Tak Cuma Mama, Ini Pentingnya Sosok Papa Bagi Tumbuh Kembang Anak

Baik anak laki-laki maupun perempuan, keberadaan Papa bisa memberi dampak besar

9 Juli 2019

Tak Cuma Mama, Ini Penting Sosok Papa Bagi Tumbuh Kembang Anak
Unsplash/Steven Van Loy

Dalam rumah tangga, orang tua memiliki perannya masing-masing. Jika Papa bertugas untuk mencari nafkah, maka Mama berperan untuk menjaga dan mengurus kebutuhan rumah, termasuk mengurus anak.

Namun demikian, bukan berarti lantas Papa tidak perlu terlibat langsung dalam tumbuh kembang anak lho, Ma. Justru Papa juga berperan penting dalam hal ini.

Dilansir Parents, sebuah penelitian baru dari Michigan State University, yang diterbitkan dalam jurnal Early Childhood Research Quarterly dan Infant and Child Development, menemukan hubungan yang kuat antara suasana hati para ayah dan kesehatan mental anak.

Dengan kata lain, bahkan tak cuma keberadaan, tetapi perilaku, ucapan dan mood dari Papa juga turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Ini berarti Papa perlu lebih memerhatikan lagi tingkat stres dan bagaimana bersikap saat di rumah, tepatnya saat sedang berada di dekat anak. Yuk simak informasi lengkapnya seperti dirangkum Popmama.com berikut:

1. Pentingnya sosok Papa bagi tumbuh kembang anak

1. Penting sosok Papa bagi tumbuh kembang anak
Unsplash/Derek Owens

Dalam studi di Michigan State University tersebut, dilakukan pengamatan terhadap 730 keluarga, terutama yang berpenghasilan rendah dan memiliki tingkat stres tinggi terkait pola asuh anak.

Dengan menggunakan kuesioner, para peneliti menentukan bahwa ketika sosok ayah secara signifikan tertekan dan menunjukkan gejala depresi, sang anak cenderung memiliki masalah pada perkembangan bahasa dan kognitif.

Menurut Psychology Today, stres yang berhubungan dengan pola asuh dari Papa cenderung lebih berdampak pada masalah perkembangan bahasa anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Bahkan ketika pengaruh positif dari ibu diperhitungkan, suasana hati dan tingkat stres  ayah juga masih penting.

Peneliti utama dari Michigan State University, Claire Vallotton, PhD, menyebutkan hasil penelitian ini menepis teori bahwa ayah tidak memiliki peran besar dalam proses tumbuh kembang anak.

Sebelum lebih diterima bahwa ibu adalah sosok yang lebih berperan dalam situasi belajar dan tumbuh kembang anak, terutama dari ibu yang sepenuhnya berada di rumah.

“Tapi di sini studi kami menunjukkan bahwa ayah juga benar-benar memiliki efek langsung pada anak-anak, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang," ungkap Vallotton.

Para peneliti menyebut sejauh ini sebagian besar belum memahami bahwa stres dan kurang aktif dalam proses belajar anak turut menyebabkan munculnya keterlambatan kognisi dan masalah perilaku.

Jadi, yuk Pa lebih banyak mengambil waktu untuk ikut serta dalam proses belajar anak. Tanyakan bagaimana harinya hari ini dan ajak anak bermain serta belajar dengan cara yang menyenangkan.

Editors' Picks

2. Dampak peran serta Papa bagi anak laki-laki

2. Dampak peran serta Papa bagi anak laki-laki
Unsplash/Boxed Water is Better

Studi mengungkap ada perbedaan dampak yang dihasilkan jika ayah mau turut serta ‘terjun’ dalam kehidupan anak laki-laki atau perempuannya.

Sebagai contoh, para peneliti di Universitas Oxford melaporkan bahwa anak laki-laki yang memiliki ayah aktif dalam pengasuhan cenderung tidak bermasalah saat beranjak remaja.

Menurut para ahli, sosok ayah yang baik dapat menjadi panutan positif bagi anak laki-lakinya. Hal ini juga turut membantu anak dalam berperilaku lebih sopan, serta memiliki kesadaran yang lebih baik terhadap perasaan dan emosi.

Namun, orang lain selain ayah kandung dari anak laki-laki juga tetap dapat memberikan pengaruh yang bermanfaat. Terutama bagi single parent, peran ini bisa dilakukan oleh paman, kakek atau teman baik.

3. Dampak peran serta Papa bagi anak perempuan

3. Dampak peran serta Papa bagi anak perempuan
Unsplash/Juliane Lieberman

Jika pada anak laki-laki peran serta ayah bisa memberikan contoh yang baik, maka manfaat ini juga bisa didapat oleh anak perempuan, Ma.

Menurut penelitian dari Vanderbilt University, anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dan positif dengan ayah mereka selama lima tahun pertama kehidupannya cenderung mencapai pubertas lebih lambat, jika dibandingkan dengan anak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya.

Selain itu, peneliti Oxford University juga mencatat bahwa anak perempuan yang lebih banyak melibatkan sosok ayah cenderung lebih jarang menghadapi masalah kesehatan mental di kemudian hari.

Jangan ragu juga untuk memuji anak perempuan ya, Pa! Pujian dan kekaguman yang tulus dari seorang ayah dapat membantu anak perempuannya tumbuh menjadi perempuan yang lebih mandiri dan percaya diri.

Untuk mendapatkan manfaat ini, jangan lupa berikan kesempatan bagi Papa untuk menghabiskan waktu khusus dengan anak-anak ya, Ma. Terutama jika sehari-harinya Papa sibuk bekerja dan jarang bisa bermain dengan si Kecil.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!