“So for me, cerita ini tuh saya bisa mengenal diri saya dulu sebagai Julia, Cece,” ungkap Luna.
Luna Maya Temukan Dirinya di Karakter Julia dalam Film Desember Jani

Luna Maya merasa menemukan dirinya saat muda dalam karakter Julia, remaja Gen Z di film Desember Jani, sehingga yakin terlibat sebagai produser eksekutif.
Luna Maya mengingat pengalaman remaja ketika merasa tidak dimengerti orangtua, serupa dengan konflik emosional yang dialami Julia dalam keluarganya.
Film Desember Jani memotret dinamika keluarga realistis, termasuk kebutuhan remaja untuk didengar. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 10 Desember 2026.
Luna Maya menemukan sosok dirinya sendiri lewat salah satu karakter dalam film Desember Jani. Karakter tersebut adalah Julia, remaja Gen Z yang diperankan oleh Hyori Mika dan tengah menghadapi berbagai permasalahan emosi dalam proses menuju dewasa.
Julia digambarkan sebagai sosok kakak dalam keluarga tiga generasi yang mengalami dinamika hubungan dengan orang-orang di rumah. Bagi Luna, kisah tersebut terasa dekat karena mengingatkannya pada masa muda ketika dirinya juga pernah merasa tidak dimengerti oleh orangtua.
Kedekatan dengan karakter Julia pun membuat Luna semakin yakin untuk terlibat dalam film Desember Jani sebagai produser eksekutif.
Kali ini Popmama.com rangkum hal yang diungkap Luna Maya soal kemiripannya dengan karakter Julia.
Table of Content
1. Luna Maya merasa menemukan dirinya sendiri lewat karakter Julia

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Saat menjelaskan alasannya percaya dengan cerita Desember Jani, Luna Maya mengaku dapat mengenali sosok dirinya di masa lalu melalui karakter Julia. Luna merasa perjalanan emosional Julia memiliki kemiripan dengan pengalaman yang pernah dilaluinya ketika masih muda.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa Julia bukan sekadar karakter dalam film bagi Luna, melainkan sosok yang membawanya kembali mengingat fase kehidupan yang pernah ia jalani.
2. Pernah merasa tidak dimengerti orangtua saat masih muda

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Kemiripan Luna Maya dengan Julia juga terlihat dari perasaan yang muncul ketika dirinya masih remaja. Sama seperti Julia, Luna pernah berada di fase ketika ia merasa orangtua tidak memahami keinginan maupun sudut pandangnya.
“Waktu muda tuh semuanya nggak pernah, ‘Ah, orangtua gue nggak ngerti!’ Selalu gitu, ‘I hate my mom, I hate my dad,’ gitu,” kenang Luna.
Seiring bertambahnya usia, pengalaman membuat Luna mampu memahami bahwa perasaan tersebut tidak selalu menggambarkan hubungan sebenarnya antara anak serta orangtua.
3. Julia menggambarkan remaja yang butuh ruang untuk didengar

Popmama.com/Aril Tri Yusgiantara Salah satu sisi Julia yang terasa dekat dengan realitas adalah ketika ia menghadapi konflik emosional hingga memilih pergi dari rumah, seperti yang terlihat dalam teaser film. Bagi Luna Maya, momen tersebut bukan sekadar drama untuk membuat cerita terasa emosional, tetapi gambaran mengenai kondisi yang mungkin terjadi dalam sebuah keluarga.
“Kita bukan ingin mengeksploitasi kesedihan, tapi kita memang memotret suasana keluarga yang serealistis mungkin,” jelas Luna.
Melalui Julia, film ini memperlihatkan bahwa anak remaja membutuhkan ruang untuk menyampaikan perasaan, sementara orangtua juga perlu belajar mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi.
Melalui karakter Julia, Luna memperlihatkan bahwa fase remaja yang penuh gejolak sering kali bukan hanya tentang keinginan untuk bebas, tetapi juga kebutuhan untuk dipahami oleh orang-orang terdekat.
Perbedaan pendapat dan gesekan antara orangtua dengan anak mungkin tidak selalu bisa dihindari, tetapi dengan saling mendengarkan, merangkul, dan membuka ruang untuk memahami perasaan satu sama lain, jarak emosional di dalam keluarga dapat perlahan dipulihkan.
Itulah rangkuman kisah Luna Maya yang menemukan sosok dirinya saat muda lewat karakter Julia dalam Desember Jani.
Untuk Mama yang penasaran, film Desember Jani akan tayang di bioskop tanggal 10 Desember 2026.














-BmLTjTr1oGPHSNRat7EBtBn3jvBShSSo.jpg)






