TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

8 Cara Merawat Rumput Sintetis, Hati-Hati Banyak Kuman Penyakit

Jangan sampai rumput sintetis tidak diperhatikan kebersihannya ya, Ma!

12 Agustus 2022

8 Cara Merawat Rumput Sintetis, Hati-Hati Banyak Kuman Penyakit
Pexels/Mikebirdy

Memiliki hunian yang asri tentu menjadi impian setiap orang. Pasalnya, hunian yang asri membuat suasana rumah lebih nyaman dan menenangkan. Namun, tidak semua orang memiliki lahan yang luas untuk menyulap rumah menjadi hunian yang asri. 

Oleh sebab itu, banyak orang memilih rumput sintetis sebagai alternatif untuk menciptakan hunian yang asri. Salah satu kelebihan dari rumput sintetis, yakni proses perawatannya yang mudah dan cepat.

Apakah Mama ingin atau sedang menggunakan rumput sintetis di rumah? Simak beberapa cara merawat rumput sintetis yang dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber.

Jangan sampai rumput sintetis tidak diperhatikan kebersihannya ya, Ma!

1. Memakai vacuum cleaner

1. Memakai vacuum cleaner
Unsplash/Peterburdon

Rumput sintetis adalah rumput buatan yang menggunakan daya perekat. Salah satu langkah untuk membersihkan kotoran di area rumput sintetis bisa dengan menggunakan vacuum cleaner. 

Vacuum cleaner dapat menghilangkan debu yang menempel di rumput sintetis. Proses pembersihan sebaiknya dilakukan secara berkala, jangan menunggu rumput sintetis kotor. Tak hanya itu, gunakan vacuum cleaner bertekanan rendah agar tidak merusak rumput sintetis. 

2. Memakai deterjen

2. Memakai deterjen
Unsplash/Claybanks

Apabila ada kotoran yang membandel di rumput sintetis, sebaiknya tidak membersihkannya dengan air. Mama hanya perlu menggunakan deterjen untuk menghilangkannya. Lantas, bagaimana caranya?

Mama perlu melarutkan deterjen secukupnya ke dalam air. Kemudian, celupkan spons atau kain ke dalam larutan tersebut dan usapkan pada area rumput sintetis yang kotor. Lakukan berulang hingga kotoran hilang.

3. Menyemprotkan cairan khusus

3. Menyemprotkan cairan khusus
Unsplash/Jeshoots

Berbeda dengan perawatan rumput alami, rumput sintetis justru tidak membutuhkan air. Penggunaan air bisa menyebabkan kerusakan pada rumput sintetis. Oleh karena itu, Mama membutuhkan cairan khusus rumput sintetis yang banyak dijual di pasaran. 

Mama pun tidak perlu menyiramkan cairan khusus tersebut ke area rumput sintetis. Mama hanya perlu menyemprotkannya setidaknya 1-2 bulan sekali. Apabila rumput sintetis digunakan di area terbuka, maka Mama perlu menyemprot setidaknya dua minggu sekali.

Editors' Picks

4. Menyisir serat rumput

4. Menyisir serat rumput
Unsplash/Repuding

Apakah menyisir rambut sama dengan menyisir serat rumput sintetis? Jawabannya ialah iya, namun sisir yang digunakan tentu berbeda. Mama perlu menggunakan penggaruk atau sisir kaku yang terbuat dari plastik.

Proses penyisiran rumput bertujuan untuk merawat rumput sintetis agar terlihat seperti baru dan alami. Mama disarankan menyisir rumput sintetis ke berbagai arah agar terlihat seperti rumput alami. 

5. Memantau rubber granules

5. Memantau rubber granules
Unsplash/Chuttersnap

Apakah Mama cukup mengenal apa itu rubber granules? Rubber granules yang memiliki fungsi peredam agar rumput sintetis tidak mudah aus berada di sela-sela rumput. Bagian ini terbuat dari karet dan perlu dipantau secara berkala. 

Apabila jumlah rubber granules masih banyak, maka itu menandakan rumput sintetis mama masih awet dan bisa digunakan dalam beberapa waktu ke depan.

Sebaliknya, jika jumlah rubber granules sudah semakin sedikit, maka Mama perlu menambahkan rubber granules sesuai kebutuhan sebagai bentuk perawatan dari rumput sintetis. 

6. Mengangkat kotoran pakai pisau

6. Mengangkat kotoran pakai pisau
Unsplash/Bradley_brister

Area rumput sintetis kerap kali dijadikan area beraktivitas bersama keluarga. Akibatnya, rumput sintetis lebih rentan kotor. Remahan makanan maupun permen karet bisa menempel pada rumput sintetis. 

Untuk membersihkan kotoran yang berasal dari makanan, Mama bisa menghilangkannya menggunakan pisau. Mama bisa mengangkat permen karet secara perlahan agar tidak memotong bagian rumput-rumput lainnya. 

7. Memakai cuka untuk hilangkan bau

7. Memakai cuka hilangkan bau
Unsplash/Justinveenema

Apabila memiliki hewan peliharaan di rumah, maka hewan tersebut lebih mudah membuang kotoran di area rumput sintetis, baik buang air kecil maupun buang air besar. Mama tak perlu khawatir karena proses pembersihan kotoran hewan di rumput sintetis cukup mudah. 

Mama hanya perlu menggunakan campuran air dan cuka untuk menghilangkan sisa kotoran dan bau. Biarkan kotoran hewan mengering terlebih dahulu, kemudian angkat dari area rumput. Selanjutnya, semprotkan air dan cuka ke area rumput yang terkena kotoran. 

8. Memakai cairan desinfektan

8. Memakai cairan desinfektan
Unsplash/Ptonchev

Jika anak-anak mama lebih suka beraktivitas di area rumput sintetis, maka perlu memastikan area rumput terbebas dari bakteri atau virus. Hindari mencuci rumput sintetis. Mama hanya perlu cairan desinfektan untuk membersihkan rumput sintetis. 

Walaupun sama-sama berbentuk cairan, air bisa merusak rumput sintetis. Oleh sebab itu, Mama bisa membutuhkan desinfektan untuk merawat dan memastikan rumput selalu bersih. 

Nah Ma, itulah delapan cara merawat rumput sintetis. Cukup mudah, bukan? Bahan-bahan yang digunakan pun lebih mudah didapat, sehingga Mama bisa memastikan area rumput sintetis tetap bersih dan terhindar dari bakteri atau virus.

Selamat mencoba ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk