7 Daftar Makanan Penyebab Autoimun, Makanan Olahan Salah Satunya!

- Makanan ultra-proses, termasuk camilan kemasan, fast food, es krim pabrikan, dan daging olahan, dikaitkan dengan gangguan usus, peradangan, serta peningkatan risiko multiple sclerosis.
- Asupan gula tambahan tinggi dikaitkan dengan peningkatan penanda peradangan, komplikasi lupus yang lebih serius, dan risiko rheumatoid arthritis dari minuman manis.
- Daging merah dan protein hewani tinggi berpotensi memperparah peradangan serta komplikasi autoimun; susu belum terbukti kuat memicu peradangan, sementara bukti pemanis buatan masih dominan dari studi hewan.
Pernahkah kamu merasa mudah lelah, sendi terasa ngilu, atau kulit tiba-tiba bereaksi aneh tanpa sebab jelas? Bisa jadi itu tanda sistem imun tubuh sedang mengalami gangguan dan justru menyerang sel-sel sehat milik sendiri.
Kondisi inilah yang dikenal sebagai penyakit autoimun, mulai dari lupus, rheumatoid arthritis, hingga multiple sclerosis. Kabar baiknya, apa yang kamu makan sehari-hari ternyata punya andil besar dalam memicu atau memperparah peradangan di tubuh.
Supaya kamu mulai membatasi porsi makan dan mengonsumsi makanan yang lebih sehat, berikut Popmama.com mengulas 7 daftar makanan penyebab autoimun, melansir dari Nourish. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Produk susu

Pexels/Maiar Saeed Banyak orang buru-buru mencoret susu dari daftar belanja begitu didiagnosis autoimun, dengan asumsi susu otomatis bikin tubuh makin meradang. Penelitian terkini justru belum menemukan bukti kuat bahwa susu menyebabkan peradangan.
Bahkan, sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa penderita radang sendi tidak mengalami perburukan gejala setelah mengonsumsi produk susu, dan studi lain pada 2022 juga menunjukkan penderita penyakit radang usus tidak lebih sering intoleran laktosa daripada orang pada umumnya.
Meski begitu, pola makan Autoimmune Protocol (AIP), yaitu diet eliminasi ketat yang biasa dijalani sebagian penderita autoimun, tetap merekomendasikan untuk menghindari susu untuk sementara waktu.
2. Makanan olahan

Pexels/Beth Fitzpatrick Kalau bicara soal makanan ultra-proses seperti camilan kemasan, makanan cepat saji, sampai es krim pabrikan, ini benar-benar patut diwaspadai.
Jenis makanan ini rendah serat namun tinggi lemak dan bahan tambahan, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan usus sekaligus memicu peradangan.
Sebuah riset tahun 2023 menemukan bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-proses berkaitan dengan meningkatnya risiko multiple sclerosis.
Sebaliknya, pola makan yang kaya bahan segar dan minim proses justru dikaitkan dengan risiko multiple sclerosis yang lebih rendah. Jadi, semakin sering kamu jajan kemasan instan, semakin besar pula beban kerja yang diterima sistem imun.
3. Alkohol

Pexels/Anete Lusina Nah, ini yang menarik: hubungan alkohol dengan autoimun ternyata tidak sesederhana alkohol itu jahat. Konsumsi berlebihan memang dikenal bersifat pro-inflamasi dan berisiko memicu autoimun.
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah ringan hingga sedang justru dikaitkan dengan penurunan risiko dan keparahan beberapa penyakit autoimun, termasuk rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan lupus.
Batas moderat yang dimaksud adalah 1 gelas per hari untuk perempuan dan 2 gelas per hari untuk laki-laki. Beberapa peneliti bahkan menyebut anggur merah berpotensi bermanfaat berkat kandungan polifenolnya.
Meski begitu, tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil keputusan soal alkohol, ya, karena setiap kondisi autoimun bisa bereaksi berbeda.
4. Gula

Pexels/Towfiqu barbhuiya Kalau ada satu bahan yang paling sering disebut sebagai biang keladi peradangan, gula tambahan alias refined sugar adalah salah satu tersangka utamanya. Asupan gula tinggi terbukti meningkatkan penanda peradangan sekaligus berdampak buruk pada kesehatan usus.
Salah satu studi tahun 2020 bahkan menemukan bahwa penderita lupus yang banyak mengonsumsi gula mengalami komplikasi yang lebih serius dibandingkan dengan mereka yang asupan gulanya rendah.
Belum lagi, minuman manis seperti soda dikaitkan dengan meningkatnya risiko rheumatoid arthritis. Jadi, mulai kurangi gula bukan cuma demi berat badan, tapi juga demi sistem imun yang lebih tenang.
5. Pemanis buatan

Wikimedia Commons/Flyingbikie (Robert Lynch, Melbourne/Australia) Demi menghindari gula, banyak orang beralih ke pemanis buatan seperti sukralosa, stevia, atau aspartam. Sayangnya, langkah ini bukan tanpa risiko.
Pemanis buatan terbukti menurunkan jumlah bakteri baik di usus, dan karena kesehatan usus erat kaitannya dengan fungsi imun, sejumlah peneliti menduga pemanis buatan berperan dalam munculnya kondisi autoimun seperti tiroiditis Hashimoto.
Perlu dicatat, temuan ini masih banyak berasal dari penelitian pada hewan, sehingga riset pada manusia masih sangat dibutuhkan untuk memastikan hubungan ini. Namun, tak ada salahnya mulai bijak memilih pemanis, kan?
6. Daging merah

Pexels/Los Muertos Crew Suka steak atau rendang setiap minggu? Mungkin saatnya sedikit direm. Pola makan tinggi protein hewani berpotensi meningkatkan peradangan dan memperparah komplikasi autoimun.
Sebuah penelitian tahun 2012 bahkan menemukan bahwa asupan tinggi protein hewani berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit radang usus sekaligus kekambuhannya.
Secara spesifik, daging merah terbukti memperburuk peradangan pada kondisi seperti rheumatoid arthritis. Sebagai gantinya, protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil justru bersifat anti-inflamasi dan lebih ramah untuk penderita autoimun.
7. Daging olahan

Pexels/Engin Akyurt Terakhir, ada daging olahan seperti sosis, nugget, ham, dan bacon yang sebenarnya menggabungkan dua dosa sekaligus, yaitu tinggi protein hewani sekaligus masuk sebagai kategori makanan ultra-proses.
Berdasarkan temuan yang sama soal makanan ultra-proses dan protein hewani tinggi, jenis makanan ini berisiko mendorong peradangan dan mengganggu keseimbangan bakteri usus, dua faktor yang erat kaitannya dengan perkembangan penyakit autoimun.
Kalau kamu penggemar berat sosis goreng atau nugget kemasan, coba mulai kurangi porsinya dan ganti sesekali dengan sumber protein yang lebih segar dan minim proses.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 daftar makanan penyebab autoimun. Semoga informatif dan bermanfaat!





















