Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina
Intinya Sih
  • Musikal Senja Teduh Pelita mengadaptasi 20 lagu MALIQ & D’Essentials dalam konsep teater futuristik yang memperluas makna karya mereka.

  • Sutradara Nuya Susantono menilai lagu-lagu MALIQ relevan lintas generasi dan memiliki kedalaman makna cinta yang melampaui romansa, mencakup keluarga, persahabatan, hingga kehidupan.

  • Angga dan Indah MALIQ menemukan pemahaman baru terhadap lagu-lagu mereka melalui musikal ini, yang menegaskan pesan kasih sayang serta dukungan dari lingkungan sekitar sebagai kekuatan hidup.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ketika sedang mendengarkan lagu-lagunya MALIQ & D'Essentials, biasanya kamu mendengarkannya di saat kasmaran, pacaran, atau malah patah hati? Lagu-lagu yang dibawakannya itu memang rata-rata relate bagi siapa pun yang mengalami situasi hubungan yang barusan disebutkan.

Namun, beberapa lagu yang dibawakan grup musik itu ternyata bisa memiliki makna lebih dari hubungan romansa, lho. Hal ini dapat terungkap lewat pertunjukan Musikal Senja Teduh Pelita yang hadir pada 3-12 Juli 2026.

Berkolaborasi dengan Jakarta Movin dan Indonesia Kaya, teater musikal ini merupakan pertunjukan sci-fi futuristik yang ceritanya diadaptasi dari lagu-lagu MALIQ & D’Essentials. Pertunjukan ini mengadaptasi rangkaian 20 lagu terpilih milik MALIQ & D’Essentials, seperti ‘Senja Teduh Pelita’, ‘Himalaya’, ‘Aurora’, ‘Jalan Pulang’, hingga dari album terbaru Begini Begitu.

Lantas, apa makna lagu yang dimaksud, ya? Berikut Popmama.com akan membagikan informasi seputar musikal Senja Teduh Pelita perluas makna lagu MALIQ & D'Essentials.

Yuk, simak sampai habis!

1. MALIQ & D'Essentials dinilai memiliki pengaruh besar

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Sebagai bagian dari strategi membangun budaya pop, Jakarta Movin aktif melakukan kolaborasi lintas media, termasuk dengan dunia musik. Dalam proses tersebut, MALIQ & D'Essentials menjadi salah satu nama yang langsung terlintas karena pengaruhnya yang kuat di industri musik Indonesia.

Sutradara & Penulis Naskah Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karya-karya MALIQ & D'Essentials sejak masa sekolah. Lagu seperti ‘Untitled’ hingga album-album awal grup tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam ingatannya dan menjadi bagian dari memori yang terus melekat hingga saat ini.

“Pastinya kita melihat musisi-musisi yang punya influence besar di pop culture Indonesia dan tentu saja MALIQ & D'Essentials itu top of mind. Karena aku pun dari SD atau SMP, aku dengerin ‘Untitled’. ‘Untitled’ itu ikonik banget buat aku. Album pertama, kedua MALIQ itu benar-benar kayak di otak tuh nempel banget, benar-benar for memory parah,” ucap Nuya Susantono.

2. Karya MALIQ & D'Essentials relevan untuk berbagai generasi

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Adapun salah satu alasan utama mengapa sutradara dan penulis naskah musikal itu memilih MALIQ & D'Essentials sebab kemampuan mereka menjangkau berbagai generasi. Nuya Susantono melihat lagunya MALIQ & D'Essentials tak hanya dinikmati oleh generasinya, tetapi juga generasi yang lebih tua maupun lebih muda.

Menurutnya, eksistensi MALIQ & D'Essentials tetap terjaga karena mereka terus menghasilkan karya baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Bahkan, banyak anak muda yang mengenal lagu-lagu MALIQ & D'Essentials melalui media sosial seperti TikTok, sehingga jangkauan pendengarnya semakin luas.

“Seiring berjalannya waktu sampai sekarang, bahkan MALIQ masih mengeluarkan album baru-baru dan masih relevan di generasi muda saat ini dan kayak apakah tidak cocok sekali ya ada musisi pop yang kena di generasi aku, generasi papa aku, generasi adik-adik sekarang yang tahu MALIQ dari TikTok pun kayak kepanggil,” jelas Nuya Susantono.

3. Terdapat makna mendalam selain menjadi lagu romansa sepasang kekasih

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Nuya Susantono juga menilai katalog lagu MALIQ & D'Essentials sangat kaya dan beragam, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sebuah cerita musikal. Meskipun banyak orang mengenal grup musik karena lagu-lagu romantisnya, ia melihat ada makna yang jauh lebih luas di balik karya-karya mereka.

Baginya, tema cinta dalam lagu-lagu MALIQ & D'Essentials tidak hanya berbicara soal hubungan asmara. Cinta tersebut juga dapat dimaknai sebagai kasih sayang terhadap keluarga, persahabatan, kehidupan, hingga lingkungan sekitar, sehingga membuka banyak kemungkinan dalam pembangunan cerita.

“Romansa yang dituturkan oleh lagu-lagu MALIQ ini sebenarnya tidak terbatas pada romansa cinta-cintaan saja, bisa diperluas cintanya menjadi cinta-cinta yang lain. Kalau di sini kita perluas untuk keluarga, untuk teman-teman, untuk perasaan jatuh cinta itu sendiri, maupun cinta terhadap kehidupan dan lingkungan kita,” ungkapnya.

4. Inspirasi pembuatan Musikal Senja Teduh Pelita murni berasal dari lagu-lagunya MALIQ & D'Essentials

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Nuya Susantono mengaku seluruh inspirasi cerita berasal dari pengalaman mendengarkan lagu-lagu MALIQ & D'Essentials secara mendalam.

Ia membiarkan dirinya hanyut mengikuti emosi dan pesan yang muncul dari setiap lagu. Berbagai ide dan peristiwa yang terlintas kemudian dicatat satu per satu tanpa terlebih dahulu memikirkan bagaimana semuanya akan terhubung.

“Aku membiarkan diriku terbawa saja dengan lagunya, terus ya sudah, biarkan apapun peristiwa yang masuk otak aku, aku tulis aja dulu gitu. Terus ternyata setelah berbagai catatan itu ‘Oh, bisa dirangkai kayak gini’,” ujar Nuya Susantono.

Dalam mengembangkan naskah musikal, Nuya Susantono tidak hanya berfokus pada satu lagu atau satu album saja. Ia mendalami seluruh katalog musik MALIQ & D'Essentials untuk menemukan benang merah yang dapat diterjemahkan menjadi sebuah cerita panggung yang utuh.

Pendekatan tersebut membuatnya mampu merangkai berbagai elemen, mulai dari tema futuristik hingga karakter-karakter yang hadir dalam pertunjukan. Hasilnya adalah sebuah teater musikal yang terinspirasi langsung dari perjalanan musikal MALIQ & D'Essentials selama bertahun-tahun.

“Memang itu yang muncul dari mendengarkan album MALIQ secara berkelanjutan. Dari album 1 sampai album 9, kemudian juga menggunakan anak-anak talent-talent yang memang sudah pre-casted,” katanya.

5. Fakta menarik terkait sebelum terciptanya lagu ‘Senja Teduh Pelita’

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Sebelum lagu ‘Senja Teduh Pelita’ tercipta, ada fakta menarik dari sang vokalis laki-laki, Angga Puradiredja atau dikenal Angga MALIQ & D'Essentials. 

Dirinya menyatakan sempat merasa kesulitan memahami beberapa lagu yang ada di album ketujuh, Senandung Senandika, karena tema yang diangkat lebih banyak membahas kehidupan. Hal ini disebabkan Angga MALIQ & D'Essentials selama ini lebih mudah memahami lagu-lagu yang bertema cinta.

“Jadi setelah album ketujuh itu, baru tercipta ‘Senja Teduh Pelita’. Gue bilang ‘Eh, guys gue nggak ngerti nih sama lagu-lagu album ketujuh ini. Ini kan lagu tentang kehidupan, gue kan ngertinya cuman cinta doang’,” ungkap Angga MALIQ & D'Essentials.

Karena merasa kurang dekat dengan materi lagu yang ada saat itu, Angga MALIQ & D'Essentials kemudian meminta kepada personel lain agar karya berikutnya dapat lebih merepresentasikan karakter MALIQ & D'Essentials. Ia berharap lagu tersebut bisa lebih mudah ia bawakan dan dirasakan secara personal.

Permintaan tersebut akhirnya membuahkan hasil setahun kemudian. Dari proses itu lahirlah lagu berjudul ‘Senja Teduh Pelita’, sebuah karya yang menurut Angga MALIQ & D'Essentials terasa lebih dekat dengan dirinya dan identitas musikal grup musik yang dinaunginya itu.

“Gue minta dong lagunya next-nya tuh yang merepresentasikan MALIQ, yang bisa gue bawain lah. Akhirnya setahun kemudian terciptalah lagu ‘Senja Teduh Pelita’,” lanjut Angga MALIQ & D'Essentials.

6. Angga MALIQ & D'Essentials baru memahami makna lagu yang sulit dipahaminya usai diadaptasi menjadi teater musikal

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Menariknya, vokalis kelahiran 1980 itu mengaku bahwa saat lagu-lagu yang menurutnya susah dipahami itu diciptakan, dirinya tak ada pemikiran mendalam mengenai bagaimana karya-karya itu akan berkembang di masa depan. Semuanya mengalir secara alami sesuai dengan perasaan yang sedang dirasakan para personel saat itu.

Namun, sepuluh tahun setelah album yang sempat membuatnya bingung tersebut dirilis, Angga MALIQ & D'Essentials justru menemukan makna baru dari lagu-lagu itu. Ia menyadari bahwa banyak inspirasi dalam drama musikal yang digarap berasal dari lagu-lagu yang dulu sulit ia pahami.

“Tiba-tiba saja nggak ada pemikiran yang dalam seperti apa dan sepuluh tahun kemudian sejak album yang gue nggak ngerti itu gue bilang inspirasi drama musikal ini ternyata banyak dari lagu-lagu yang gue nggak ngerti itu dan gue baru ngerti makna lagu itu gara-gara Nuya buat drama musikal ini,” tutur Angga.

7. Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials menunjukkan makna cinta yang lebih luas

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Vokalis perempuan grup musik ini, Rivani Indriya Suwendi atau biasa dikenal sebagai Indah MALIQ & D'Essentials, juga menyampaikan pendapatnya bahwa lagu-lagu yang dibawakan grup musik tersebut memang banyak dikenal karena mengangkat tema cinta. 

Namun, melalui Musikal Senja Teduh Pelita, masyarakat dapat melihat bahwa makna cinta yang mereka hadirkan jauh lebih luas daripada sekadar hubungan romantis bersama pasangan.

Ia menjelaskan bahwa cinta juga bisa diwujudkan dalam hubungan keluarga, penerimaan diri sendiri, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat tersampaikan lebih kuat melalui pementasan drama musikal.

“Menginspirasi dalam arti kata mungkin memang lagu-lagu yang kita buat mudah dikenal ceritanya tentang cinta, tapi tadi yang kayak sudah dibahas, oh ternyata cinta itu bukan cuman pasangan saja, bisa juga dengan keluarga, dengan diri sendiri, dengan lingkungan,” ujar Indah.

8. Pesan yang dapat diambil dari Musikal Senja Teduh Pelita

Musikal Senja Teduh Pelita Perluas Makna Lagu MALIQ & D'Essentials
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Daria Lakshmi Algamar, salah satu pemeran utama dalam teater musikal ini mengungkapkan pesan yang didapatkannya ketika memainkan perannya itu. Melalui perjalanan karakternya sebagai Arah, pesan yang terkandung ialah perasaan kehilangan arah yang sering dialami seseorang. Menurutnya, ada kalanya seseorang merasa sendirian ketika menghadapi berbagai persoalan dalam hidup. 

Namun, orang tersebut sebenarnya mempunyai lingkungan yang memberikan kasih sayang dan perhatian. Dukungan dari keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat menjadi kekuatan penting saat menghadapi masa sulit.

“Pesan yang aku dapet sih kayak kadang aku bisa merasa kayak sendirian atau kehilangan arah, tapi sebenarnya banyak teman-teman yang nge-support kita. Terus sebenarnya banyak yang sayang sama kita. Dan aku dapat pesan bahwa anak-anak itu bisa bertahan dan melakukan hal yang baik, bisa melakukan perubahan, dan bisa menjadi pemimpin,” ungkap Daria Lakshmi Algamar.

Pesan ini dinilai relevan bagi anak-anak muda yang kerap merasa sendiri atau tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita. Kehadiran orang-orang yang peduli dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak harus menghadapi semua masalah seorang diri.

Itulah informasi seputar musikal Senja Teduh Pelita perluas makna lagu MALIQ & D'Essentials. Siapa sangka kalau lagu-lagu MALIQ & D'Essentials ternyata memiliki makna yang lebih luas dari sekadar hubungan romansa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More