Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bercinta dengan Maut, Serial Misteri tentang Hubungan yang Kompleks

Bercinta dengan Maut, Serial Misteri tentang Hubungan yang Kompleks
Dok. Iqiyi
Intinya Sih
  • Serial Bercinta dengan Maut angkat tema balas dendam, identitas ganda, dan toxic relationship yang dekat dengan kehidupan nyata.

  • Raya menyamar menjadi saudara kembarnya untuk mengungkap kebenaran di balik kematian misterius Anna.

  • Tayang mulai 29 Mei 2026 di iQIYI dan MAXStream TV sebagai kolaborasi tiga platform besar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Siapa yang berani mempertaruhkan hidupnya demi sebuah kebenaran? Pertanyaan itulah yang jadi inti dari Bercinta dengan Maut, serial yang mengemas misteri dan dinamika relasi modern dalam satu cerita yang tak mudah ditebak arahnya.

MAXStream TV bersama iQIYI dan Hitmaker Studios resmi menghadirkan original series Indonesia Bercinta dengan Maut atau The Other Sister yang dijadwalkan tayang mulai (29/5/2026). Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen ketiga platform untuk menghadirkan konten lokal berkualitas yang relevan secara emosional bagi penonton Indonesia.

Berikut Popmama.com telah merangkum tiga tema utama yang membuat Bercinta dengan Maut relevan dan layak masuk watchlist, berdasarkan siaran pers yang dirilis menjelang penayangan pada Kamis, (21/5/2026).

Yuk, disimak!

1. Kisah identitas ganda yang lahir dari duka dan dendam

Bercinta Dengan Maut
Dok. Iqiyi

Raya dan Anna adalah dua sisi kehidupan yang sepenuhnya berbeda. Raya tumbuh sebagai yatim piatu yang harus bertahan hidup keras sebagai penari erotis, sementara Anna hidup bergelimang harta sebagai istri dari keluarga politisi berkuasa.

"Raya itu stripper, dia seorang pole dancing. Jadi aku lihat video inspirasi dan disediakan workshop juga. Pasti latihan, karena pole dancing itu bukan tarian yang mudah," ujar Haico Van der Veken.

Persiapan mendalam itu mencerminkan betapa seriusnya tim produksi dalam membangun karakter Raya secara utuh, bukan sekadar sosok balas dendam yang datar. Ketika Anna tewas secara misterius, penyamaran Raya menjadi satu-satunya jalan untuk menemukan kebenaran dan keadilan.

2. Toxic relationship dan cinta yang tidak hitam-putih

Bercinta Dengan Maut
Dok. Iqiyi

Bercinta dengan Maut tidak menyajikan kisah cinta yang sederhana. Hubungan antara Raya, Aldo, Bella, dan Ezra penuh dengan lapisan pengkhianatan, obsesi serta dilema moral yang membuat setiap karakter terasa manusiawi, meski keputusan mereka jauh dari sempurna.

"Series ini merefleksikan hubungan modern yang penuh cinta, pengkhianatan, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat para karakternya. Kami berharap penonton bukan hanya menikmati misterinya, tetapi juga ikut terlibat dalam diskusi dan teori yang berkembang di setiap episodenya," ujar Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia iQIYI.

Pendekatan itulah yang membedakan serial ini dari drama percintaan biasa. Setiap karakter hadir dengan agenda tersembunyi dan sisi abu-abu, sehingga penonton diajak berpikir dan merasakan, bukan sekadar menonton.

3. Kolaborasi platform yang perluas akses konten lokal berkualitas

Bercinta Dengan Maut
Dok. Iqiyi

Bercinta dengan Maut bukan hanya produk hiburan, tetapi juga cermin dari upaya industri kreatif Indonesia untuk bersaing di tingkat regional. Kolaborasi antara MAXStream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios membuka akses yang lebih luas bagi penonton untuk menikmati karya lokal dengan standar produksi yang matang.

"Melalui Bercinta dengan Maut, kami merasa bangga dapat menghadirkan konten lokal pertama iQIYI Indonesia. Ini menjadi langkah penting sekaligus bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dan menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia," ujar Dinesh Ratnam, Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI.

Dengan distribusi lintas platform yang mencakup aplikasi mobile hingga smart TV, serial ini dirancang agar dapat dijangkau oleh audiens yang lebih beragam. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi konten Indonesia di panggung digital global.

Itulah tiga alasan mengapa Bercinta dengan Maut lebih dari sekadar tontonan binge-watching akhir pekan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More