7 Makanan untuk Autoimun, Bantu Redakan Peradangan pada Tubuh

- Sayuran hijau, protein kaya omega-3, serta lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun disebut mendukung perbaikan jaringan, penyerapan senyawa antiinflamasi, dan regulasi imun.
- Buah serta sayur kaya polifenol membantu menetralkan stres oksidatif, sementara makanan fermentasi non-susu kaya probiotik dikaitkan dengan keseimbangan bakteri baik di usus.
- Madu atau sirup maple dalam porsi secukupnya dapat menggantikan gula rafinasi; kunyit dan jahe mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat dipadukan dengan lemak sehat.
Hidup dengan penyakit autoimun sering bikin kamu ekstra hati-hati soal apa yang masuk ke piring. Pasalnya, sistem imun yang keliru menyerang sel tubuh sendiri dapat dipicu oleh makanan yang kurang tepat bagi tubuh.
Kabar baiknya, ada sederet makanan yang secara alami membantu meredakan peradangan dan mendukung kerja sistem imun.
Penasaran makanan apa saja? Berikut Popmama.com mengulas 7 makanan untuk autoimun. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Sayuran hijau

Pexels/Magda Ehlers Boleh dibilang, sayuran hijau adalah makanan penting untuk autoimun. Melansir Eat Breadless, sayuran seperti swiss chard dan collard greens meraih skor sempurna 1.000 pada Aggregate Nutrient Density Index (ANDI), skala yang mengukur seberapa padat nutrisi suatu makanan.
Keduanya kaya magnesium, vitamin K, kalium, dan antioksidan yang mendukung kesehatan sendi, pembuluh darah, sekaligus regulasi sistem imun.
Mengutip Global Autoimmune Institute, sayuran merupakan salah satu pilar utama pola makan Mediterania yang membantu melawan peradangan.
Jadi, semakin sering kamu menambahkan sayuran hijau pada piring, semakin besar peluang tubuh mendapat asupan yang meredakan, bukan memicu, peradangan.
2. Protein kaya omega-3

Pexels/Anastasia Yudin Selain sayuran, tubuh yang sedang berjuang melawan peradangan juga butuh bahan bakar untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Di sinilah peran protein kaya omega-3 masuk.
Menurut Eat Breadless, protein bersih seperti ayam panggang, kalkun, salmon, hingga falafel berbahan dasar kacang-kacangan menyediakan asam amino yang dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan saat gejala kambuh.
Memilih sumber protein dengan rasio omega-3 dan omega-6 yang seimbang membantu meredam jalur prostaglandin, salah satu pemicu sinyal peradangan dalam tubuh.
Melansir Global Autoimmune Institute, protein sehat seperti ikan termasuk dalam daftar makanan untuk diet Mediterania yang membantu meredakan peradangan.
Bahkan, sebuah studi klinis menemukan bahwa orang dewasa yang rutin mengonsumsi suplemen omega-3 dan vitamin D selama lima tahun memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan psoriasis.
3. Lemak sehat

Pexels/Ivan Vi Uniknya, protein dan sayuran tadi bakal bekerja lebih maksimal jika dipadukan dengan lemak sehat. Alpukat dan minyak zaitun jadi andalan di sini.
Mengutip Eat Breadless, lemak tak jenuh tunggal dari kedua bahan ini membantu tubuh menyerap senyawa anti-inflamasi yang larut dalam lemak, seperti curcumin dan karotenoid, secara lebih optimal.
Alpukat juga menyumbang serat dan kalium yang menjaga kesehatan usus sekaligus tekanan darah, dua hal yang sama-sama penting saat autoimun sedang aktif.
Melansir Global Autoimmune Institute, minyak zaitun extra virgin masuk ke dalam daftar makanan diet Mediterania yang membantu memperbaiki peradangan dalam tubuh.
4. Buah dan sayur kaya polifenol

Pexels/Jacob Yavin Kalau bicara soal rasa manis alami yang tetap bersahabat dengan tubuh, buah dan sayur kaya polifenol layak menjadi pilihan utama.
Blueberry, delima, mangga, hingga persik menyimpan antosianin, asam elagat, dan flavonoid yang bekerja menetralkan stres oksidatif, salah satu pemicu utama parahnya gejala autoimun, sebagaimana dijelaskan Eat Breadless.
Rasa manis alami dari buah-buahan ini juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil tanpa perlu tambahan gula rafinasi.
Mengutip Healthline, buah segar boleh dikonsumsi dalam jumlah moderat pada pola makan Autoimmune Protocol (AIP), asalkan porsinya tetap terjaga agar tidak berlebihan.
5. Makanan fermentasi kaya probiotik

Pexels/RDNE Stock project Selain soal peradangan, kesehatan usus juga menjadi kunci penting bagi penderita autoimun dan di sinilah makanan fermentasi kaya probiotik berperan.
Mengutip Healthline, dalam pola makan Autoimmune Protocol, makanan fermentasi non-susu seperti kombucha, sauerkraut, acar, dan kefir kelapa termasuk kategori yang dianjurkan karena kaya probiotik alami.
Melansir Global Autoimmune Institute, sauerkraut dan acar termasuk dalam daftar makanan yang boleh dikonsumsi dalam diet AIP.
Probiotik dari makanan fermentasi ini dipercaya membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, yang erat kaitannya dengan cara sistem imun bekerja.
6. Pemanis alami

Pexels/Pixabay Buat kamu yang tetap kangen rasa manis, tenang saja, bukan berarti semua pemanis harus dihindari.
Mengutip Healthline, madu dan sirup maple termasuk pemanis alami yang masih diperbolehkan dalam pola makan Autoimmune Protocol, tentu saja dalam jumlah secukupnya.
Mengutip Global Autoimmune Institute, madu dan sirup maple dimasukkan ke dalam daftar makanan yang boleh dikonsumsi selama fase eliminasi diet AIP, sebagai pengganti gula rafinasi yang justru berisiko memicu peradangan lebih lanjut.
Jadi, kalau ingin menambahkan rasa manis ke teh atau oatmeal pagi, pilih pemanis alami ini dibandingkan dengan gula pasir biasa.
7. Campuran kunyit dan jahe

Pexels/Karl Solano Terakhir, ada satu kombinasi yang sering disebut sebagai "senjata rahasia" untuk meredakan peradangan: kunyit dan jahe.
Melansir Eat Breadless, curcumin dalam kunyit dan gingerol dalam jahe termasuk senyawa antiperadangan berbahan alami yang paling banyak diteliti, karena mampu menghambat aktivitas sitokin pro-inflamasi.
Kabar baiknya, seperti disebutkan tadi, curcumin akan lebih mudah diserap tubuh kalau dikonsumsi bersama lemak sehat, jadi memadukan kunyit dan jahe dengan sedikit minyak zaitun bisa jadi cara efektif.
Kamu bisa menambahkannya ke dalam bumbu marinasi, saus, hingga teh hangat agar manfaatnya lebih terasa setiap hari.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 makanan untuk autoimun yang sehat dan kaya nutrisi penting untuk tubuh. Semoga informatif dan bermanfaat!





















