7 Rekomendasi Lampu Emergency Tahan 24 Jam untuk Kondisi Darurat

- Lampu emergency tahan 24 jam umumnya mengandalkan konsumsi daya rendah dan baterai efisien atau tenaga surya.
- Jenis lampu ini cocok untuk kondisi listrik padam berkepanjangan, baik di rumah maupun saat aktivitas outdoor.
- Memilih lampu emergency sebaiknya mempertimbangkan durasi nyala, kemudahan pengisian daya, dan fleksibilitas penggunaan.
Pemadaman listrik dalam waktu lama bisa menjadi situasi yang cukup merepotkan, terutama bagi Mama yang memiliki anak kecil atau aktivitas rumah tangga yang padat. Tidak hanya mengganggu kenyamanan, kondisi gelap juga berisiko terhadap keamanan di dalam rumah.
Oleh karena itu, memiliki lampu emergency dengan daya tahan panjang menjadi solusi penting agar rumah tetap terang dan aktivitas keluarga tetap berjalan aman.
Berbeda dengan lampu darurat biasa, lampu emergency yang mampu menyala hingga 24 jam atau lebih umumnya dirancang dengan konsumsi daya rendah, baterai efisien, atau dukungan tenaga surya.
Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah mengumpulkan beberapa rekomendasi lampu emergency tahan 24 jam yang bisa dibeli.
Yuk, disimak!
Kumpulan Rekomendasi Lampu Emergency Tahan 24 Jam
1. ALLTREK lampu camping emergency

ALLTREK menjadi salah satu pilihan lampu emergency yang paling bisa diandalkan untuk kondisi listrik padam berkepanjangan.
Dengan harga sekitar Rp90.000, lampu ini mampu menyala hingga kurang lebih 36 jam pada mode cahaya rendah, sehingga sangat membantu Mama saat listrik belum kembali menyala dalam waktu lama.
Cahaya 360 derajatnya menyebar merata ke seluruh ruangan tanpa menyilaukan mata, membuat suasana rumah tetap nyaman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Desainnya yang ringkas, ringan, serta dilengkapi sistem gantung dan magnetik memudahkan Mama menempatkannya di ruang keluarga, kamar tidur, atau dapur sesuai kebutuhan.
2. Anbolt lampu emergency

Dibanderol sekitar Rp129.400, Anbolt Lampu Emergency mengandalkan tenaga surya sebagai sumber daya utama. Lampu ini dirancang untuk penggunaan jangka panjang, terutama saat listrik padam berhari-hari.
Dalam mode hemat energi, Anbolt dapat digunakan dalam durasi lama dan diisi ulang menggunakan sinar matahari.
Desainnya yang ringan dan dapat dilipat membuat lampu ini mudah dibawa serta disimpan sebagai perlengkapan darurat.
3. Aoki Lampu Darurat

Aoki Lampu Darurat dikenal sebagai salah satu lampu emergency dengan daya tahan sangat panjang. Dengan harga sekitar Rp210.000, lampu ini diklaim mampu menyala hingga sekitar 50 jam berkat penggunaan LED hemat energi.
Ketahanan ini menjadikannya pilihan tepat untuk kondisi darurat ekstrem, seperti pemadaman listrik berhari-hari.
Selain memberikan penerangan yang stabil, Aoki juga dapat digunakan sebagai power bank darurat, sehingga Mama tetap bisa mengisi daya ponsel untuk komunikasi penting saat listrik belum kembali menyala.
4. JOYKALY lampu emergency

JOYKALY Lampu Emergency hadir dengan harga sekitar Rp157.382 dan dirancang untuk penggunaan darurat jangka panjang.
Berkat teknologi LED yang hemat energi, lampu ini dapat digunakan dalam durasi lama, terutama saat memakai mode cahaya rendah.
Desainnya portabel dan praktis, mudah dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain sesuai kebutuhan Mama. Lampu ini cocok disimpan sebagai lampu cadangan utama di rumah, terutama untuk menemani malam hari saat listrik padam dalam waktu lama.
5. Ledlight lampu emergency

Dengan harga sekitar Rp127.420, Ledlight Lampu Emergency menawarkan pencahayaan yang cukup terang, namun tetap efisien dalam penggunaan daya.
Lampu ini dirancang agar dapat digunakan lebih lama dibanding lampu darurat biasa, terutama saat digunakan dalam mode cahaya rendah.
Bentuknya yang praktis membuat lampu ini mudah dibawa dan disimpan di rumah, mobil, atau tas darurat. Ledlight cocok untuk Mama yang membutuhkan lampu emergency sederhana, namun andal saat listrik padam berkepanjangan.
6. Miosa lampu emergency

Miosa menjadi pilihan lampu emergency yang ramah di kantong dengan harga sekitar Rp68.500.
Lampu ini mendukung pengisian daya melalui tenaga surya maupun kabel, sehingga lebih fleksibel untuk digunakan dalam kondisi darurat.
Dengan beberapa mode cahaya hemat energi, Miosa dapat digunakan dalam waktu lama dan diisi ulang di siang hari. Keunggulan tambahan seperti indikator baterai dan fungsi power bank membuat lampu ini semakin praktis untuk kebutuhan keluarga saat listrik padam.
7. YESQ lampu tenaga surya

YESQ Lampu Tenaga Surya dibanderol sekitar Rp158.999 dan dirancang untuk penggunaan jangka panjang tanpa bergantung pada listrik rumah. Sistem pengisian tenaga surya serta sensor cahaya otomatis membuat lampu ini dapat menyala di malam hari dan mengisi daya sendiri di siang hari.
Dalam kondisi listrik padam berhari-hari, YESQ tetap dapat digunakan secara berkelanjutan. Lampu ini cocok ditempatkan di area luar rumah, teras, atau dijadikan lampu emergency utama untuk situasi darurat berkepanjangan.
Itulah deretan rekomendasi lampu emergency tahan 24 jam. Lampu emergency dengan daya tahan hingga 24 jam atau lebih sangat membantu menjaga kenyamanan dan keamanan keluarga saat listrik padam dalam waktu lama.
Dengan memilih lampu yang hemat energi dan sesuai kebutuhan, Mama dapat memastikan rumah tetap terang dan aktivitas tetap berjalan meski tanpa listrik.
FAQ Lampu Emergency Tahan Lama
| Apakah semua lampu emergency bisa bertahan hingga 24 jam? | Tidak. Hanya lampu dengan konsumsi daya rendah, baterai besar, atau dukungan tenaga surya yang biasanya mampu bertahan hingga 24 jam atau lebih. |
| Mode cahaya apa yang membuat lampu emergency lebih awet? | Mode cahaya rendah atau hemat energi biasanya membuat lampu emergency menyala jauh lebih lama dibanding mode terang maksimal. |
| Apakah lampu emergency tenaga surya aman digunakan saat hujan? | Sebagian besar lampu tenaga surya sudah dirancang tahan air, namun tetap disarankan mengikuti petunjuk penggunaan agar lebih aman dan awet. |


















