Mengenal 5 Apology Language, Bahasa untuk Ungkapkan Permohonan Maaf

Yuk, ungkapkan permohonan maaf yang tulus dari hati!

6 Juni 2021

Mengenal 5 Apology Language, Bahasa Ungkapkan Permohonan Maaf
Freepik/Racool_studio

Mirip dengan konsep love language atau bahasa cinta, bahasa permintaan maaf atau apology language adalah bagaimana cara seseorang untuk mengungkapkan permintaan maaf, lebih dari sekedar kata-kata "saya minta maaf" saja. 

Kita dan orang-orang di sekitar, terhubung dengan cara yang berbeda. Bagi Mama, mungkin kalimat "saya minta maaf, saya yang salah." rasanya sudah cukup. Namun untuk orang lain, kalimat tersebut bisa saja terasa 'kosong' dan dangkal untuk menyelesaikan konflik. 

Apology languages dikenal setelah Gary Chapman, PhD, menulisnya dalam buku The Five Languages of Apology bersama Jennifer Thomas. Pada dasarnya Gary mengatakan bahwa apology languages adalah cara kita menyampaikan atau menunjukkan maaf. 

Nah Ma, penasaran dengan 5 apology languages? Kali ini Popmama.com telah merangkumnya dari berbagai sumber. 

Disimak ya Ma! 

1. Mengungkapkan penyesalan 

1. Mengungkapkan penyesalan 
Freepik/Shurkin-son

Bahasa permintaan maaf ini menunjukkan bahwa Mama telah menyesal karena telah menyakiti hatinya. 

Misalnya, Mama bisa mengatakan, "Aku sangat malu, karena telah berbicara buruk tentang kamu di depan teman-teman kita". 

Perlihatkan ekspresi yang menunjukkan bahwa Mama sudah benar-benar menyesal, apalagi karena telah berbuat salah. Jika ekspresi Mama datar, bisa-bisa ia menganggap permintaan maaf ini tidak tulus dan dilakukan karena terpaksa saja. 

Editors' Picks

2. Mengaku salah dan mau menerima konsekuensi 

2. Mengaku salah mau menerima konsekuensi 
Freepik/yanalya

Penyesalan biasanya selalu diikuti dengan konsekuensi atas perbuatan buruk yang telah dilakukan. Pada kesempatan ini sebaiknya Mama mengakui kesalahan dan tunjukkan sikap bahwa Mama siap menerima konsekuensi tersebut. 

“Aku salah karena telah melakukan hal buruk padamu. Aku memang tidak pantas dimaafkan!” 

Pada dasarnya kalimat diatas adalah bentuk rasa putus asa Mama yang ingin sekali dimaafkan. Namun, saat ini Mama hanya bisa pasrah apakah akan dimaafkan atau tidak. 

3. Berjanji tidak akan mengulanginya lagi 

3. Berjanji tidak akan mengulangi lagi 
Freepik/karlyukav

"Aku sangat menyesal. Kedepannya, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengulanginya lagi!" 

Ini bukan sekedar janji manis yang bisa diingkari sewaktu-waktu, lho Ma! Dengan berjanji, seseorang ingin kembali dipercaya bahwa ia akan berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi. 

Selain itu, Mama juga menyadari bahwa kesalahan ini dapat memberikan dampak buruk yang besar terhadap hubungan yang telah lama kalian jalin. Tunjukkan permintaan maaf dari Mama dengan mengatakan kalimat ini setulus mungkin. 

4. Berani bertanggung jawab 

4. Berani bertanggung jawab 
Freepik/halayalex

Bertanggung jawab, adalah salah satu cara untuk minta maaf dan menebus kesalahan. Mama dapat mengatakan sesuatu seperti, 

"Maaf, aku telah mempermalukanmu di depan teman-teman kita. Lain kali, aku akan lebih bijaksana sebelum berbicara," 

Dengan bertanggung jawab, Mama dapat dipercaya, dihormati, dihargai, dan disenangi orang lain. Sebab Mana berani mengakui kesalahan dan mau mengubahnya dengan tindakan yang lebih baik. Hal ini mengingatkan kita untuk selalu bertindak lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu. 

5. Memohon maaf dengan sungguh-sungguh 

5. Memohon maaf sungguh-sungguh 
Freepik/cookie_studio

"Apakah kamu mau memaafkanku, walaupun aku sudah mengecewakanmu?” 

Cara terbaik untuk meminta maaf, tentu saja dengan memohon pada orang yang telah disakiti untuk memaafkan kesalahan Mama. 

Singkirkan semua ego dan rasa gengsi. Daripada terus-menerus adu argumen dan menyangkal dari semua kesalahan yang telah Mama lakukan. 

Nah Ma, itulah 5 apology language atau bahasa untuk meminta maaf. Yuk, terapkan untuk menunjukkan penyesalan Mama terhadap teman atau pasangan. 

Baca Juga

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.