5 Cara Membedakan Permintaan Maaf yang Tulus dan Tidak

Perhatikan tutur katanya, apakah dia benar-benar tulus?

28 Mei 2021

5 Cara Membedakan Permintaan Maaf Tulus Tidak
Freepik/karlyukav

Budaya untuk minta maaf dan mengakui kesalahan tampaknya telah hilang akhir-akhir ini. Saat ini orang-orang mengucapkan permintaan maaf hanya untuk menghindari situasi yang menyulitkan mereka. Hal tersebut justru kita sulit membedakan apakah permintaan maaf tersebut tulus atau tidak tulus. 

Padahal permintaan maaf yang tulus dapat memperbaiki luka emosional dari seseorang yang menyakiti hatinya. Sebaliknya, permintaan maaf yang tidak tulus dapat merusak atau bahkan mengakhiri suatu hubungan. 

Nah Ma, penasaran bagaimana cara membedakan permintaan maaf yang tulus dan tidak? Dilansir dari liveabout, kali ini Popmama.com telah merangkum perbedaannya. 

Yuk, diperhatikan dengan baik!

1. Permintaan maaf yang tulus berisi kata "maaf" 

1. Permintaan maaf tulus berisi kata "maaf" 
Freepik/shurkin_son

Permintaan maaf yang tulus haruslah mengandung kata-kata "Saya minta maaf" di dalamnya. Kemudian jelaskan masalah yang terjadi dan ungkapkan kalimat penyesalan. 

Misalnya saja, "Saya minta maaf, kemarin anak saya tidak sengaja memecahkan kaca mobil kamu.” 

Ungkapan ini penting karena menandakan seseorang berani mengakui kesalahan dan mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Tanpa menunjukkan rasa penyesalan, permintaan maaf tidak ada artinya. 

Editors' Picks

2. Permintaan maaf yang tidak tulus diikuti pembelaan diri 

2. Permintaan maaf tidak tulus diikuti pembelaan diri 
Freepik/yanalya

Apakah seseorang pernah meminta maaf kepada Mama, tetapi kemudian ia langsung membela diri. Pertama, dia berbuat salah, kemudian minta maaf lalu menjelaskan kenapa dia melakukan hal itu pada Mama? 

Misalnya seperti, "Maaf aku membicarakanmu di belakang. Namun, kenyataannya semua yang aku katakan itu adalah fakta!" 

Permintaan maaf yang seperti ini dilakukan hanya karena terpaksa. Dia sama sekali tidak menyesal telah berbuat kesalahan terhadap Mama. Ketika hal ini terjadi, sebaiknya Mama pergi saja. Tak ada gunanya mendengar permintaan maaf yang tidak tulus. 

3. Permintaan maaf yang tulus tidak diikuti dengan kata "Jika" 

3. Permintaan maaf tulus tidak diikuti kata "Jika" 
Freepik/wayhomestudio

Sampai sekarang, masih banyak orang yang meminta maaf dengan kalimat seperti ini: 

"Maaf jika aku menyinggung perasaanmu. Kemarin itu hanya bercanda saja kok!" 

Dia tahu ucapan dan perbuatannya telah menyinggung Mama. Namun, disisi lain ia juga ragu apakah ia benar-benar harus minta maaf karena hal sepele ini. Akhirnya dia pun mencoba untuk minta maaf, meskipun terdengar tidak tulus. 

Ketika dia menambahkan kata "jika" setelah meminta maaf. Sebetulnya dia hanya mencoba meringankan masalah ini untuk dirinya sendiri, dan bukan mencoba untuk memperbaiki hubungan di antara kalian. 

4. Permintaan maaf yang tidak tulus, hanya ingin masalahnya cepat beres 

4. Permintaan maaf tidak tulus, ha ingin masalah cepat beres 
Freepik

Saat meminta maaf, beberapa orang mungkin berpikir bahwa masalahnya sudah selesai dan kalian dapat kembali berteman lagi. Pada kenyataannya, memaafkan adalah langkah pertama untuk memperbaiki hubungan seperti sediakala. Mama masih perlu waktu untuk mengatasi rasa sakit itu. 

Permintaan maaf mungkin memang bisa memperbaiki hubungan. Namun, tetap saja tidak akan bisa menghapus apa yang terjadi di antara kalian. 

Anggaplah permintaan maaf sebagai langkah awal untuk mendapatkan kembali kepercayaan seseorang. Ketika dia melakukan hal yang sangat buruk terhadap Mama, tentu saja ia harus menebus kesalahannya. 

5. Permintaan maaf yang tulus dilakukan di waktu dan tempat yang tepat 

5. Permintaan maaf tulus dilakukan waktu tempat tepat 
Freepik

Kesalahan terbesar ketika seseorang meminta maaf, yakni dia terlambat dan kehilangan kesempatan untuk dimaafkan. 

Ketika dia terus menunda untuk minta maaf, masalah ini mungkin akan diselesaikan secara sepihak. Tak menutup kemungkinan hubungan ini akan berakhir. Meski begitu, terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali, bukan? 

Selain itu, meminta maaf juga harus dilakukan di tempat yang tepat. Jika berbuat salah terhadap sekelompok orang, dia harus meminta maaf di depan mereka semua.

Setelahnya, luangkan waktu untuk bicara dengan anggota kelompok tersebut satu persatu secara pribadi. Sebaliknya jika ini adalah masalah pribadi, sebaiknya bicarakan saja berdua tanpa adanya pihak ketiga. 

Nah Ma, itulah cara membedakan permintaan maaf yang tulus dan tidak. Semoga Mama selalu menjalin hubungan yang harmonis dengan orang-orang di sekitar Mama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.