Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Manifestasi 'Training Season' Dua Lipa, Pasangan Ideal Perlu Bertumbuh

5 min read
Manifestasi 'Training Season' Dua Lipa, Pasangan Ideal Perlu Bertumbuh
dok. Warner Records/Training Season
  • 'Training Season' digunakan sebagai bentuk manifestasi untuk memahami pasangan dan hubungan yang diinginkan.

  • Menurut Dua Lipa, mengenali nilai diri membantu seseorang memahami kebutuhan serta batasan dalam hubungan.

  • Pasangan ideal tetap perlu bertumbuh bersama melalui komunikasi, kompromi, dan usaha dari kedua pihak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan, lagu 'Training Season' milik Dua Lipa menjadi fenomena yang dibicarakan oleh banyak orang. Di media sosial, lagu ini dipakai untuk memanifestasi hal-hal baik yang akan datang dan tidak terbatas pada pasangan saja.

Uniknya, dalam wawancara dengan ELLE, Dua Lipa mengatakan bahwa saat menulis lagu tersebut, ia sengaja menuangkan apa yang ia inginkan dari seorang pasangan.

Menurutnya, menuliskan keinginan menjadi bentuk manifestasi dan cara untuk memahami apa yang sebenarnya dicari dalam sebuah hubungan. Dua Lipa juga menyinggung pentingnya mengetahui nilai diri agar seseorang semakin jelas mengenai apa yang ia inginkan dan tidak inginkan dari pasangan.

Namun, 'Training Season' sebenarnya tidak berhenti pada gagasan mendapatkan pasangan ideal. Ada pesan lain yang cukup menarik, yakni setelah menemukan seseorang yang dianggap tepat, ada proses belajar dalam hubungan tetap berjalan.

Berikut Popmama.com rangkum mengenai manifestasi 'Training Season' Dua Lipa tentang usaha membangun hubungan dan menjadi pasangan ideal satu sama lain.

  1. 1. 'Training Season' lahir dari Dua Lipa yang mau punya pasangan lebih matang

    “Training Season” lahir dari Dua Lipa yang mau punya pasangan lebih matang
    Instagram.com/dualipa

    Dua Lipa menulis 'Training Season' setelah melalui serangkaian pengalaman kencan yang mengecewakan. Ia mengatakan kencan terakhirnya menjadi titik ketika dirinya merasa cukup dan spontan mengatakan, “training season is over”.

    Maksudnya bukan bahwa pasangan harus sempurna sejak awal. Dua Lipa lebih lelah menghadapi hubungan ketika dirinya harus terus mengajari seseorang mengenai hal-hal mendasar dalam mencintai dan memperlakukannya dengan baik.

    Melalui lagu tersebut, Dua Lipa mulai menyusun gambaran mengenai hubungan yang ia inginkan. Mulai dari pasangan yang mampu hadir ketika dirinya rentan, memiliki komunikasi yang mendalam, serta memahami bagaimana memperlakukannya.

    Dengan kata lain, manifestasi di sini bisa dibaca bukan sekadar “ingin punya pasangan”, melainkan mengetahui lebih jelas kualitas hubungan seperti apa yang ingin dibangun.

  2. 2. Manifestasi bukan hanya menunggu pasangan ideal datang

    Manifestasi bukan hanya menunggu pasangan ideal datang
    Instagram.com/dualipa

    Menariknya, Dua Lipa secara terang-terangan menyebut proses menulis 'Training Season' sebagai bentuk manifestasi.

    Ia mengatakan saat wawancara, bahwa dirinya mulai menuliskan apa yang ia inginkan dan percaya pada kekuatan kata-kata untuk membawa keinginan tersebut ke dalam kehidupan. Namun, pernyataan Dua Lipa tidak berhenti pada konsep “meminta lalu mendapatkan”.

    Ia menghubungkannya dengan self-worth atau pemahaman terhadap nilai diri. Ketika seseorang mengenali dirinya dengan baik, ia juga menjadi lebih jelas mengenai apa yang dapat diterima dan apa yang tidak diinginkan dalam sebuah hubungan.

    Ini membuat manifestasi bisa dilihat secara lebih realistis. Menentukan kriteria pasangan dapat membantu seseorang mengenali kebutuhannya, tetapi setelah hubungan dimulai tetap ada pilihan, komunikasi, kompromi, dan tindakan nyata yang perlu dilakukan.

    Bahkan ketika masih lajang, Dua Lipa mengatakan dirinya tidak terburu-buru menghilangkan fase tersebut. Baginya, masa sendiri dan pengalaman berkencan membantu seseorang memahami dirinya lebih jauh.

    Jadi, proses menuju hubungan yang sehat juga dimulai dari belajar mengenali diri sendiri terlebih dahulu.

  3. 3. Pasangan ideal bukan berarti pasangan yang sudah “selesai”

    Pasangan ideal bukan berarti pasangan yang sudah “selesai”
    Instagram.com/dualipa

    Pada saat 'Training Season' dirilis, Dua Lipa mengatakan bahwa meskipun dirinya menyatakan “training season is over”, bisa jadi masa belajar sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai bagi siapa pun.

    Hal yang berubah adalah perspektifnya. Ia tidak lagi mencari seseorang yang harus terus diarahkan, melainkan seseorang yang sudah berada di tahap kehidupan yang sejalan dengannya dan bersedia bertumbuh bersama.

    Jadi, menjadi pasangan ideal bukan berarti datang ke hubungan sebagai manusia yang sudah sempurna. Dua orang tetap perlu belajar tentang kebiasaan, kebutuhan emosional, cara berkomunikasi, hingga cara menghadapi konflik satu sama lain.

    Bedanya, proses tersebut seharusnya berlangsung dua arah. Bukan satu orang terus menjadi “pelatih”, sementara pihak lain hanya menjadi “trainee”.

  4. 4. Hubungan yang baik dibentuk dari proses bertumbuh bersama

    Hubungan yang baik dibentuk dari proses bertumbuh bersama
    Instagram.com/dualipa

    Konsep ini juga sejalan dengan gagasan bahwa pandangan seseorang mengenai hubungan dapat berkembang seiring waktu.

    Dikutip dari Psychology Today, membahas bahwa dua pasangan bisa memiliki gambaran berbeda mengenai hubungan ideal. Kepercayaan dan pemahaman satu sama lain dapat berkembang ketika mereka semakin mengenal satu sama lain, sehingga gambaran mengenai hubungan mereka pun bisa menjadi lebih selaras.

    Artinya, mendapatkan seseorang yang sesuai dengan daftar manifestasi belum otomatis membuat hubungan berhasil.

    Seseorang mungkin menemukan pasangan yang komunikatif, penyayang, atau memiliki visi hidup serupa. Tetapi kualitas tersebut tetap perlu dipelihara melalui cara keduanya menghadapi perubahan dan pengalaman baru.

    Dalam wawancara mengenai album Radical Optimism, Dua Lipa sendiri beberapa kali menekankan bagaimana pengalaman hubungan mengubah perspektifnya. Ia melihat pengalaman baik maupun buruk sebagai sesuatu yang membantunya berkembang.

    Di sinilah kalimat pasangan ideal perlu diusahakan menjadi relevan. Bukan hanya menemukan orang yang tepat, tetapi juga terus memilih untuk menjadi pasangan yang lebih baik.

  5. 5. Manifestasi bisa menjadi awal, tetapi bukan akhir dari hubungan

    Manifestasi bisa menjadi awal, tetapi bukan akhir dari hubungan
    AFP/Jean Baptiste Lacroix

    Viralnya 'Training Season' sebagai lagu manifestasi memang menarik. Bahkan sejumlah media luar belakangan mengaitkan kembali lagu tersebut dengan perjalanan cinta Dua Lipa setelah lagu itu dirilis.

    Namun, kalau ditarik lebih jauh, pesan menarik dari lagu ini bukan cuma soal berhasil “mendapatkan” pasangan impian. Manifestasi dapat menjadi titik awal untuk mengenali: siapa yang kita cari, hubungan seperti apa yang kita inginkan, serta perlakuan apa yang layak kita terima.

    Setelah itu, hubungan tetap membutuhkan sesuatu yang lebih konkret. Mulai dari komunikasi, kemauan belajar, kemampuan menerima perubahan, serta usaha dari kedua belah pihak.

    Mungkin inilah paradoks menarik dari 'Training Season'. Dua Lipa memang mengatakan masa “latihan” sudah selesai, tetapi pada saat yang sama ia menyadari bahwa manusia tidak pernah benar-benar selesai belajar.

    Dengan begitu, yang dicari bukanlah pasangan tanpa kekurangan, melainkan seseorang yang sudah memiliki fondasi yang matang dan bersedia terus berkembang bersama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More