Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Lewat Karakter Nadia, Azkya Mahira Ungkap Luka Anak Korban KDRT
Instagram.com/azkya.mahira
  • Azkya Mahira memahami perasaan Nadia dengan cara langsung menghayati emosi seorang anak yang menyaksikan orangtuanya bertengkar setiap hari.

  • Adegan persidangan menjadi momen paling berat secara emosional bagi Azkya Mahira sepanjang proses syuting.

  • Jika Nadia adalah temannya di dunia nyata, hal pertama yang ingin Azkya Mahira lakukan adalah mendorongnya untuk speak up kepada orangtua.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Anak-anak mungkin tidak selalu berkata-kata, tapi mereka merasakan segalanya. Setiap pertengkaran yang terjadi di depan mata mereka, setiap ketegangan yang menggantung di udara rumah, semuanya diserap diam-diam oleh jiwa-jiwa kecil yang belum tahu harus menaruhnya di mana.

Di film Suamiku Lukaku, luka diam itulah yang coba dihadirkan oleh Azkya Mahira lewat karakter Nadia. Nadia digambarkan sebagai seorang anak yang tumbuh di tengah kekerasan dalam rumah tangga dan harus menjadi saksi bisu penderitaan sang mama.

Suamiku Lukaku bukan sekadar film tentang KDRT, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak menanggung beban yang seharusnya bukan milik mereka. Penasaran seperti apa cerita lengkapnya?

Melalui sesi media visit bersama Azkya Mahira di IDN HQ pada Senin (25/5/2026), Popmama.com telah merangkum kisah Azkya tentang proses menghayati karakter Nadia dan pelajaran berharga yang ia petik dari perannya.

Yuk, disimak!

1. Memahami Nadia dengan cara merasakan langsung emosinya

Instagram.com/azkya.mahira

Memerankan seorang anak yang harus menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga setiap hari bukan hal yang mudah, apalagi bagi Azkya Mahira yang usianya masih sangat muda. Azkya dituntut memahami kedalaman emosi yang belum tentu pernah ia alami sendiri dalam kehidupan nyata.

"Aku mesti paham perasaannya Nadia, gimana rasanya kalau orangtuanya lagi berantem. Jadi kalau misalnya dikasih tahu sama sutradara bahwa di scene ini Nadia harus nangis karena orangtuanya berantem, ya aku langsung usahain nangis," ujar Azkya.

Pendekatan yang langsung dan jujur ini justru membuat karakter Nadia terasa begitu nyata di layar. Azkya tidak mencari referensi jauh-jauh, ia cukup membiarkan dirinya benar-benar merasakan apa yang dirasakan Nadia.

2. Adegan persidangan jadi momen paling berat sepanjang syuting

Instagram.com/azkya.mahira

Di antara banyak adegan emosional yang harus dilalui, ada satu yang paling membekas bagi Azkya Mahira. Bukan adegan di rumah, bukan saat menyaksikan kekerasan, tapi justru di ruang persidangan yang penuh tekanan.

"Adegan di pengadilan itu yang paling berkesan dan paling berat. Pemainnya banyak, ada yang jadi jaksa, hakim, saksi, kita juga harus kasih keterangan. Sampai akhirnya yang lain sudah pulang duluan, kita yang tersisa seperti dialog sama tembok," ujar Azkya Mahira.

Proses syuting yang panjang dan menguras tenaga itu justru menjadi bukti betapa seriusnya seluruh tim dalam menghadirkan cerita yang autentik. Pengalaman itu pula yang membuat adegan persidangan terasa begitu kuat ketika ditonton di layar lebar.

3. Jika Nadia temannya, Azkya Mahira ingin mendorongnya untuk speak up

Instagram.com/azkya.mahira

Di luar perannya sebagai aktris, Azkya Mahira juga seorang remaja yang masih sangat dekat dengan dunia anak-anak. Ketika ditanya apa yang ingin ia lakukan jika Nadia adalah temannya di kehidupan nyata, jawabannya terasa sangat tulus dan sederhana.

"Pertama aku mau bilang semangat dulu, biar dia nggak menyerah sama hidupnya. Terus aku mau nyuruh Nadia buat bilang ke orangtuanya, kalau dia juga pengin diperhatikan dan minta tolong jangan berantem terus," ujar Azkya.

Jawaban sederhana itu justru menyimpan pesan yang dalam, yaitu anak-anak butuh didengar, bukan hanya dilindungi secara fisik. Memberi ruang bagi mereka untuk mengungkapkan perasaannya adalah salah satu bentuk kasih sayang yang paling berarti.

Itulah beberapa hal yang diungkapkan Azkya Mahira lewat perannya sebagai Nadia dalam film Suamiku Lukaku. Tertarik menonton film ini nggak nih?

Editorial Team

Related Article