Kabar mengejutkan datang dari rumah tangga aktor Evan Marvino dan Uffridatun Nitami yang selama ini tampak harmonis di media sosial. Uffri, sapaan akrab sang istri, memberanikan diri membuka suara tentang kondisi rumah tangganya yang ternyata jauh dari kesan bahagia yang selama ini tersaji di layar.
5 Red Flag Pernikahan Evan Marvino dan Uffridatun Nitami

Uffridatun Nitami mengungkap dugaan KDRT yang dilakukan Evan Marvino melalui unggahan Instagram pada 11 Juni 2026, disertai foto bukti berupa kursi dan kipas angin yang dilayangkan ke arahnya.
Selama 5 tahun pernikahan, Uffri mengaku tidak pernah menerima nafkah bulanan dari Evan dengan alasan dirinya sudah punya penghasilan sendiri.
Insiden pada 9 Juni 2026 berujung pada talak satu yang dijatuhkan Evan kepada Uffri, setelah Uffri meminta kejelasan soal nafkah istri.
Melalui unggahan Instagram pada 11 Juni 2026, Uffri membeberkan dugaan kekerasan fisik yang dialaminya, sekaligus mengungkap sejumlah persoalan dalam lima tahun pernikahan mereka. Kejadian ini langsung menyita perhatian publik dan memantik diskusi luas di media sosial tentang tanda-tanda bahaya dalam sebuah hubungan.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa red flag pernikahan Evan Marvino dan Uffridatun Nitami yang terungkap dari pengakuan sang istri.
Yuk, disimak!
Deretan Red Flag Pernikahan Evan Marvino dan Uffridatun Nitami
1. Dugaan kekerasan fisik menggunakan benda rumah tangga

Uffri mengungkapkan bahwa pada 9 Juni 2026 dini hari, dirinya mengalami dugaan kekerasan fisik dari Evan Marvino. Kursi dilayangkan ke arah kepalanya dan berhasil ditepis menggunakan tangan, sementara kipas angin turut dilemparkan ke arahnya meski tidak mengenai tubuhnya.
Tak berhenti di situ, Uffri juga mengaku didorong dari kasur dan diseret dalam kondisi yang membuatnya ketakutan. Situasi semakin memilukan, insiden tersebut disaksikan langsung oleh Hawa, anak pertama mereka.
2. Nafkah istri tidak pernah diberikan selama 5 tahun pernikahan

Salah satu poin paling mengejutkan dalam pengakuan Uffri, yakni soal fakta bahwa selama lima tahun pernikahan, dirinya mengaku tidak pernah menerima nafkah bulanan sebagai hak istri.
Alasan yang kerap dilontarkan Evan adalah karena Uffri sudah memiliki penghasilan sendiri sebagai pengusaha.
Uffri baru mulai menerima nafkah istri dalam beberapa bulan terakhir sebelum kejadian ini. Padahal sebagai seorang istri, hak atas nafkah adalah kewajiban suami yang tidak gugur hanya karena istri turut bekerja atau berpenghasilan.
3. Permintaan hak istri berujung konflik dan kekerasan

Pemicu insiden malam itu bermula dari permintaan Uffri atas nafkahnya yang tak kunjung dipenuhi secara konsisten. Alih-alih merespons dengan kepala dingin, situasi justru memanas hingga berujung pada kekerasan fisik yang membuat Uffri dan anak-anaknya ketakutan.
Uffri juga menyampaikan pandangannya bahwa suami semestinya mendahulukan kebutuhan sandang, pangan, dan papan keluarga inti sebelum berbakti kepada orangtua.
Pernyataan itu justru ditafsirkan Evan sebagai bentuk penghinaan terhadap keluarganya, dan menjadi bahan bakar konflik yang berujung fatal malam itu.
4. Talak dijatuhkan di tengah konflik pada pukul 2 dini hari

Masih di malam yang sama, tepatnya 9 Juni 2026 pukul 2 dini hari, Uffri mengaku menerima talak satu dari Evan. Keputusan ini diambil di tengah suasana konflik yang belum mereda, bukan dalam kondisi yang tenang dan penuh pertimbangan.
Penjatuhan talak dalam kondisi emosi yang meluap-luap menjadi tanda bahaya tersendiri dalam sebuah pernikahan.
Keputusan besar seperti ini idealnya tidak diambil di bawah tekanan amarah, apalagi setelah rangkaian kekerasan yang baru saja terjadi.
5. Keberanian Uffri membuka suara demi keselamatan diri dan anak-anak

Uffri membutuhkan keberanian yang tidak sedikit untuk akhirnya berbicara terbuka di media sosial. Dalam keterangan unggahannya, ia menyebut keputusan itu diambil semata-mata demi menyelamatkan dirinya dan anak-anaknya dari kondisi yang tak lagi bisa diabaikan.
Keputusan Uffri untuk bersuara secara terbuka memperlihatkan bahwa pola diam dan bertahan tidak selalu menjadi jalan terbaik bagi korban.
Langkah ini juga menjadi pengingat betapa pentingnya sistem dukungan dan keberanian untuk mencari pertolongan ketika sebuah hubungan sudah memasuki zona bahaya.
Itulah deretan red flag yang terungkap dari pengakuan Uffridatun Nitami terkait pernikahan dengan Evan Marvino. Semoga permasalahan pasangan ini bisa cepat selesai, ya.


















