“Perasaan tuh punya bahasa yang universal sih. Jadi kayak walaupun kita memang ceritanya tuh beda-beda, tapi tetap aja kayak perasaan sedih, kehilangan, kecewa, terus berharap, itu tuh pasti bisa dirasakan sama siapa aja,” ujar Nabila.
Nabila Taqiyyah Ungkap Alasan Lagu Cinta Bisa Relate bagi Banyak Orang

Nabila Taqiyyah menilai lagu cinta mudah terasa dekat karena emosi seperti sedih, kehilangan, kecewa, dan harapan merupakan bahasa universal, meski pengalaman tiap pendengar berbeda.
Lewat lagu 'Tak Semudah Hompimpa', Nabila Taqiyyah mengangkat hubungan yang perlahan menjauh. Pendengar dapat menemukan kesamaan rasa tanpa harus mengalami kisah yang persis sama.
Permainan masa kecil menjadi metafora penantian dan kesempatan dalam lagu tersebut, menghadirkan makna emosional dewasa tentang kehilangan serta proses menerima kenyataan.
Setiap orang memiliki kisah cinta yang berbeda, tetapi lagu bertema percintaan kerap terasa dekat bagi banyak pendengar. Hal tersebut juga dirasakan Nabila Taqiyyah lewat lagu terbarunya, 'Tak Semudah Hompimpa', yang mengangkat cerita tentang hubungan yang perlahan menjauh.
Lewat lagu tersebut, Nabila membawa cerita kehilangan dan penantian melalui konsep yang cukup akrab, yakni permainan masa kecil. Meski kisah yang disampaikan terasa sederhana, emosi seperti sedih, kecewa, kehilangan, dan berharap membuat pesan di dalamnya dapat ditemukan dalam berbagai pengalaman hidup.
Dalam wawancara eksklusif bersama Popmama.com di IDN HQ, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026), Nabila membagikan pandangannya mengenai alasan lagu tentang cinta dapat terasa relate bagi banyak orang. Ia juga menjelaskan bagaimana pengalaman setiap pendengar boleh berbeda, tetapi perasaan yang muncul di dalamnya bisa saja serupa.
Berikut Popmama.com rangkum alasan lagu cinta bisa relate bagi banyak orang menurut Nabila Taqiyyah.
Table of Content
1. Perasaan punya bahasa yang universal

Popmama.com/David Andrew Tanu Menurut Nabila Taqiyyah, salah satu hal yang membuat lagu tentang cinta terasa dekat adalah perasaan yang disampaikan melalui lagu tersebut. Meskipun setiap orang mempunyai pengalaman dan latar belakang berbeda, emosi tertentu tetap dapat dipahami oleh siapa saja.
2. Cerita boleh berbeda, tetapi rasa yang dirasakan bisa sama

Popmama.com/David Andrew Tanu Nabila Taqiyyah menyadari bahwa pengalaman setiap orang dalam menjalani hubungan tidak akan pernah benar-benar sama. Namun, berbagai emosi seperti rasa kehilangan, kecewa, sedih, hingga masih menyimpan harapan dapat menjadi titik temu yang membuat sebuah lagu terasa dekat dengan kehidupan pendengarnya.
“Jadi mungkin rasa-rasa itu yang bisa relate sama orang-orang yang dengar lagu aku, ceritanya tetap beda-beda kan,” tutur Nabila.
Menurutnya, kesamaan perasaan tersebut membuat pendengar tetap dapat menemukan bagian dari dirinya meski tidak mengalami kisah yang persis sama seperti dalam lagu.
3. Cerita sederhana bisa membawa makna yang lebih dewasa

Popmama.com/David Andrew Tanu Dalam lagu 'Tak Semudah Hompimpa', Nabila Taqiyyah menggunakan permainan masa kecil sebagai cara untuk menyampaikan kisah hubungan yang perlahan menjauh. Konsep tersebut membuat cerita yang terdengar sederhana justru memiliki makna emosional yang lebih dalam ketika dikaitkan dengan pengalaman cinta.
“Sebenarnya sesederhana permainan anak-anak, tapi rasanya tuh bisa sangat dewasa,” kata Nabila.
Ia menjelaskan bahwa hitungan satu sampai tiga dalam lagu menggambarkan seseorang yang masih menunggu dan memberikan kesempatan, meski sosok yang dinanti sebenarnya sudah lama menghilang.
Lewat lagu 'Tak Semudah Hompimpa', Nabila ingin menunjukkan bahwa lagu tidak harus menceritakan pengalaman yang benar-benar sama dengan pendengarnya untuk dapat menyentuh hati. Kejujuran dalam menyampaikan rasa kehilangan, kecewa, harapan, dan proses menerima kenyataan justru dapat membuat sebuah lagu menemukan tempatnya di hati banyak orang.
Itulah rangkuman wawancara eksklusif Popmama.com dengan Nabila Taqiyyah mengenai alasan lagu tentang cinta bisa terasa relate bagi banyak orang.
Mungkin sebuah lagu terasa dekat bukan karena ceritanya benar-benar sama, melainkan karena ada perasaan di dalamnya yang pernah kita rasakan juga.






















