Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/Freepik
Intinya sih...
  • Menjaga tekanan darah, meski tubuh terasa baik-baik saja
  • Mengurangi gula tambahan dan mengatur jam makan membantu mengelola gula darah
  • Rutin kontrol yang tepat menjaga kesehatan tubuh
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau terhenti, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen.

World Health Organization (WHO) menyebut stroke sebagai salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas jangka panjang di dunia. Kerusakan otak akibat stroke bisa terjadi dalam waktu singkat dan sering kali berdampak permanen.

Banyak penyintas stroke harus menghadapi keterbatasan gerak, bicara, hingga kehilangan kemandirian. Sayangnya, stroke kerap dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang usia lanjut.

Padahal, kebiasaan sehari-hari sejak usia produktif sangat memengaruhi risikonya. Mama atau Papa mungkin tidak menyadari bahwa hal-hal kecil di rumah dapat berperan besar.

Berikut, Popmama.com akan menjelaskan 9 cara mencegah stroke agar tetap sehat hingga usia lanjut. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Table of Content

1. Menjaga tekanan darah, meski tubuh terasa baik-baik saja

1. Menjaga tekanan darah, meski tubuh terasa baik-baik saja

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/Freepik

Banyak Mama dan Papa merasa tidak perlu mengecek tekanan darah karena tubuh terasa sehat dan jarang sakit. Padahal, tekanan darah tinggi sering naik perlahan tanpa menimbulkan gejala apa pun.

Kondisi ini membuat pembuluh darah bekerja lebih keras setiap hari tanpa disadari. Jika berlangsung lama, dinding pembuluh darah bisa melemah dan mudah mengalami gangguan.

Inilah alasan hipertensi sering baru terdeteksi setelah muncul masalah serius. Pemicunya sering berasal dari kebiasaan yang terlihat sepele, seperti makanan asin, lauk instan, dan kurangnya aktivitas fisik.

Mama bisa mulai dengan mengurangi garam saat memasak dan membatasi makanan olahan. Dengan mengecek tekanan darah secara rutin juga membantu mengetahui kondisi tubuh lebih awal.

2. Tidak menganggap sepele gula darah yang mulai naik

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/xb100

Gula darah yang tinggi tidak hanya berdampak pada diabetes, tetapi juga memengaruhi kesehatan pembuluh darah. Saat kadar gula terus berada di atas normal, pembuluh darah menjadi lebih kaku dan mudah rusak.

Aliran darah ke otak pun tidak lagi seoptimal seharusnya. Sayangnya, kondisi ini sering diabaikan karena tidak langsung menimbulkan keluhan. Dengan kontrol yang tepat, pembuluh darah tetap terjaga kesehatannya.

Kebiasaan minum manis, camilan tinggi gula, dan jadwal makan yang tidak teratur berperan besar dalam hal ini. Jika dibiarkan, risiko stroke bisa meningkat tanpa terasa.

Mama dan Papa bisa mulai dengan mengurangi gula tambahan secara bertahap. Mengatur jam makan dan tetap aktif bergerak juga membantu tubuh mengelola gula darah lebih baik.

3. Lebih bijak memilih makanan sehari-hari

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/jcomp

Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala sehingga kerap dianggap bukan masalah mendesak. Padahal, kolesterol jahat dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan mempersempit jalannya darah.

Proses ini terjadi perlahan dan sering tidak disadari selama bertahun-tahun. Jika sumbatan terbentuk, aliran darah ke otak bisa terganggu. Inilah salah satu pemicu utama stroke iskemik.

Pola makan sehari-hari sangat memengaruhi kondisi ini, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan camilan olahan sering menjadi pilihan praktis di rumah.

Mama bisa mulai menggantinya dengan bahan makanan segar dan cara masak yang lebih sehat. Tidak perlu langsung berubah drastis, cukup dikurangi perlahan tapi konsisten. Ini akan sangat membantu Mama dalam mengolah masakan.

4. Tetap bergerak meski waktu terasa terbatas

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/Freepik

Kesibukan sering membuat Mama dan Papa merasa tidak punya waktu untuk berolahraga. Setelah bekerja dan mengurus rumah, tubuh terasa lelah dan ingin langsung beristirahat.

Padahal, terlalu lama duduk dapat memperlambat aliran darah. Kebiasaan ini meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah. Jika dibiarkan, dampaknya bisa terasa di kemudian hari.

Aktivitas fisik tidak harus selalu berat atau menyita waktu lama seperti berjalan kaki, naik tangga, atau peregangan ringan di rumah sudah memberi manfaat.

Mama dan Papa bisa menyelipkan gerak kecil di sela rutinitas harian, karena yang terpenting adalah konsistensi, bukan intensitas. Dengan tubuh yang lebih aktif, risiko stroke dapat ditekan secara alami.

5. Berhenti merokok demi kesehatan jangka panjang

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/Freepik

Merokok berdampak langsung pada kesehatan pembuluh darah. Zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menyempit dan mudah rusak. Aliran darah ke otak pun menjadi tidak lancar.

Risiko stroke meningkat, bahkan pada usia yang relatif muda. Dampaknya tidak selalu langsung terasa, tetapi terus menumpuk. Berhenti merokok memang bukan hal mudah, terutama jika sudah menjadi kebiasaan lama.

Namun, manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu relatif singkat. Peredaran darah membaik dan tekanan darah mulai menurun. Bagi Papa yang merokok, keputusan ini juga melindungi Mama dan si Kecil dari asap rokok.

6. Membatasi alkohol, bukan menganggapnya kebiasaan aman

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/wayhomestudio

Alkohol sering dianggap sebagai pelengkap saat bersantai atau berkumpul. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu irama jantung. Kedua kondisi ini berkaitan erat dengan risiko stroke.

Jika berlangsung lama, dampaknya bisa semakin serius. Tubuh pun bekerja lebih keras dari seharusnya. Sebaiknya mulai lebih sadar terhadap jumlah dan frekuensi konsumsi alkohol.

Mengurangi secara bertahap jauh lebih realistis daripada langsung berhenti total. Minuman yang lebih sehat bisa menjadi alternatif saat ingin bersantai. Kebiasaan ini membantu menjaga keseimbangan tubuh.

7. Menjaga berat badan tanpa cara ekstrem

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/rawpixel.com

Berat badan berlebih sering datang perlahan tanpa disadari. Padahal, kondisi ini berkaitan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Kombinasi tersebut meningkatkan risiko stroke secara signifikan.

Semakin lama dibiarkan, semakin besar risikonya dan tubuh pun menjadi lebih mudah lelah. Mama dan Papa tidak perlu menjalani diet ketat yang menyiksa. Lebih baik fokuslah pada kebiasaan yang bisa dijalani dalam jangka panjang.

Mengatur porsi makan dan memilih makanan lebih sehat sudah sangat membantu. Ditambah dengan aktivitas fisik ringan, berat badan bisa lebih terkontrol. Tubuh yang lebih seimbang akan terasa manfaatnya sehari-hari.

8. Mengelola stres sebelum berdampak pada tubuh

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/jcomp

Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Saat stres, hormon dalam tubuh meningkat dan tekanan darah bisa ikut naik seperti pola tidur dan makan pun sering terganggu.

Jika terjadi terus-menerus, risiko stroke dapat meningkat. Sayangnya, stres sering dianggap hal biasa. Mama dan Papa perlu memberi ruang untuk beristirahat secara mental.

Contohnya meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan, kemudian tidur cukup, melakukan hobi, atau sekadar menarik napas dalam bisa membantu. Kesehatan mental yang terjaga turut melindungi kesehatan fisik.

9. Rutin memeriksakan kesehatan sebelum terlambat

9 Cara Mencegah Stroke agar Tetap Sehat hingga Usia Lanjut
Freepik/pressfoto

Banyak orang baru memeriksakan kesehatan saat tubuh sudah terasa tidak nyaman. Padahal, pemeriksaan rutin membantu mendeteksi risiko stroke sejak dini.

Tekanan darah, gula darah, dan kolesterol bisa diketahui sebelum menimbulkan gejala. Dengan begitu, pencegahan dapat dilakukan lebih cepat. Ini memberi peluang untuk menjaga kualitas hidup.

Sebaiknya menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebiasaan, bukan kewajiban saat sakit. Konsultasi rutin membantu memahami kondisi tubuh secara menyeluruh.

Dari sini, langkah pencegahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tubuh pun terasa lebih terkontrol dan terawat. Ini adalah bentuk kepedulian pada diri sendiri dan keluarga.

Mencegah stroke bukan tentang perubahan besar yang terasa berat, melainkan tentang keputusan kecil yang diulang setiap hari. Dengan kesehatan yang terjaga, Mama dan Papa bisa tetap aktif dalam menjalani aktivitas bersama keluarga.

Demikianlah pembahasan mengenai 9 cara mencegah stroke agar tetap sehat hingga usia lanjut. Semoga bermanfaat, ya, Ma, Pa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

6 Alat Terapi Stroke yang Bisa Dicoba di Rumah

07 Feb 2026, 10:13 WIBLife