Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima, Kini Hadir di Kampung Apung

3 min read
Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima, Kini Hadir di Kampung Apung
Instagram.com/andien
  • Andien meresmikan Sekolah Anak Percaya kelima di Kampung Apung, Muara Angke, Jakarta Utara, untuk membantu anak-anak menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi sosial dan ekonomi.

  • Program Sekolah Anak Percaya dimulai pada 2022 di Kampung Pemulung, Pondok Kopi, dengan dana awal dari penjualan royalti digital lagu 'Percaya' melalui NFT.

  • Sebelum sekolah di Kampung Apung berjalan, Andien dan tim membangun kepercayaan warga selama sekitar setahun serta menghadapi kendala administrasi kependudukan dan kondisi sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyanyi Andien Aisyah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Kali ini, Andien meresmikan sekolah gratis kelima melalui program Sekolah Anak Percaya yang berlokasi di Kampung Apung, Muara Angke, Jakarta Utara.

Kehadiran sekolah ini menjadi langkah nyata untuk membantu anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, terutama di lingkungan masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi.

Bagi Andien, pendidikan bukan sekadar tempat anak belajar membaca dan menulis, melainkan juga ruang untuk membuka kesempatan dan membangun masa depan.

Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum mengenai Andien bangun sekolah gratis kelima.

Yuk, disimak!

  1. 1. Sekolah Anak Percaya kelima hadir di Kampung Apung, Muara Angke

    Foto Andien 4
    Instagram.com/andien

    Andien kembali memperluas gerakan sosialnya di bidang pendidikan dengan menghadirkan Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung, Muara Angke, Jakarta Utara.

    Sekolah ini menjadi cabang kelima dari program pendidikan gratis yang ia inisiasi untuk membantu anak-anak memperoleh kesempatan belajar. Kampung Apung dikenal sebagai kawasan yang sebagian besar warganya bekerja sebagai pengupas kerang.

    Kondisi lingkungan dan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat setempat turut menjadi perhatian Andien, terutama ketika melihat masih adanya anak-anak yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan.

    Melalui unggahan di media sosial pada Selasa (13/10/2026), Andien menyoroti ketimpangan akses pendidikan yang masih dekat dengan kehidupan masyarakat.

    Ia berharap ruang belajar sederhana tersebut dapat menjadi tempat bagi anak-anak untuk menumbuhkan mimpi tanpa harus dibatasi keadaan.

  2. 2. Berawal dari royalti lagu 'Percaya' yang dijual sebagai NFT

    Foto Andien 2
    Instagram.com/andien

    Program Sekolah Anak Percaya pertama kali diinisiasi Andien pada 2022 di Kampung Pemulung, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Menariknya, pendanaan awal untuk mendirikan sekolah ini berasal dari penjualan royalti aset digital salah satu karya musiknya yang berjudul 'Percaya' melalui NFT atau non-fungible token.

    Dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu (11/10/2026), Andien menceritakan bahwa langkah tersebut bermula ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Hasil penjualan royalti lagu itu kemudian digunakan sebagai modal untuk membangun sekolah gratis.

    Seiring berjalannya waktu, gerakan tersebut terus berkembang hingga mencapai lima lokasi. Perjalanan ini memperlihatkan bagaimana karya musik dapat menjadi sumber dukungan bagi inisiatif sosial, termasuk memperluas kesempatan anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

    Andien pun terus berupaya agar manfaat program ini bisa dirasakan oleh lebih banyak anak yang membutuhkan.

  3. 3. Andien membutuhkan waktu setahun untuk membangun kepercayaan warga

    Foto Andien 3
    Instagram.com/andien

    Mendirikan sekolah gratis di lingkungan baru ternyata membutuhkan proses yang tidak sebentar. Sebelum kegiatan belajar mengajar di Kampung Apung dapat diselenggarakan, Andien bersama timnya menjalani pendekatan kepada masyarakat selama kurang lebih satu tahun sejak Oktober 2025.

    Menurut Andien, tantangan yang dihadapi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemauan untuk bersekolah. Ada pula persoalan lain, seperti administrasi kependudukan dan berbagai kondisi sosial yang membuat akses pendidikan menjadi lebih rumit.

    Andien memilih untuk terlibat langsung dan mencari jalan keluar bersama warga, alih-alih hanya melihat persoalan tersebut dari kejauhan.

    Ia juga menyampaikan harapannya agar sekolah sederhana ini bisa menjadi tempat tumbuhnya mimpi anak-anak yang tidak lagi dibatasi oleh keadaan.

    Baginya, pendidikan memang tidak selalu menjamin kebahagiaan, tetapi dapat membuka lebih banyak kemungkinan dalam kehidupan seseorang.

    Itulah rangkuman mengenai bangun sekolah gratis kelima. Kehadiran Sekolah Anak Percaya kelima menjadi bukti kepedulian Andien terhadap akses pendidikan bagi anak-anak.

    Semoga inisiatif ini dapat membantu mereka belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita tanpa terbatas oleh keadaan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More