Dinamika hubungan rumah tangga memang tak selalu manis dan berjalan mulus. Ada kalanya suami marah kepada istri, begitu juga sebaliknya.
Semua pasangan memiliki kesulitannya masing-masing untuk bisa berkompromi dalam hidup berumah tangga. Marah memang menjadi salah satu perasaan yang bisa dirasakan oleh semua manusia.
Namun, dalam Islam terdapat beberapa adab yang harus istri lakukan ketika suaminya marah, yaitu:
- Hindari kata-kata kasar berserta ancaman
Adab istri ketika suaminya sedang marah yang perlu diperhatikan ialah menghindari kata-kata kasar. Apalagi yang bisa menyakitkan hati ataupun menciptakan sebuah ancaman. Marah dengan nada yang tinggi memang terkadang tak bisa dihindari oleh suami. Maka dari itu, hendaknya istri juga bisa menahan emosi agar tak membalasnya dengan kata-kata kasar.
- Jangan katakan "cerai' atau menalak
Melontarkan kata cerai ketika sedang marah dapat dianggap sah. Oleh karena itu, kata tersebut tidak boleh diucapkan secara sembarangan.
Sekecewa apa pun istri pada saat suaminya marah, janganlah sebut kata cerai. Rasulullah SAW bahkan pernah mengingatkan bahwa:
Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak, dan rujuk," (HR. Abu Daud).
- Jangan mengungkit-ungkit masa lalu
Mengungkit masa lalu adalah hal yang sering terjadi ketika pasangan sedang berselisih paham. Dalam adab istri ketika suaminya marah, Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis shahih yang berbunyi:
Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita." Mereka bertanya, "Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Disebabkan kekufuran mereka." Ada yang bertanya kepada beliau, "Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?" Beliau menjawab, "(Tidak, melainkan) mereka kufur pada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, 'Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu'," (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka dari itu, berhati-hatilah mejaga ucapan ketika suami sedang marah kepada istri. Janganlah membahas suatu hal yang sudah terjadi di masa lampau, sesungguhnya hal tersebut tiada manfaatnya.
Menahan hawa nafsu dalam keadaan sedang berselisih paham memang sulit. Namun, hal tersebut tetap harus dikendalikan, karena pada dasarnya hanya diri sendirilah yang bisa mengatur emosi tersebut.
Dalam adab istri ketika suami marah, tahanlah nafsu untuk melampiaskan emosi secara berlebihan. Berdasarkan hadis dari HR. Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW pernah bersabda yang bunyinya:
Orang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah," (HR. Bukhari dan Muslim).
- Curhatlah kepada Allah SWT
Salah satu adab istri ketika suami sedang marah, yakni dianjurkan untuk merendamkan emosi dirinya dengan berwudhu dan salat sunnah. Setelah melaksanakan salat, curhatlah mengenai masalah yang terjadi kepada Allah SWT.
Sesungguhnya tak ada tempat berkeluh kesan yang terbaik selain kepada Sang Pencipta. Hal ini tertuang dalam Q.S Al- Baqarah Ayat 153 yang berbunyi:
يا ايها الذين امنوا استعينوا بالصبر والصلاة ان الله مع الصابرين
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar," (Q.S Al- Baqarah Ayat 153).
- Saling membersi nasihat dengan berdiskusi
Apabila Mama bisa melihat emosi dari suami sudah mereda, kamu bisa kembali membuka pintu komunikasi dengan suami. Diskusikanlah hal yang menjadi penyebab masalah dengan kepala dingin dan mengesampingkan ego.
Jelaskan kepada suami hal apa yang tidak berkenan ia lakukan ketika sedang marah. Pada dasarnya komunikasi memang menjadi hal terpenting dalam hubungan. Maka dari itu, cobalah berbicara kembali saat suasananya telah mereda,
Nah Ma, itulah hukum suami tidur dengan keadaan marah dalam Islam. Semoga informasi ini bisa menjadi pengetahuan untuk hubungan rumah tangga mama, ya.