Kronologi Kasus Child Grooming yang Dialami Aurelie Moeremans

- Aurelie Moeremans mengalami proses grooming sejak usia 15 tahun oleh pria dewasa berusia 29 tahun yang bermula di lokasi syuting.
- Hubungan tersebut diwarnai manipulasi, isolasi dari keluarga, hingga paksaan menikah tanpa restu orangtua yang berujung pada kekerasan (KDRT).
- Aurelie Moeremans berhasil mendapatkan pembatalan nikah dari gereja pada 2020, namun kasus ini kembali memanas di tahun 2026 setelah perilisan memoarnya dan bantahan dari pihak laki-laki.
Dunia hiburan tanah air kembali dikejutkan dengan pengakuan aktris Aurelie Moeremans lewat memoar digitalnya, Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Buku yang dirilis pada Oktober 2025 ini mengupas tuntas trauma masa lalunya sebagai korban child grooming.
Aurelie merilis kisah ini bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya manipulasi oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umur. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bahwa tanda-tanda grooming sering kali tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitar.
Nah, berikut Popmama.com telah merangkum kronologi kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans.
Yuk, disimak!
1. Awal pertemuan dengan perbedaan usia yang jauh

Kisah pilu ini bermula pada tahun 2009, saat Aurelie Moeremans baru berusia 15 tahun. Di sebuah lokasi syuting iklan, Aurelie bertemu pertama kali dengan laki-laki yang dalam bukunya disamarkan dengan nama "Bobby" (diduga kuat sebagai Roby Tremonti), yang saat itu sudah berusia matang, yakni sekitar 29 tahun.
Perbedaan usia yang sangat jauh ini menjadi celah bagi pelaku untuk memulai aksinya. Dalam memoarnya, Aurelie menjelaskan bagaimana pelaku mulai memanipulasi psikologisnya secara perlahan namun intens, membuatnya merasa bergantung secara emosional kepada sosok pria dewasa tersebut.
Tak berhenti di situ, pelaku mulai menerapkan kontrol ketat terhadap kehidupan pribadi Aurelie. Mulai dari mengatur gaya berpakaian agar sesuai keinginannya, hingga membatasi komunikasi Aurelie dengan dunia luar, termasuk menjauhkannya dari keluarga intinya sendiri.
2. Tekanan nikah paksa dan trauma kekerasan

Puncak manipulasi terjadi pada tahun 2011 saat Aurelie Moeremans menginjak usia 18 tahun. Aurelie mengaku dipaksa untuk menikah dengan pelaku tanpa restu dari kedua orangtuanya. Dikarenakan manipulasi yang begitu kuat, Aurelie bahkan nekat "kabur" dari rumah demi menjalani hubungan yang sebenarnya toksik tersebut.
Pernikahan tersebut diketahui dilakukan secara agama, namun tidak pernah tercatat secara resmi oleh negara. Sayangnya, ikatan yang seharusnya suci itu justru menjadi mimpi buruk. Selama menjalani hubungan tersebut, Aurelie mengaku terus-menerus mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Selain kekerasan fisik, ia juga hidup di bawah ancaman dan manipulasi mental yang tiada henti. Trauma mendalam ini ia simpan rapat-rapat selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berani ia suarakan untuk memperingatkan gadis-gadis muda lain agar tidak terjebak di lubang yang sama.
3. Bukti pembatalan nikah hingga viral di 2026

Setelah berhasil lepas dari jeratan tersebut, Aurelie Moeremans berjuang untuk memulihkan status dan mentalnya. Pada tahun 2020, ia menegaskan posisinya dengan menunjukkan bukti surat pembatalan nikah (annulment) dari gereja, yang menyatakan bahwa pernikahan paksa tersebut dianggap tidak sah secara kanonik atau hukum gereja.
Namun, situasi kembali memanas pada Januari 2026 setelah buku memoarnya viral dan menjadi perbincangan nasional. Publik yang bersimpati pada Aurelie mulai menyoroti kembali sosok Roby Tremonti, yang diduga sebagai pelaku dalam kisah tersebut.
Merespons viralnya buku tersebut, Roby Tremonti akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi. Ia membantah keras segala tuduhan pemaksaan maupun grooming, serta menunjukkan bukti berupa foto pernikahan di masa lalu sebagai upaya untuk memulihkan nama baiknya di hadapan netizen.
Itulah rangkuman dari kronologi kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans. Semoga kisahnya bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada menjaga buah hati dari bahaya grooming.
FAQ Aurelie Moeremans
| Siapa Aurelie Moeremans? | Aurelie Moeremans adalah seorang aktris, penyanyi, dan model berkebangsaan Indonesia kelahiran Belgia yang memulai kariernya sejak tahun 2007. Aurelie dikenal sebagai sosok multitalenta yang aktif membintangi berbagai judul film. |
| Aurelie Moeremans terkenal karena apa? | Aurelie Moeremans mulai dikenal luas lewat perannya dalam film-film populer seperti Story of Kale: When Someone's in Love dan kesuksesannya sebagai konten kreator video parodi di media sosial. |
| Apakah Aurelie Moeremans punya anak? | Hingga Januari 2026, Aurelie Moeremans sedang mengandung anak pertama dari pernikahannya dengan Tyler Bigenho. Pasangan ini telah mengumumkan bahwa calon buah hati mereka berjenis kelamin laki-laki. |


















