Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

9 Jenis Lampu Emergency, Wajib Diketahui untuk Antisipasi Mati Listrik

9 Jenis Lampu Emergency COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Intinya sih...
  • Lampu emergency LED dan auto-on menjadi pilihan populer untuk rumah tangga karena hemat energi dan praktis menyala sendiri.
  • Untuk kebutuhan outdoor atau daerah terpencil, lampu tenaga surya dan tipe portable menawarkan fleksibilitas tinggi.
  • Fasilitas umum dan gedung bertingkat wajib menggunakan lampu exit sign dan lampu dinding permanen demi standar keselamatan evakuasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba sering kali mengganggu aktivitas di rumah maupun di tempat kerja. Dulu, lilin atau senter konvensional menjadi andalan utama. Namun, risiko kebakaran dari lilin dan keterbatasan cahaya senter membuat banyak orang beralih ke lampu darurat atau emergency lamp yang lebih aman dan modern.

Saat ini, teknologi pencahayaan telah berkembang pesat, menghadirkan berbagai jenis lampu emergency dengan fitur dan fungsi yang spesifik. Mulai dari yang hemat energi, bertenaga surya, hingga yang terintegrasi dengan sistem bangunan. Memilih jenis yang tepat sangat penting agar kebutuhan penerangan tetap terpenuhi saat kondisi darurat.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa jenis lampu emergency beserta fungsinya yang bisa dipilih sesuai kebutuhan hunian atau bangunan.

Yuk, simak!

Deretan Jenis Lampu Emergency

1. Lampu emergency LED

9 Jenis Lampu Emergency 1
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Lampu emergency LED menjadi varian yang paling populer dan banyak ditemukan di pasaran saat ini. Menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED), lampu ini menawarkan efisiensi energi yang sangat tinggi dengan tingkat pencahayaan yang terang dan stabil.

Keunggulan utamanya terletak pada daya tahan baterai yang lebih lama dibandingkan lampu pijar konvensional. Lampu LED sangat cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran, hingga pabrik. Jenis lampu ini mampu memberikan penerangan yang cukup luas tanpa menguras daya simpan baterai dengan cepat.

2. Lampu emergency otomatis (auto-on)

9 Jenis Lampu Emergency 2
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Kepraktisannya menjadi fitur utama dari lampu ini. Lampu jenis auto-on dirancang untuk menyala secara otomatis begitu aliran listrik utama terputus. Pengguna tidak perlu repot mencari sakelar atau tombol nyala dalam kegelapan saat mati lampu terjadi.

Biasanya, lampu ini dicolokkan terus-menerus pada stopkontak listrik. Saat listrik menyala, ia akan mengisi daya baterai. Mekanisme ini sangat ideal untuk ditempatkan di jalur evakuasi, tangga, atau ruangan yang membutuhkan penerangan instan demi keselamatan penghuni saat keadaan darurat.

3. Lampu emergency rechargeable

9 Jenis Lampu Emergency 3
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sesuai namanya, jenis ini mengandalkan baterai yang dapat diisi ulang berulang kali. Ini menjadi solusi yang ekonomis dalam jangka panjang karena pengguna tidak perlu terus-menerus membeli baterai sekali pakai.

Lampu rechargeable sangat direkomendasikan untuk area yang memiliki frekuensi pemadaman listrik cukup sering, seperti gudang atau daerah dengan pasokan listrik yang tidak stabil. Pastikan untuk rutin mengisi dayanya secara berkala agar baterai tetap awet dan siap digunakan kapan saja.

4. Lampu emergency tenaga surya (solar)

9 Jenis Lampu Emergency 4
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bagi yang mengutamakan konsep ramah lingkungan atau tinggal di area yang sulit akses listrik, lampu emergency tenaga surya menjadi pilihan terbaik. Lampu ini memiliki panel surya kecil yang menyerap sinar matahari di siang hari untuk diubah menjadi energi listrik dan disimpan dalam baterai.

Jenis ini sangat efisien untuk penggunaan di luar ruangan (outdoor), pos penjagaan, atau daerah terpencil. Selain hemat biaya listrik karena memanfaatkan energi alam, lampu ini juga sangat bisa diandalkan saat terjadi bencana alam yang memutus total jaringan listrik dalam waktu lama.

5. Lampu emergency dengan sensor gerak

9 Jenis Lampu Emergency 5
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Efisiensi energi menjadi kunci dari lampu jenis ini. Lampu emergency dengan sensor gerak hanya akan menyala ketika mendeteksi adanya aktivitas atau pergerakan di sekitarnya. Jika tidak ada orang, lampu akan meredup atau mati secara otomatis.

Fitur ini sangat berguna untuk dipasang di lorong panjang, gudang arsip, atau area tangga darurat. Dengan mekanisme nyala-mati berdasarkan gerakan, daya baterai akan tersimpan lebih lama dan lampu bisa beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang saat pemadaman listrik.

6. Lampu emergency portable

9 Jenis Lampu Emergency 6
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Fleksibilitas menjadi keunggulan utama dari lampu emergency portable. Bentuknya bervariasi, mulai dari menyerupai senter besar, lentera kemah, hingga lampu gantung kecil yang ringan. Desainnya dibuat ergonomis agar mudah dijinjing atau dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain.

Lampu ini sangat multifungsi, bisa digunakan untuk menerangi ruang tamu saat mati lampu, dibawa berkemah, atau digunakan saat memperbaiki kendaraan di malam hari. Beberapa model bahkan sudah dilengkapi dengan fitur tambahan seperti kipas angin mini atau port USB untuk mengisi daya ponsel.

7. Lampu emergency plafon atau dinding

9 Jenis Lampu Emergency 7
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Berbeda dengan tipe portable, lampu ini dipasang secara permanen (mounted) pada permukaan plafon atau dinding. Tujuannya untuk memberikan pencahayaan yang merata ke seluruh ruangan dari posisi yang tinggi, mirip dengan lampu utama.

Lampu jenis ini sering kali sudah terintegrasi dengan instalasi listrik bangunan. Umumnya digunakan di gedung perkantoran, apartemen, atau rumah sakit untuk memastikan aktivitas tetap bisa berjalan normal meskipun pasokan listrik dari PLN terputus.

8. Lampu bohlam emergency

9 Jenis Lampu Emergency 8
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sering disebut sebagai "lampu ajaib" atau magic bulb, jenis ini memiliki bentuk dan fitting yang sama dengan bohlam lampu biasa. Keunikannya, jenis ini bisa berfungsi sebagai lampu penerangan sehari-hari, namun memiliki baterai cadangan di dalamnya.

Saat sakelar dalam posisi "ON" namun listrik padam, bohlam ini akan tetap menyala dengan menggunakan daya baterainya sendiri. Ini bisa menjadi solusi paling praktis untuk rumah tangga karena tidak memerlukan instalasi tambahan atau tempat penyimpanan khusus.

9. Lampu exit sign

9 Jenis Lampu Emergency 9
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Meskipun penggunaannya lebih spesifik, jenis ini menjadi salah satu lampu emergency yang paling krusial. Lampu exit sign berfungsi sebagai penunjuk arah keluar atau jalur evakuasi dengan tulisan "EXIT" atau simbol panah yang menyala terang.

Lampu ini wajib ada di gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, bioskop, dan perkantoran demi standar keselamatan. Lampu ini dirancang untuk tetap menyala terang menembus kegelapan atau asap, memandu orang-orang menuju titik aman saat terjadi keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa bumi.

Itulah beberapa jenis lampu emergency dengan berbagai fungsi dan keunggulannya.

Pastikan untuk memilih jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan lokasi dan frekuensi penggunaan, serta jangan lupa untuk melakukan perawatan baterai secara berkala.

FAQ Seputar Lampu Emergency

Berapa lama rata-rata ketahanan baterai lampu emergency?

Ketahanan baterai bervariasi tergantung jenis dan kapasitasnya, namun rata-rata lampu LED modern bisa bertahan menyala antara 4 hingga 8 jam dalam sekali pengisian penuh.

Bagaimana cara merawat lampu emergency agar awet?

Lakukan pengisian daya dan pemakaian secara berkala (minimal sebulan sekali) meskipun tidak mati lampu. Hal ini penting untuk menjaga sirkulasi sel baterai agar tidak cepat rusak atau bocor karena terlalu lama tidak digunakan.

Apakah lampu bohlam emergency boros listrik?

Tidak. Saat listrik menyala, ia berfungsi seperti lampu LED biasa yang hemat energi sambil mengisi daya baterainya secara perlahan. Konsumsi listriknya relatif kecil dan efisien.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

Hangatnya Can This Love Be Translated? bagi Kim Seon Ho & Go Youn Jung

17 Jan 2026, 18:18 WIBLife