Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Hubungan Badan di 10 Malam Terakhir Ramadan, Bolehkah?
Pexels/Thirdman

Tidak terasa, bulan suci Ramadan sebentar lagi berakhir, dan momentum ini sebaiknya kita maksimalkan bersama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Di 10 hari terakhir bulan Ramadan ini juga ditandai dengan datangnya malam lailatul qadar. Umat Muslim seharusnya dapat mengerjakan ibadah dengan sebaik mungkin.

Tentu, ada amalan yang Rasulullah lakukan di 10 hari terakhir Ramadan, salah satunya dengan tidak berhubungan badan dengan istri.

Kira-kira apa lagi amalan yang bisa Mama dan Papa kerjakan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah? Berikut Popmama.com merangkum informasinya tentang bolehkah berhubungan di 10 malam terakhir ramadan secara lebih detail. 

Sebaiknya Tidak Berhubungan Intim di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan

Unsplash/Aditya Anzaroktavian

Dilansir dari NU Online, selama 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW selalu 'mengencangkan gamisnya'.

Maksud dari 'mengencangkan gamis' ini menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahih al-Bukhari ialah memisahkan diri dari istri-istrinya.

'Mengencangkan gamisnya' artinya adalah memisahkan diri dari istri-istri beliau (tidak menggauli mereka).

Diajurkan Membangunkan Keluarga untuk Ibadah Malam

Pexels.com/Thirdman

Selain itu, berdasarkan pada hadis di atas, hal-hal yang Rasulullah SAW lakukan selama malam-malam 10 hari terakhir Ramadan ialah menghidupkan sisa malam yang ada.

Rasullullah memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, khususnya iktikaf guna menyambut datangnya lailatul qadar. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Aisyah RA dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, yang artinya:

"Sesungguhnya Rasulullah melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau juga beriktikaf setelah beliau wafat."

Melakukan Salat Malam Bersama Keluarga

Freepik/freepik

Bulan Ramadan memang merupakan bulan istimewa bagi umat Muslim. Banyak orang berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah sebaik-baiknya, dan inilah yang Rasulullah contohkan juga.

Demi menghidupkan malam-malam di 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah membangunkan anggota keluarganya untuk melaksanakan salat malam. Setelah melaksanakan salat malam, barulah ia dan para istrinya melaksanakan iktikaf.

Nah, itu tadi informasi mengenai bolehkah berhubungan di 10 malam terakhir ramadan. Semoga bisa menjadi contoh bagi Mama dan Papa, ya.

Editorial Team