"Kami sudah berkomunikasi (dengan pemerintah) dan walaupun awalnya aku nggak berencana mengambil jalur hukum, kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut terus, ya aku mungkin sebaiknya nggak diam aja kayak dulu," tegas Aurelie dalam video YouTube tersebut.
Aurelie Moeremans Diancam setelah Rilis Broken Strings ke Publik

- Aurelie Moeremans mempertimbangkan jalur hukum dan berkomunikasi dengan pemerintah terkait ancaman intimidasi yang mengganggunya.
- Adanya bukti baru dari masa lalu yang berkaitan dengan pengalaman pahit Aurelie Moeremans, meskipun belum diputuskan untuk keperluan hukum atau tidak.
- Aurelie Moeremans tetap fokus pada tujuan utamanya. Ia ingin edukasi dan kesadaran masyarakat terkait bahaya child grooming setelah mendapatkan ancaman serta intimidasi.
Aurelie Moeremans merilis vidio terbarunya pada 24 Januari 2026 di YouTube pribadinya terkait ancaman, intimidasi, dan keraguan setelah merilis Broken Strings ke publik. Dalam videonya, Aurelie menjelaskan kalau dirinya sempat memilih diam saja terkait reaksi publik atas perilisan bukunya.
Seiring berjalannya waktu, Broken Strings mendapatkan intimidasi yang mengganggu kehidupan Aurelie. Ia pun memilih tidak diam saja dan serius dalam menanggapi hal tersebut.
Berikut Popmama.com telah merangkum Aurelie Moeremans yang mendapatkan ancaman setelah rilis Broken Strings ke publik secara lebih detail.
Yuk, disimak informasi selanjutnya!
1. Berkomunikasi dengan pemerintah dan mempertimbangkan jalur hukum

Aurelie Moeremans menjelaskan kalau salah satu opsi untuk menempuh jalur hukum sudah dipertimbangkan dengan baik. Hal tersebut menjadi keputusannya saat mendapatkan ancaman intimidasi yang berjalan secara terus-menerus. Hal tersebut tidak mudah bagi Aurelie karena awalnya ia memilih untuk bungkam saja.
Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Aurelie memutuskan untuk bergerak dan berkomunikasi dengan pemerintah. Langkah tersebut untuk merespons intimidasi yang sudah cukup mengganggu Aurelie.
2. Muncul bukti baru dari masa lalu

Aurelie Moeremans mendapatkan kejutan setelah Broken Strings rilis di publik. Ia tidak menduga kalau beberapa orang yang di masa lalunya menghubungi dan memberikan bukti-bukti yang selama ini tidak di tangan Aurelie.
Bukti-bukti tersebut berkaitan erat dengan pengalaman pahit Aurelie berupa child grooming. Bukti baru ini pun menjadi angin segar bagi Aurelie, meskipun ia belum memutuskan akan memanfaatkannya untuk keperluan hukum atau tidak.
"Semenjak buku aku keluar, ada beberapa orang yang kontak aku dan kasih aku bukti-bukti yang tadinya aku nggak punya. Mungkin itu bisa jadi pertanda, kita lihat saja nanti," ungkapnya.
3. Memilih fokus edukasi dan kesadaran masyarakat

Di saat Aurelie Moeremans mendapatkan ancaman, intimidasi, dan keraguan, Aurelia tetap pada tujuan utamanya ketika merilis Broken Strings. Tujuannya untuk membuat masyarakat sadar akan bahayanya child grooming yang bisa saja mengintai kita.
Aurelie merasa senang ketika tahu kalau bukunya dapat bermanfaat bagi orangtua dan anak terkait tanda-tanda bahaya child grooming. Dampak positif tersebut ia rasakan dan sebagai bentuk edukasi.
"Tapi tujuan utama aku mengeluarkan buku ini tetap untuk membuat perubahan. Jadi kalau misalnya buku aku bisa bikin orang lebih paham tentang child grooming, orangtua bisa lebih waspada, anak muda jadi lebih ngerti pola-polanya, pesan aku sudah sampai. Aku sudah melakukan apa yang sudah aku lakukan," jelasnya dengan tegas.
Nah, itulah penjelasan terkait Aurelie Moeremans yang mendapatkan ancaman setelah rilis Broken Strings ke publik. Semoga kita semakin sadar dan waspada terkait tanda-tanda child grooming ya, Ma.


-SF6ZC5tqorpHiE4eWnLcTF0tfdMKvHhp.png)















