8 Fakta Rencana Desain Rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani

Bintang Emon dan Alca Octaviani awalnya punya visi rumah berbeda. Bintang ingin gaya megah bak kerajaan, sementara Alca memilih konsep Japandi yang simpel dan natural.
Setelah diskusi panjang, keduanya sepakat menggabungkan selera dengan desain modern kontemporer bernuansa Tropical Japanese.
Desain interior rumah pasangan ini memadukan elemen kayu, pencahayaan alami, hingga ruang fungsional seperti dapur retro-tropis, kamar bayi bertema Japandi, dan gazebo bergaya Japanese Zen Modern.
Rencana pembangunan rumah impian komika Bintang Emon dan sang istri, Alca Octaviani, menjadi sorotan publik. Pasalnya, rumah yang masing-masing mereka inginkan itu tidak ada kecocokan sama sekali.
Seperti yang dibagikan oleh Bintang Emon dalam Instagram pribadinya, di mana ia ingin rumahnya tampak seperti “rumah raja-raja”. Sedangkan sang istri mau rumahnya mengusung tema Japandi.
Namun, setelah proses diskusi panjang, akhirnya keduanya memiliki gambaran rancangan desain rumah yang nantinya akan mereka huni bersama. Lantas, seperti apa bentukan rencana desain dari rumah pasangan ini? Berikut Popmama.com telah merangkum terkait rencana desain rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani.
Yuk, dilihat detailnya!
1. Rencana desain rumah yang dipikirkan oleh Bintang Emon

Dalam unggahan Instagram pribadinya, Bintang Emon membagikan inspirasinya dalam membangun rumah. Hal pertama yang ia inginkan ialah mau desain rumahnya terlihat mewah bak rumah kerajaan.
Agar rumahnya bisa terwujud seperti rumah kerajaan, Bintang Emon ingin cat dinding rumahnya berwarna emas terang. Lucunya, ia juga ingin bentuk railing tangganya meliuk-liuk dengan ukiran gambar naga, sehingga mungkin akan terlihat sangat mencolok.
2. Rencana desain rumah yang dipikirkan oleh Alca Octaviani

Berbanding terbalik dengan sang suami, Alca Octaviani justru memiliki inspirasi rumah yang realistis. Ia ingin desain suasana rumahnya memiliki tema Japandi, perpaduan antara estetika alami Jepang yang harmonis dengan desain Skandinavia yang simpel dan mengutamakan fungsi, serta menggunakan material alami berupa kayu.
Mengikuti gaya tema Japandi, Alca Octaviani mau rumahnya itu memiliki warna dominan netral dan tentunya tidak mencolok.
Di akhir, dirinya menyatakan bahwa “Pokoknya Jangan Dengerin Bintang” karena melihat inspirasi yang diberikan Bintang Emon sepertinya terdengar tidak realistis baginya. Sungguh pasangan yang penuh jenaka, ya.
3. Hasil diskusi rencana desain rumah yang mereka inginkan

Dikarenakan sudah menjadi pasangan suami istri dan akan menetap di satu atap yang sama, keduanya akhirnya mendiskusikan rencana desain.
Solusi dari rencana desain rumah yang mereka inginkan akhirnya terwujud, tentunya dengan menyamakan selera antara keduanya, adanya kebutuhan ruang di dalam rumah, hingga konsep desainnya.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi keduanya dalam mewujudkan hunian yang mencerminkan karakter unik masing-masing di bawah satu atap yang harmonis.
4. Tampilan desain fasad rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani

Hal pertama yang mereka tunjukkan adalah desain fasad atau bagian depan rumahnya. Desain fasad rumahnya ini tampaknya mengusung konsep modern kontemporer dengan sentuhan Tropical Japanese. Perpaduan material alam dan garis arsitektur yang tajam menciptakan hunian yang terlihat mewah namun tetap terasa hangat dan privat.
Desain ini menggunakan kombinasi material yang kaya akan tekstur untuk memberikan dimensi pada bangunan, seperti adanya aksen bata ekspos dan batu alam. Namun, material wood louvers pada rumah itu menjadi elemen yang paling mencolok. Bukan sebagai estetika saja, material ini berperan sebagai sun shading untuk menyaring cahaya matahari dan menjaga privasi penghuni tanpa menutup sirkulasi udara.
Bentuk atapnya menggunakan model sandar (Lean-to Roof) atau atap miring satu sisi yang bertingkat. Desain ini tidak hanya memberikan tampilan futuristik, tetapi juga sangat fungsional untuk iklim tropis dalam mengalirkan air hujan dengan cepat.
Pada area depan, terdapat dry garden bergaya Jepang yang rapi. Penggunaan jalan setapak batu, lampu taman minimalis, dan tanaman perdu memberikan suasana yang menenangkan (Zen) sebelum memasuki area utama rumah.
Terdapat pula detail jendela berbentuk lingkaran di bagian atas yang memberikan karakter unik dan menjadi vocal point arsitektur. Selain itu, area bagian bawah dirancang terbuka dengan carport yang luas sehingga memberikan kesan lega pada lahan yang ada.
Warna yang dipilih pun menggunakan palet earth tone, yakni putih dan abu-abu beton serta cokelat kayu dan terakota.
5. Tampilan desain ruang keluarga rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani

Kemudian untuk desain interior di bagian ruang keluarga rumah mereka ini menggunakan gaya Modern Japandi. Ruangan ini dirancang untuk menciptakan suasana yang menenangkan, hangat, dan fungsional.
Terdapat sliding glass door berukuran besar sebagai pembatas antara area indoor dan outdoor, di mana kacanya menghadap langsung ke taman samping sehingga ruangan tersebut bisa mendapatkan pencahayaan alami secara langsung dan terkesan lebih segar.
Adapun elemen yang digunakan di ruangan ini dominan material kayu. Pada bagian plafon terdapat panel kayu dengan lampu hidden LED di sekelilingnya, menciptakan suasana dramatis dan mewah. Sementara di bagian lemari TV (credenza) dan rak pajangan menggunakan material kayu berwarna terang dengan tekstur garis-garis (fluted panel) yang menambah dimensi visual.
Untuk pencahayaan tambahannya menggunakan lampu gantung dengan kap anyaman, sehingga memberikan sentuhan seni tradisional sekaligus modern di tengah ruangan. Ada pula penggunaan lampu warm white pada sela-sela rak dan plafon memberikan kesan cozy.
Dekorasi lantainya sendiri menggunakan marmer putih sehingga memberikan kesan bersih dan mewah sekaligus menyeimbangkan kehangatan dari material kayu di bagian atas.
6. Tampilan desain dapur rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani

Desain dapur untuk rumah pasangan ini mengusung perpaduan gaya Modern Minimalis dengan sentuhan Retro-Tropis yang segar. Area ini dirancang dengan sangat fungsional namun tetap memiliki karakter visual yang kuat.
Hal yang paling mencuri perhatian di dapur ini adalah pilihan warnanya yang menggunakan terakota, putih, dan hijau sage. Penggunaan keramik kotak-kotak kecil berwarna terakota memberikan kesan retro dan hangat. Lemari dapurnya pun didominasi warna putih untuk kesan luas, dengan aksen bingkai berwarna hijau sage yang lembut.
Di tengah ruangan tersebut terdapat kitchen island dengan top table bermotif marmer putih dan dilengkapi dengan kursi bar kayu tanpa sandaran yang menghemat ruang dan memperkuat estetika alami. Area ini tentunya berfungsi sebagai meja kerja tambahan sekaligus meja sarapan untuk keluarga kecil Bintang Emon dan Alca Octaviani.
Adapun pencahayaan di ruang ini dirancang berlapis untuk menciptakan suasana yang nyaman. Penggunaan tiga buah lampu gantung dengan desain kap lebar memberikan penerangan terpusat pada area island.
Lampu LED strip yang berada di bawah kabinet atas itu pun tak hanya membantu penerangan untuk Bintang atau Alca ketika hendak memasak, tetapi juga mempertegas tekstur keramik kotak-kotak kecil tersebut.
7. Tampilan desain kamar bayi di rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani

Setelah anak pertama mereka lahir pada 30 September 2025, tentunya keduanya tidak lupa untuk merancang desain untuk kamar bayi. Rencana desain kamar bayinya itu diusung dengan tema Japandi yang terkesan hangat. Kamar tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan yang menenangkan bagi Sabin, anak Bintang Emon dan Alca Octaviani.
Tentunya, tempat tidurnya dirancang nyaman untuk Sabin. Pada bagian ranjang dirancang dengan headboard berbentuk siluet rumah yang memberikan kesan playful dan nyaman. Adapun rangka tempat tidurnya menggunakan material kayu dengan sudut-sudut yang tumpul (curved edges) serta pagar pembatas yang estetik untuk memastikan keamanan Sabin saat tidur.
Salah satu fitur unik adalah area dinding yang dilengkapi dengan gulungan kertas bergambar dan rak alat tulis. Kemudian, di bawah jendela besar, terdapat meja belajar panjang dengan kursi rotan mungil yang disesuaikan dengan ergonomi anak.
Kemudian, pencahayaannya tampak dominan alami, yakni menggunakan jendela besar yang menghadap langsung ke arah ranjang tidur. Bukaan jendela yang luas memungkinkan sinar matahari masuk secara maksimal, menciptakan ruang yang sehat dan terang bagi tumbuh kembang Sabin yang masih bayi.
Adapun di bagian langit-langit terdapat aksen wood slat dengan lampu indirect yang memberikan cahaya lembut saat malam hari, sehingga suasana kamar terasa sangat menenangkan.
Terdapat pula rak buku yang dipasang secara terbuka di dinding agar koleksi buku anak mudah dijangkau serta di area bawah jendela, terdapat laci-laci penyimpanan berwarna pastel untuk merapikan mainan dan perlengkapan bayi agar tidak berantakan.
Menariknya, dinding kamar bayi ini menggunakan wallpaper dengan motif titik-titik halus yang minimalis, sehingga menambah kesan ceria.
8. Tampilan desain gazebo rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani

Tak sebatas ruangan rumah pada umumnya, Bintang Emon dan Alca Octaviani juga menambahkan gazebo di dalam rancangan desain rumahnya.
Rencana desain gazebo ini menjadi perwujudan sempurna dari konsep Japanese Zen Modern. Area ini dirancang sebagai ruang komunal yang tenang, estetis, dan sangat kental dengan nuansa tradisional Jepang yang dikemas secara kontemporer.
Konsep tempat duduknya pun persis seperti di Jepang, yakni Washitu. Inti dari gazebo ini adalah area duduk lesehan dengan meja kayu panjang yang rendah, dikelilingi oleh kursi zaisu (kursi tanpa kaki) berbahan kayu dan rotan. Gazebo ini dibangun di atas panggung kayu (decking) bertingkat yang memberikan dimensi visual dan mempertegas batas area santai.
Terdapat dekorasi dinding berupa ceruk berbentuk lingkaran yang minimalis, memberikan titik fokus yang artistik dan menciptakan bayangan dinamis saat terkena sinar matahari. Kemudian, penggunaan sekat kayu vertikal yang menyerupai pintu shoji memberikan privasi sekaligus memungkinkan aliran udara dan cahaya masuk secara alami ke dalam area gazebo.
Adapun binding bagian belakang mengombinasikan tekstur bata merah ekspos yang hangat dengan fondasi batu alam yang kokoh di bagian bawah, menciptakan harmoni tekstur yang organik. Bagian langit-langitnya pun menggunakan panel kayu berwarna senada dengan lantai, menciptakan kesan ruang yang menyatu dan intim.
Desain gazebo ini memanfaatkan pencahayaan alami secara maksimal. Kisi-kisi kayu di sisi gazebo menghasilkan pola bayangan yang estetik pada dinding dan lantai saat siang hari.
Itulah rangkuman terkait rencana desain rumah Bintang Emon dan Alca Octaviani. Melihat desain dari rumah mereka ini, sepertinya rencana yang diinginkan Bintang Emon hanya menjadi angan-angan saja, ya.
FAQ Seputar Bintang Emon dan Alca Octaviani
| Siapa itu Bintang Emon? | Bintang Emon atau nama lengkapnya Gusti Muhammad Abdurrohman Bintang Mahaputra merupakan komika Indonesia yang mulai aktif sejak tahun 2017 di dunia hiburan tanah air. |
| Siapa itu Alca Octaviani? | Alca Octaviani merupakan istri dari komika Bintang Emon yang kini aktif sebagai dosen di Universitas Bina Nusantara. |
| Kapan Bintang Emon dan Alca Octaviani menikah? | Mereka menikah pada 24 Juli 2022 dan baru dikaruniai anak pertama pada 30 September 2025 lalu. |















-UIVmlq7kXwI6Bb5TYu7bgPwt2LoEiBj4.jpg)


