5 Gaya Berhubungan Intim Favorit Sepanjang Masa, Pernah Coba?

Meski banyak yang baru, namun gaya berhubungan klasik tetap jadi favorit

25 Juli 2019

5 Gaya Berhubungan Intim Favorit Sepanjang Masa, Pernah Coba
Freepik/Yanalya

Saat melakukan hubungan intim, tak jarang pasangan suami istri penasaran untuk mencoba melakukan posisi dan gaya baru. Namun lagi-lagi, yang menjadi favorit tetap adalah yang klasik alias itu-itu saja, ya.

Meski terkesan biasa, namun gaya berhubungan intim ini selalu menjadi kesukaan para pasangan suami istri dan bahkan mungkin akan dilakukan setiap momen bercinta.

Apakah gaya berhubungan intim klasik ini juga menjadi favorit Mama dan Papa? Yuk simak rangkuman informasinya berikut ini seperti dirangkum Popmama.com:

1. Posisi misionaris

1. Posisi misionaris
Pexels/Rawpixel.com

Posisi misionaris adalah salah satu gaya bercinta klasik yang jadi favorit pasangan suami istri. Ya, misionaris menjadi posisi dasar dalam melakukan penetrasi, sehingga disukai karena simpel, Ma.

Selain mudah dilakukan, posisi misionaris juga disukai karena dianggap bisa mendekatkan pasangan karena terhubung dengan tatapan dan sentuhan karena saling berhadapan.

Tapi jangan salah, Ma. Meskipun terkesan biasa, namun posisi misionaris juga bisa dimodifikasi agar terkesan berbeda. Salah satunya adalah dengan modifikasi legs up alias kaki diangkat.

Saat melakukan penetrasi dengan posisi misionaris biasa, cobalah untuk mengangkat salah satu kaki ke atas bahu suami. Jika bisa, coba juga angkat kedua kaki Mama. Posisi misionaris modifikasi ini juga pasti akan disukai oleh suami.

Selain itu, gaya misionaris juga bisa dimodifikasi dengan menambah sanggahan di panggul Mama. Misalnya dengan menggunakan bantal kecil. Sanggahan ini membantu membuat penetrasi akan terasa lebih dalam.

Baca juga:

2. Posisi doggy style

2. Posisi doggy style
Freepik/Yanalya

Pada dasarnya, keintiman saat berhubungan intim tidak hanya didapat dengan posisi berhadapan lho, Ma. Salah satunya dengan melakukan gaya doggy style.

Posisi doggy style mengharuskan Mama berada dalam posisi merangkak atau berbaring telungkup (sesuaikan dengan kemampuan dan kelenturan tubuh). Setelah itu, penetrasi dilakukan dari belakang.

Dalam melakukan posisi ini, diperlukan kenyamanan dari kedua pihak. Jika salah satunya merasa tidak rileks, maka bukan tidak mungkin justru akan terasa canggung dan tidak nyaman.

Tapi jika Papa dan Mama sudah rileks, posisi doggy style ini sebenarnya juga bisa membantu menambah penetrasi semakin dalam, lho.

Bahkan tak cuma dilakukan di atas kasur, gaya doggy style juga bisa dilakukan di tepi tempat tidur. Sebagian besar ahli meyakini bahwa melakukan gaya doggy style bisa meningkatkan peluang istri mendapatkan orgasme karena posisi penetrasinya yang dalam.

Editors' Picks

3. Posisi woman on top

3. Posisi woman on top
Pexels/Pixabay

Posisi woman on top menjadi salah satu gaya yang paling disukai oleh para suami. Ini karena penetrasi yang dilakukan menambah sensasi luar biasa, tanpa perlu upaya yang besar.

Saat melakukan posisi ini, nilai lebihnya Mama juga bisa menentukan sendiri bagaimana kedalaman penetrasi yang benar-benar terasa nyaman. Dengan begitu, orgasme pun berpeluang lebih besar bisa didapatkan.

Supaya gaya woman on top bisa dilakukan dengan maksimal, lakukan dengan ritme lambat terlebih dahulu. Selain bisa membantu menemukan posisi yang pas, melakukan penetrasi dengan lambat juga mencegah Mama kelelahan.

Nilai bonusnya, Papa pun bisa lebih menikmati momen kedekatan bersama Mama, yang tentunya mendekatkan hubungan batin dan menambah kebahagiaan, ya.

Tapi jangan lupa, saat melakukan posisi woman on top, tetap kendalikan gerakan Mama, ya. Sebab posisi ini disebut-sebut juga bisa berbahaya jika dilakukan dengan tidak berhati-hati. Salah satu efeknya adalah suami bisa mengalami fraktur penis alias penis patah.

4. Posisi spooning

4. Posisi spooning
Freepik/Senivpetro

Saat tubuh sedang terasa agak lelah namun tetap ingin melakukan hubungan intim, posisi spooning bisa menjadi pilihan ideal. Posisi spooning ini dilakukan sambil berbaring menyamping, Ma.

Bahkan disebut-sebut juga bahwa posisi ini membantu meningkatkan hormon oksitosin saat Mama dan Papa merasa benar-benar nyaman melakukannya.

Spooning dilakukan dengan cara Mama berbaring ke samping membelakangi Papa. Sesuaikan tinggi tubuh agar penetrasi bisa dilakukan dari belakang. Biasanya posisi Papa akan lebih turun sedikit dibandingkan dengan Mama.

Setelah menemukan posisi penetrasi yang pas, pelukan dari belakang pun bisa dilakukan oleh Papa untuk menambah keintiman.

Meskipun posisi ini dilakukan tanpa berhadapan, namun bukan berarti tidak bisa mengurangi keintimannya lho, Ma. Meski tidak bisa saling melihat wajah, namun belaian dan sentuhan juga tetap bisa meningkatkan kedekatan dan kenyamanan pasangan suami istri.

Baca juga: Posisi Ideal Hubungan Intim agar Tidak Mudah Lelah

5. Posisi reverse cowgirl

5. Posisi reverse cowgirl
Freepik/Yanalya

Posisi cowgirl sebenarnya mirip dengan woman on top, yakni posisi istri berada di atas. Hanya saja agak berbeda sensasinya, Ma.

Jika pada posisi woman on top Mama berhadapan dengan Papa, maka untuk melakukan gaya reverse cowgirl Mama melakukan sebaliknya. Posisinya seperti duduk membelakangi Papa.

Posisi ini diyakini dapat memberikan sensasi luar biasa karena penetrasinya terasa berbeda dan lebih dalam juga.

Agar tidak terasa canggung, lakukan dengan perlahan dan cobalah penetrasi dangkal terlebih dahulu untuk menemukan posisi nyaman bagi Mama serta Papa. Setelah dirasa nyaman, intensitas penetrasi kemudian bisa disesuaikan dengan kesukaan Mama.

Peluang orgasme pada istri pun disebut-sebut akan menjadi lebih besar karena sudut penetrasinya lebih menekan klitoris. Berminat mencoba, Ma?

Di antara gaya-gaya berhubungan intim klasik ini, mana yang menjadi favorit Mama dan Papa nih?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;