Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Aa Hilman Fauzi Jelaskan Posisi Ibu dan Istri, Ini Nasihatnya

Aa Hilman Fauzi Jelaskan Posisi Ibu dan Istri, Ini Nasihatnya
Instagram.com/ahilmanfauzi
  • Aa Hilman Fauzi mengingatkan agar ibu dan istri tidak dibandingkan karena memiliki peran yang berbeda.

  • Setelah menikah, suami wajib memenuhi kebutuhan istri sekaligus tetap berbuat baik kepada orangtua.

  • Pernikahan merupakan proses menyatukan dua pribadi menjadi satu keluarga yang saling menghargai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi seorang laki-laki, sosok ibu dan istri memiliki tempat yang sama-sama penting dalam kehidupan. Setelah menikah, bukan berarti seorang anak laki-laki harus memilih antara berbakti kepada ibu atau membahagiakan istrinya. Keduanya memiliki peran dan kedudukan yang berbeda.

Hal tersebut turut disampaikan oleh Aa Hilman Fauzi melalui sebuah nasihat mengenai hubungan laki-laki dengan ibu, istri, serta keluarga setelah menikah. Pesannya mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga seharusnya tidak diwarnai dengan perbandingan antara ibu dan istri.

Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum mengenai Aa Hilman Fauzi jelaskan posisi ibu dan istri.

Yuk, disimak!

  1. 1. Ibu dan istri memiliki tempat yang berbeda

    Foto Aa Hilman
    Instagram.com/ahilmanfauzi

    Menurut Aa Hilman Fauzi, seorang anak laki-laki akan selalu memiliki ikatan dengan ibunya. Namun, seorang ibu juga memiliki peran penting untuk mengajarkan anak laki-lakinya agar dapat menyayangi dan menghargai istrinya setelah menikah.

    "Sampai kapan pun anak laki-laki itu milik ibunya. Dan ibu yang baik pasti mengajarkan anak laki-lakinya untuk sayang sama istrinya. Maka nanti tidak ada perbandingan antara ibu dengan istri," ucap Aa Hilman Fauzi.

    Pesan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara ibu dan istri seharusnya tidak ditempatkan dalam posisi saling bersaing. Keduanya hadir dengan peran yang berbeda dalam kehidupan seorang laki-laki.

    Ibu merupakan sosok yang telah merawat dan membesarkan anak sejak kecil, sedangkan istri menjadi pasangan yang menemani perjalanan kehidupan setelah pernikahan. Oleh karena itu, seorang laki-laki diharapkan mampu memperlakukan keduanya dengan penuh kasih dan hormat.

  2. 2. Dahulukan kewajiban kepada istri, tetap berbuat baik kepada orangtua

    Foto Aa Hilman 3
    Instagram.com/ahilmanfauzi

    Aa Hilman Fauzi juga mengingatkan tentang perbedaan antara kewajiban kepada istri dan bentuk kebaikan kepada orangtua. Setelah menikah, seorang laki-laki memiliki tanggung jawab baru sebagai suami yang perlu dijalankan dengan baik.

    "Keduanya adalah pintu keberkahan yang harus kamu hadirkan. Memberi kepada istri itu kewajiban. Memberi kepada orangtua itu kebaikan. Berarti dahulukan kewajibanmu, maka Allah akan berikan keberkahan pada kebaikan dirimu," lanjutnya.

    Nasihat ini bukan berarti seorang suami boleh mengabaikan orangtuanya setelah menikah. Sebaliknya, Aa Hilman menekankan pentingnya memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing.

    Ketika sudah berkeluarga, seorang laki-laki memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan istri dan menjalankan perannya sebagai suami. Di sisi lain, berbakti dan memberikan perhatian kepada orangtua tetap menjadi bentuk kebaikan yang perlu dijaga.

  3. 3. Menikah berarti menyatukan dua pribadi menjadi satu keluarga

    Foto Aa Hilman 4
    Instagram.com/ahilmanfauzi

    Lebih lanjut, Aa Hilman Fauzi mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang. Pernikahan juga berarti membangun kehidupan baru dengan membawa dua latar belakang keluarga yang berbeda.

    "Sebagaimana baiknya engkau kepada ibumu, engkau pun harus baik kepada ibunya istrinya. Karena setelah menikah tidak ada bahasa ini ibuku itu ibumu. Menikah itu menyatukan dua aku menjadi satu kita. Itulah rumah tangga," jelas Aa Hilman Fauzi.

    Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setelah menikah, pasangan perlu belajar membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga masing-masing. Bukan hanya suami yang perlu menghormati keluarga istri, tetapi istri juga diharapkan dapat menghargai keluarga suami.

    Itulah rangkuman mengenai Aa Hilman Fauzi jelaskan posisi ibu dan istri. Pada akhirnya, rumah tangga bukan tentang siapa yang harus lebih didahulukan dalam setiap keadaan. Ada kewajiban, tanggung jawab, serta bentuk kasih sayang yang perlu ditempatkan sesuai porsinya. Dengan begitu, hubungan antara pasangan dan keluarga besar dapat berjalan lebih harmonis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More