"Dari studi yang kami lakukan sebenarnya yang mengambil keputusan adalah istrinya, si perempuannya. Jadi memang kami sangat paham bahwa perempuan itu memang pada dasarnya sebagai pengambil keputusan atau memengaruhi keputusan," ujar Anastasia.
TACO Ungkap Tren Interior Rumah Makin Jadi Ruang Ekspresi Diri

Rumah kini dipandang sebagai ruang ekspresi karakter dan gaya hidup, didorong media sosial serta meningkatnya pengetahuan konsumen tentang desain interior.
Perempuan berperan besar dalam keputusan desain dan material rumah, sementara Gen Z serta Gen Alpha semakin aktif mencari referensi dan terlibat menentukan tampilan ruang.
Tren interior bergerak lebih cepat, sehingga TACO rutin memperbarui koleksi. Kolaborasi dengan Palette Studio juga mengeksplorasi material interior menjadi instalasi kreatif.
Tren interior rumah terus berkembang seiring perubahan cara masyarakat memandang hunian. Rumah kini tidak hanya diposisikan sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan karakter, selera, dan gaya hidup penghuninya.
Perubahan tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan media sosial serta meningkatnya pengetahuan konsumen mengenai desain interior. Hal ini disampaikan PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) dalam talkshow TACO at ArtJak 2026 Press Conference yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) di ArtJakarta 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Hadir sebagai narasumber, Anastasia Tirtabudi selaku CMO TACO, Enin Supriyanto selaku Artistic/ Director Art Jakarta, dan Aji Fajar selaku Founder Palette Studio. Dalam kesempatan tersebut, ketiganya membahas kolaborasi TACO dan Palette Studio melalui instalasi The Curiosity Engine sekaligus perubahan tren serta cara konsumen memandang material interior.
Berikut Popmama.com rangkum tren interior rumah yang semakin menjadi ruang ekspresi diri.
Table of Content
1. Perempuan punya peran besar dalam menentukan desain rumah

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Menurut Anastasia Tirtabudi, perempuan memiliki peran besar dalam menentukan berbagai aspek interior rumah, mulai dari desain, warna, hingga merek material yang digunakan. TACO pun melihat perubahan tersebut sebagai salah satu hal penting dalam memahami kebutuhan konsumen di tengah perkembangan industri interior.
Peran tersebut membuat kebutuhan dan preferensi perempuan menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan TACO dalam membaca perubahan perilaku konsumen. Menurut Anastasia, keterlibatan konsumen dalam menentukan tampilan rumah juga semakin berkembang seiring meningkatnya pengetahuan mengenai interior.
"Kalau kita amati generasi-generasi lebih muda, mereka itu sudah semakin paham, semakin melek interior. Jadi otomatis buat kami ini adalah segmen yang sangat penting sih," jelasnya.
2. Media sosial ikut memengaruhi pilihan interior rumah

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Perkembangan media sosial juga membuat tampilan rumah semakin mendapat perhatian. Berbagai aktivitas yang dibagikan melalui media sosial menjadikan sejumlah area di rumah, seperti dapur dan ruang keluarga, turut dipertimbangkan dari sisi visual.
"Untuk tampil di media sosial kita butuh background yang bagus, kita butuh rumah yang bagus. Buat kalau misalnya tutorial masak gitu, pasti background dapurnya itu nggak mungkin biasa aja," kata Anastasia.
Menurutnya, kebutuhan terhadap ruang yang menarik secara visual turut terlihat dari cara masyarakat memilih produk dan desain interior. Rumah pun semakin sering dipandang sebagai bagian dari gaya hidup yang ingin ditampilkan melalui berbagai konten.
"Pertumbuhan perusahaan kami juga memang sejalan dengan semakin berkembangnya dan semakin apresiatifnya konsumen-konsumen, terutama segmen perempuan," lanjutnya.
3. Tren interior bergerak semakin cepat

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Tidak hanya rumah, perubahan tren interior juga terlihat pada berbagai ruang komersial seperti kafe. Anastasia melihat perkembangan tersebut bergerak semakin cepat, sehingga desain interior kini semakin dekat dengan dinamika tren di industri fashion.
"Tren interior itu sangat cepat, semakin mendekati tren fashion. Ya mungkin belum secepat fashion yang setiap tiga bulan itu berganti, tapi interior itu trennya sudah semakin cepat," ungkap Anastasia.
Perubahan tersebut membuat konsumen memiliki semakin banyak referensi ketika menentukan gaya ruang yang diinginkan. TACO pun melakukan pembaruan koleksi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan tren serta kebutuhan konsumen.
"Setiap dua tahun sekali kami selalu update koleksi-koleksi kami, kemudian juga kami selalu diskusi, kami selalu riset untuk mendapatkan sebenarnya tren-tren apa sih, kebutuhan-kebutuhan apa yang dari perusahaan kami bisa jawab," jelasnya.
4. Gen Z dan Gen Alpha makin melek interior

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Perubahan perilaku konsumen juga terlihat dari generasi yang lebih muda. Anastasia Tirtabudi mengatakan Gen Z dan Gen Alpha semakin memiliki pengetahuan mengenai interior serta ingin terlibat dalam menentukan tampilan ruang yang mereka gunakan.
"Semakin knowledgeable, semakin ingin tahu, semakin ingin terlibat dalam mengambil keputusan," tutur Anastasia.
Menurutnya, konsumen yang datang ke showroom TACO tidak hanya berasal dari kalangan desainer, interior, maupun arsitek. Para homeowner juga semakin banyak yang datang untuk mencari referensi dan memahami material sebelum menentukan pilihan untuk hunian.
"Jadi bukan cuma yang punya yang jago desain, interior, ataupun arsitek, tapi justru homeowner. Kenapa? Karena memang mereka semakin mempunyai peran, semakin merasa semakin knowledgeable sebenarnya," ungkapnya.
5. Material interior bisa dieksplorasi menjadi karya kreatif

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Semangat eksplorasi material tersebut turut terlihat melalui instalasi The Curiosity Engine, hasil kolaborasi TACO dan Palette Studio yang dihadirkan di ArtJakarta 2026. Karya ini menggunakan berbagai material TACO, seperti HPL, PVC board, drawer slide, dan acoustic sheet, termasuk material sisa dari proses produksi.
Aji Fajar menjelaskan bahwa material TACO digunakan hingga lebih dari 90 persen dalam instalasi tersebut.
"Material TACO yang kami gunakan di instalasi ini bisa dibilang itu ada 90 persen lebih. Memang penggunaannya mulai dari PVC board, ada HPL, kemudian ada hardware-nya, rel drawers slide," jelasnya.
Eksplorasi tersebut menunjukkan bahwa material yang umum ditemukan dalam kebutuhan interior dapat memiliki tampilan dan pengalaman berbeda ketika digunakan di luar fungsi konvensionalnya. Enin Supriyanto pun menilai batas antara seni, desain interior, dan material industri semakin terbuka dalam praktik seni kontemporer.
"Di praktik seni rupa kontemporer hari ini, batasan-batasan seperti yang lazim dianggap 'ini seni', 'ini wilayahnya desain interior', 'mungkin ini engineering', itu sebenarnya sudah enggak berlaku," terang Enin.
Perubahan cara pandang terhadap interior membuat rumah semakin erat dengan ekspresi personal penghuninya. TACO melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari perubahan perilaku konsumen yang perlu terus dipelajari melalui riset, pembaruan koleksi, serta eksplorasi material dan desain.
Itulah rangkuman tren interior rumah yang semakin menjadi ruang ekspresi diri. Pada akhirnya, menata rumah bukan hanya tentang memilih material dan furnitur yang memiliki fungsi, tetapi juga menciptakan ruang yang terasa dekat dengan karakter, kebutuhan, dan gaya hidup penghuninya.






















