7 Fakta Bunga Krisan yang Jarang Diketahui, Bisa Dikonsumsi!

Tak hanya indah, bunga krisan bisa dikonsumsi sebagai teh dan pelengkap makanan

8 Juni 2021

7 Fakta Bunga Krisan Jarang Diketahui, Bisa Dikonsumsi
Unsplash/rebeccamatthews

Bunga Chrysanthemum atau biasa dikenal sebagai bunga krisan merupakan salah satu bunga terindah yang tak hanya bisa digunakan sebagai penghias ruangan, tetapi juga bisa dikonsumsi. Tak heran jika bunga satu ini digemari banyak orang. 

Bunga krisan tumbuh dengan indah pada musim gugur. Di mana saat musim gugur akan ada banyak bunga kristan bermekaran di sepanjang jalan, mulai dari yang berwarna kuning, orange dan merah tua yang sekaligus memperindah lingkungan sekitarnya. 

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa fakta menarik dari bunga krisan yang jarang diketahui. Simak yuk, Ma!

1. Tiongkok adalah pelopor bunga krisan

1. Tiongkok adalah pelopor bunga krisan
Unsplash/nanichkar

Ma, bunga krisan memang sudah ada sejak lama. Pada awalnya, bunga ini dibudidayakan di Tiongkok dan pertama kali dicatat pada abad ke-15 sebelum masehi atau lebih dari 3.000 tahun yang lalu. 

Bunga krisan diyakini memiliki khasiat sebagai obat ramuan, seperti akarnya yang direbus bisa digunakan sebagai obat sakit kepala. 

Selain itu, bunga krisan menjadi salah satu dari empat tanaman mulia dalam budaya Tiongkok bersama dengan bunga plum, anggrek dan bambu. Di mana keempat tumbuhan tersebut banyak digunakan dalam lukisan dan puisi kuno serta dianggap mewakili empat musim dan kebajikan manusia. 

Tak hanya itu, bunga krisan juga melambangkan musim gugur dan kemuliaan. 

2. Memiliki berbagai makna

2. Memiliki berbagai makna
Unsplash/jasonsung

Bunga krisan menjadi salah satu bunga yang mudah tumbuh dan ditemukan di hampir setiap negara.

Nah, ternyata bunga ini punya makna yang berbeda di masing-masing negara lho, Ma. 

Di Amerika Serikat, bunga krisan dilambangkan sebagai kegembiraan dan optimisme. Sementara di Jepang, bunga krisan penuh akan simbolik. Bunga satu ini telah digunakan sebagai lambang kaisar selama lebih dari 1.200 tahun dan warga Jepang merayakan Hari Krisan Nasional setiap tanggal 9 September yang juga dikenal sebagai festival kebahagiaan. 

Di Eropa, bunga krisan melambangkan kematian dan kerap kali diberikan pada saat pemakaman atau ditempatkan di kuburan untuk menghormati orang yang meninggal. 

Editors' Picks

3. Ada banyak varian

3. Ada banyak varian
Gilmour.com

Warna yang umum dan populer bagi bunga krisan, yakni emas. Hanya saja sebenarnya bunga krisan ini memiliki banyak varian warna lain seperti kuning, merah, oranye, putih, merah muda serta ungu. 

Tak hanya itu, bunga krisan juga memiliki banyak bentuk yang beragam, seperti tombol yang menjadi bentuk paling umum, anemon, bulu ayam, laba-laba, sendok, dan pompon. 

4. Bunga krisan bisa dikonsumsi

4. Bunga krisan bisa dikonsumsi
Unsplash/kaylamaurais

Mungkin bagi sebagian pecinta teh, sudah tak asing lagi mendengar teh krisan yang menjadi minuman populer dari krisan, tepatnya diolah dari kepala bunga krisan yang kering. Teh ini sangat populer di Tiongkok, bahkan menjadi minuman sehari-hari yang berkhasiat dan menyehatkan lho. 

Selain bunganya, daun krisan juga bisa dimakan dan ditambahkan ke salad atau dimasak seperti sayuran pada umumnya. Akan tetapi, Mama perlu berhati-hati saat memilih krisan untuk dikonsumsi.

Pasalnya, dikhawatirkan tanaman ini telah terkontaminasi pestisida dan bahan kimia yang membuat tanaman ini bahaya untuk dikonsumsi. 

5. Digunakan sebagai insektisida

5. Digunakan sebagai insektisida
Unsplash/onkarphoto

Tak hanya bisa dikonsumsi sebagai teh, bunga krisan juga bisa digunakan sebagai insektisida lho, Ma.

Mungkin sebagian orang sudah pernah mendengar bahwa bunga krisan bisa mengusir serangga yang mengganggu, seperti nyamuk. Namun, menanam beberapa krisan tidak cukup mampu mengusir nyamuk. 

Minyak yang telah diekstrak dari bunga krisan telah digunakan sebagai insektisida atau senyawa untuk membasmi serangga selama berabad-abad.

Jika Mama melihat kata "pyrethrum" dalam daftar komposisi pada semprotan serangga, itu merupakan ekstrak bunga krisan yang menjadi salah satu bahan alami paling populer untuk membasmi serangga. 

6. Bisa bertahan 2 minggu di vas

6. Bisa bertahan 2 minggu vas
Unsplash/_jack_wilson_

Bunga krisan bisa bertahan 2 minggu di dalam vas, namun daunnya lebih cepat mati. Maka dari itu, untuk memastikan umur bunga krisan lebih lama, Mama perlu mencabut daun dari batangnya setelah tanaman dipotong. 

Memotong tanaman diketahui merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan agar tanaman bisa tumbuh kembali dengan indah. 

7. Bisa menghilangkan toksin

7. Bisa menghilangkan toksin
Unsplash/callumskelton

Bunga krisan bisa ditanam di luar maupun di dalam ruangan, Ma.

Nah, jika  ditanam di dalam ruangan, bunga satu ini dapat menghilangkan toksin di udara. Hal tersebut sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh NASA saat tengah meneliti masalah polusi udara. 

Akan tetapi, agar bunga krisan ini bisa tumbuh dengan sempurna, ada baiknya untuk menjauhkan bunga ini dari penerangan buatan atau lampu di malam hari. Selain itu, bunga krisan juga tidak menyukai sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu yang lama. 

Nah, itulah deretan fakta menarik dari bunga krisan yang jarang diketahui orang. Apa Mama tertarik untuk menanam bunga ini di rumah?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.