Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal Usul Tradisi Memberi Bunga Mawar, Simbol Romantis yang Mendunia
Pexels/RDNE Stock Project
  • Tradisi memberi bunga mawar memiliki sejarah yang berasal dari peradaban kuno dan memiliki makna tersendiri.

  • Mawar menjadi simbol cinta melalui budaya dan tradisi yang berkembang selama berabad-abad.

  • Makna bunga mawar terus berkembang dan digunakan dalam berbagai momen penting hingga sekarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memberikan bunga mawar kepada orang tersayang telah menjadi tradisi yang dikenal di berbagai belahan dunia. Mawar identik dengan ungkapan cinta, kasih sayang, hingga penghargaan terhadap seseorang.

Namun, di balik kebiasaan romantis tersebut ternyata tersimpan sejarah panjang yang berawal dari mitologi kuno, berkembang pada masa kerajaan Eropa, hingga akhirnya menjadi simbol universal dalam menyampaikan perasaan.

Berikut Popmama.com merangkum beberapa fakta menarik mengenai asal usul tradisi memberi bunga mawar.

Yuk, disimak!

1. Berawal dari mitologi Yunani dan Romawi Kuno

Pexels/RDNE Stock Project

Tradisi mengaitkan bunga mawar dengan cinta dipercaya berasal dari mitologi Yunani dan Romawi Kuno. Dalam berbagai kisah, bunga mawar merah dikaitkan dengan Aphrodite, dewi cinta dalam mitologi Yunani, dan Venus dalam mitologi Romawi.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, salah satu legenda menceritakan bahwa mawar merah menjadi lambang cinta, kecantikan, dan pengorbanan setelah dikaitkan dengan kisah cinta Aphrodite dan Adonis.

Seiring berkembangnya kebudayaan Yunani dan Romawi, mawar tidak hanya digunakan sebagai hiasan, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang dalam berbagai upacara dan karya seni.

Makna tersebut terus diwariskan hingga menjadi salah satu simbol cinta yang dikenal di seluruh dunia.

2. Populer berkat "bahasa bunga" pada era Victoria

Pexels/Gustavo Fring

Dilansir dari Smithsonian Magazine, pada abad ke-19, tradisi memberi bunga mawar semakin populer di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Victoria.

Saat itu berkembang konsep floriography atau "bahasa bunga", yaitu cara menyampaikan pesan melalui bunga ketika ungkapan perasaan secara langsung dianggap kurang sopan. Setiap warna mawar memiliki arti berbeda.

Mawar merah melambangkan cinta sejati, mawar putih melambangkan ketulusan, mawar merah muda menunjukkan rasa kagum, sedangkan mawar kuning kini identik dengan persahabatan. Tradisi ini membuat bunga mawar menjadi media komunikasi yang penuh makna.

3. Kini menjadi momen universal di tiap perayaan penting

Pexels/Polina Tankilevitch

Saat ini, bunga mawar tidak hanya diberikan kepada pasangan saat Hari Valentine. Mawar juga digunakan sebagai ungkapan rasa terima kasih, ucapan selamat, permintaan maaf, hingga penghormatan pada acara tertentu.

Makna yang fleksibel membuat mawar tetap menjadi bunga paling populer di berbagai budaya.

Perkembangan industri florist dan budaya populer turut memperkuat posisi mawar sebagai simbol universal. Film, sastra, hingga media sosial ikut mempertahankan citra mawar sebagai bunga yang mampu menyampaikan emosi tanpa perlu banyak kata.

Tradisi memberi bunga mawar bukan hanya sekadar kebiasaan romantis, tetapi juga warisan budaya yang telah bertahan selama berabad-abad. Menurutmu, apakah bunga mawar masih menjadi cara terbaik untuk mengungkapkan perasaan di era modern?

Curated For You

Editorial Team

Related Article