6 Cara Tepat Meminta Maaf kepada Pasangan setelah Bertengkar

Permintaan maaf yang tulus dari hati dapat memperbaiki keutuhan rumah tangga

28 Juli 2021

6 Cara Tepat Meminta Maaf kepada Pasangan setelah Bertengkar
Freepik/drobotdean

Pada dasarnya pernikahan adalah tentang saling memahami dan melengkapi. Oleh karenanya, saat terjadi konflik rumah tangga, kita harus bisa berbesar hati untuk memohon maaf dan memaafkan pasangan.

Meminta maaf memang terdengar mudah, namun cukup sulit saat dipraktikkan. Terutama jika pada saat itu Mama dalam posisi yang bersalah.

Ingatlah, setiap manusia tentunya tak luput dari kesalahan. Demi memperbaiki hubungan keluarga, kita tidak perlu gengsi untuk minta maaf. 

Nah, jika Mama masih bingung bagaimana cara meminta maaf yang benar setelah bertengkar dengan pasangan, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa langkahnya. 

Disimak dengan baik ya! 

1. Tentukan waktu yang tepat untuk meminta maaf

1. Tentukan waktu tepat meminta maaf
Freepik/pressfoto

Jangan berasumsi bahwa pasangan kita akan berbesar hati untuk memaafkan, terlepas dari situasi dan kondisinya. Tanpa disadari mungkin kesalahan yang akan Mama lakukan bisa sangat menyakiti hatinya. 

Oleh karena itu, berilah dia waktu untuk menenangkan diri sejenak. Ketika sudah menemukan waktu yang tepat, kemudian bisa langsung beri tahu alasannya kenapa Mama ingin meminta maaf

2. Akui setiap ucapan atau perbuatan kita yang telah menyakiti hatinya 

2. Akui setiap ucapan atau perbuatan kita telah menyakiti hatinya 
Pexels/Tima Miroshnichenko

Katakan kepada pasangan betapa Mama sangat menyesali setiap ucapan dan perbuatan yang telah melukai hatinya. Akuilah bahwa hal tersebut salah. 

Ungkapkan kalimat penyesalan yang tulus dari hati, seperti "Aku harap bisa memutar kembali waktu dan memperbaiki kesalahan yang sudah kulakukan." 

Selain itu, katakan bahwa Mama telah merenungkannya dalam-dalam, sehingga ke depannya bisa lebih memahami perasaan pasangan.  

Editors' Picks

3. Beritahu padanya apa rencana Mama untuk memperbaiki situasi ini 

3. Beritahu pada apa rencana Mama memperbaiki situasi ini 
agapeher.com

Ada hal-hal yang memang sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa diperbaiki. Namun, asalkan Mama memiliki niat yang tulus untuk memperbaiki keadaan, maka suami akan tersentuh dan sangat menghargainya. 

Jika memungkinkan, lakukan semua yang kita bisa untuk mengembalikan situasinya seperti semula. Biarkan suami yang memutuskan apakah ia akan menerima permintaan maaf tersebut atau tidak. 

4. Berjanjilah bahwa Mama tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi 

4. Berjanjilah bahwa Mama tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi 
Pexels/Ketut Subiyanto

Permintaan maaf sebaiknya diikuti dengan janji untuk berubah. Katakan bahwa Mama menyesal dan tidak akan melakukan hal tersebut untuk seterusnya. 

Sekadar ucapan maaf saja, hanya akan terdengar seperti alasan untuk menghindari situasi ini. Pasangan kita tidak akan merasakan ketulusan tersebut. 

5. Ungkapkan permintaan maaf yang tulus

5. Ungkapkan permintaan maaf tulus
rebelcircus.com

Setelah mengakui kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya, ungkapkan permintaan maaf yang tulus dari hati. 

Namun, jangan langsung emosi apabila ia belum mau memaafkan. Suami pun perlu waktu untuk menenangkan diri. Sambil menunggunya, beri ia perhatian-perhatian kecil untuk menunjukkan sebuah rasa penyesalan. 

6. Ungkapkan permintaan maaf lewat surat dengan tulisan tangan

6. Ungkapkan permintaan maaf lewat surat tulisan tangan
Freepik/lookstudio

Sepucuk surat dengan tulisan tangan bisa bermakna romantis dan mencerminkan ketulusan. Surat berisi permohonan bisa jadi pengingat agar Mama tidak akan melakukan kesalahan yang sama. 

Selain itu, karena ada pernyataan tertulis artinya Mama telah berjanji untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. 

Nah Ma, itulah beberapa cara untuk meminta maaf kepada pasangan. Semoga suami mau berbesar hati untuk membuka pintu maaf bagi istrinya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.