah, mulai dari masalah pikiran hingga masalah fisik. Namun ternyata, stres dan burnout di kantor juga mempengaruhi kesuburan.
Stres bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari keluarga, pasangan, pertemanan, hingga kantor. Padatnya pekerjaan, banyaknya tuntutan pekerjaan bisa terbawa sampai ke rumah, bahkan bisa mempengaruhi hubungan dengan pasangan.
Yang lebih buruknya lagi, stres di kantor bisa berpengaruh pada kesuburan, baik perempuan dan laki-laki. Seperti apa detailnya, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.
Table of Content
1. Pemicu stres di kantor

Pexels.com/https://kaboompics.com Ada banyak pemicu terjadinya stres di kantor. Pertama, konflik dengan rekan kerja yang menjadi sumber stres setiap hari. Kemudian, rekan kerja yang tidak kompeten memicu emosi berkelanjutan yang juga membuat stress
Banyaknya pekerjaan seperti tugas tambahan diluar tanggung jawab, KPI yang tidak wajar, dan lainnya juga memicu stress. Jangan lupa, notifikasi pekerjaan di luar jam kantor, seperti saat pagi sebelum jam kantor atau setelah larut malam bisa merusak suasana hati dan memicu stres.
2. Hubungan stres dan kesuburan

Pexels.com Stres memiliki efek besar pada seseorang karena, gangguan mental juga merupakan penyakit. Menurut dokter spesialis kandungan, dr Lilien Eka Chandra, stres memicu meningkatnya hormon kortisol.
"Stres membuat kerja otak di hipotalamus terganggu, sehingga hormon reproduksi terganggu," demikian ungkapnya di video yang diunggah di sosial media miliknya.
Hasilnya, hipotalamus gagal mengirim sinyal pengatur sel telur dan tentu hal ini berhubungan pada kesuburan perempuan. Hal yang sama juga terjadi pada laki-laki.
3. Efek stres pada kesuburan perempuan

Pexels.com/Ron Lach Lebih lanjut, dr Lilien menjelaskan kalau stres memiliki dampak langsung pada gangguan ovulasi.
"Haid bisa kacau karena keseimbangan hormon estrogen dan progesteron yang terganggu," lanjutnya.
Selain itu, dr Lilien juga mengatakan kalau stres bisa membuat rahim tipis.
Itulah kenapa, rahim belum cukup tebal untuk terjadi perlekatan embrio.
4. Efek stres pada kesuburan laki-laki

Pexels.com/Tima Miroshnichenko Pada laki-laki, stres bisa mempengaruhi kualitas sperma. Adanya gangguan hormon di tubuh laki-laki membuat kualitas sperma menurun dan gairah juga menurun.
"Gangguan ereksi karena adanya gangguan adrenalin dan kortisol yang meningkat, efeknya aliran darah tersumbat sehingga gairah menurun," ujarnya.
5. Cara mengatasi stres di kantor

Pexels.com/Yan Krukau Jangan abai, karena stres bisa mengubah hubungan suami istri. Hal ini disampaikan oleh dr Lilien.
"Stres mengakibatkan perubahan perilaku. Adanya cemas mengakibatkan jarangnya hubungan seksual, apalagi bila ditambah dengan pola hidup yang buruk seperti kurang tidur dan pola makan yang tidak baik," ujarnya dalam sosial media miliknya.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Kalau masalahnya adalah pekerjaan yang seakan tanpa akhir, kamu bisa membicarakannya dengan atasan, kemudian atur batasan yang jelas. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus dalam menjalani kehidupan di kantor dan di luar kantor. Tak lupa, buat skala prioritas, karena tidak semua hal bisa selesai saat ini juga.
Usahakan apa yang bisa dilakukan sekarang, dan apa yag bisa dilakukan esok hari. Selanjutnya, manfaatkan cuti dengan maksimal. Jika sedang cuti, pastikan tidak ada yang mengganggu agar tidak stres dan berujung liburan yang sia-sia.
Terakhir, pastikan untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Terapkan gaya hidup yang sehat dan kelola waktu dengan baik. Karena hanya dirimu yang bisa menolong dirimu sendiri. Jadi, pastikan tubuh dan pikiran selalu fit, ya.





















