7 Cara Menyimpan Telur agar Tidak Pecah, Jangan Taruh di Pintu Kulkas

Simpan telur di karton asli dan letakkan di bagian dalam kulkas agar lebih aman.
Hindari menumpuk dan menjauhkan telur dari benda berat untuk mencegah pecah.
Gunakan wadah khusus dan lakukan pengecekan rutin untuk menjaga kualitas telur.
Telur adalah bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur karena praktis dan bergizi. Namun, teksturnya yang rapuh membuat telur mudah pecah jika tidak disimpan dengan benar. Selain merugikan secara ekonomi, telur yang pecah juga berisiko terkontaminasi bakteri dan tidak layak dikonsumsi.
Agar telur tetap utuh dan kualitasnya terjaga, penting untuk mengetahui cara penyimpanan yang tepat. Dengan penanganan yang benar, telur bisa lebih awet dan aman digunakan kapan saja.
Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum beberapa cara menyimpan telur agar tidak pecah.
Yuk Ma, disimak!
Deretan Cara Menyimpan Telur agar Tidak Pecah
1. Simpan telur di dalam karton aslinya

Menyimpan telur dalam karton bawaan menjadi cara paling aman untuk menjaga cangkangnya tetap utuh. Karton dirancang khusus untuk menahan benturan ringan dan menjaga posisi telur agar tidak saling bertabrakan.
Selain itu, karton juga membantu melindungi telur dari perubahan suhu yang drastis. Hindari memindahkan telur ke wadah terbuka tanpa pelindung karena risiko terguling dan pecah akan lebih besar, terutama saat disimpan bersama bahan makanan lain.
2. Letakkan di bagian dalam kulkas dan bukan di pintu

Banyak orang menyimpan telur di rak pintu kulkas, padahal area ini sering mengalami perubahan suhu akibat sering dibuka tutup. Perubahan suhu dapat membuat cangkang lebih rentan retak dan kualitas telur menurun.
Sebaiknya simpan telur di bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil. Dengan begitu, telur tidak mudah bergeser dan lebih terlindungi dari getaran yang bisa menyebabkan pecah.
3. Simpan dengan posisi ujung runcing di bawah

Posisi penyimpanan telur juga berpengaruh pada ketahanannya. Simpan telur dengan ujung runcing di bagian bawah agar kantong udara tetap berada di atas. Cara ini membantu menjaga struktur dalam telur tetap stabil.
Selain itu, posisi ini juga membuat telur tidak mudah berguling di dalam wadah. Dengan posisi yang lebih stabil, risiko telur terbentur dan pecah pun dapat diminimalkan.
4. Hindari menumpuk telur terlalu banyak

Menumpuk telur dalam jumlah banyak memang terlihat lebih praktis, tetapi justru bisa meningkatkan risiko kerusakan. Telur yang berada di bagian bawah akan menerima tekanan dari telur di atasnya, sehingga cangkangnya bisa retak bahkan tanpa benturan yang keras.
Selain itu, tekanan yang terus-menerus juga dapat membuat struktur telur melemah seiring waktu. Sebaiknya susun telur dalam satu lapisan atau gunakan rak khusus yang memiliki sekat.
Dengan cara ini, setiap telur memiliki ruang yang cukup dan tidak saling menekan, sehingga risiko pecah bisa diminimalkan.
5. Jauhkan dari bahan makanan berat

Telur termasuk bahan yang sangat sensitif terhadap tekanan dari luar. Menyimpannya berdekatan dengan benda berat seperti botol kaca, panci, atau wadah makanan besar dapat meningkatkan risiko pecah, terutama saat kulkas dibuka dan ditutup.
Getaran kecil yang terjadi secara berulang juga bisa menyebabkan retakan halus pada cangkang tanpa disadari.
Oleh karena itu, penting untuk menempatkan telur di area yang aman dan terpisah dari barang berat. Mengatur isi kulkas dengan rapi akan membantu menjaga telur tetap stabil dan tidak mudah tergeser.
6. Gunakan wadah khusus telur jika perlu

Jika karton asli sudah rusak atau tidak lagi digunakan, Mama bisa beralih ke wadah khusus telur.
Wadah ini biasanya dilengkapi dengan sekat-sekat yang dirancang untuk menjaga setiap telur tetap pada posisinya dan tidak saling berbenturan.
Selain memberikan perlindungan ekstra, wadah khusus juga membuat tampilan kulkas menjadi lebih rapi dan terorganisir. Pilih wadah yang memiliki penutup agar telur terlindungi dari tekanan dan benturan dari luar. Dengan penyimpanan yang lebih stabil, risiko telur pecah bisa ditekan secara signifikan.
7. Periksa kondisi telur secara berkala

Memeriksa kondisi telur secara rutin merupakan langkah penting yang sering diabaikan. Telur yang mengalami retak kecil bisa saja tidak langsung terlihat, tetapi berpotensi menjadi sumber kontaminasi bagi telur lainnya.
Jika ditemukan telur yang retak, sebaiknya segera dipisahkan dan digunakan secepat mungkin. Jangan mencampurnya kembali dengan telur yang masih utuh.
Dengan melakukan pengecekan berkala, Mama bisa memastikan semua telur tetap dalam kondisi baik, aman dikonsumsi, dan tidak merusak kualitas telur lain di dalam penyimpanan.
Itulah deretan cara menyimpan telur agar tidak pecah. Menyimpan telur dengan cara yang tepat tidak hanya mencegahnya pecah, tetapi juga menjaga kualitas dan keamanannya.
Dengan langkah sederhana, Mama bisa memastikan telur tetap utuh dan siap digunakan kapan saja.
FAQ Penyimpanan Telur
| Apakah telur boleh disimpan di pintu kulkas? | Sebaiknya tidak, karena suhu di pintu kulkas sering berubah dan dapat memengaruhi kualitas telur. |
| Berapa lama telur bisa disimpan di kulkas? | Telur segar umumnya bisa bertahan hingga 3–5 minggu jika disimpan dengan benar. |
| Apakah telur yang retak masih bisa digunakan? | Bisa, tetapi sebaiknya segera dimasak dan tidak disimpan terlalu lama untuk menghindari kontaminasi. |


















