Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Puisi Cinta Karya Buya Hamka, Penuh Makna Mendalam

5 Puisi Cinta Karya Buya Hamka, Penuh Makna Mendalam
Pexels/Lisa
Share Article

Sosok Abdul Malik Karim Amrullah mungkin terdengar asing ya, Ma? Namun, jika menyebutnya sebagai Buya Hamka, pasti namanya seperti sudah pernah didengar karena tulisannya begitu populer.

Namanya besar dan terkenal di Indonesia berkat buku-buku yang sudah diterbitkan, termasuk tulisan populer seperti puisi yang pernah ia tulis.

Sepanjang hidupnya, Hamka dikenal sebagai sosok ulama bersar yang selalu membela Islam, serta tak pandang bulu dalam hal akidah.

Nah, jika Mama ingin menikmati puisi cinta karya Buya Hamka, terutama yang sarat akan makna, berikut sudah Popmama.com kumpulkan.

Yuk Ma, disimak!

  1. Kumpulan Puisi Cinta Karya Buya Hamka

  2. 1. Hanya hati

    Pexels/Pixabay
    Pexels/Pixabay

    Gajiku kecil

    pencaharian lain tak ada

    kicuh buku aku tak tahu

    korupsi aku tak mahir

    kerniaga aku tak pandai

     

    Kau minta permadani

    padaku hanya tikar pandan

    tempat berbaring tidur seorang

    kau minta tas atom

    padaku hanya kampir matur

    kau minta rumah indah perabit cukup

    lihatlah! Gubukku tiris

    kau minta kereta bagus

    aku hanya orang kecil

    apa dayaku

    kekayaanku hanya satu, dik

     

    Hati

    hati yang luas tak bertepi

    cinta yang dalam tak terajuk

  3. 2. Biar mati badanku kini

    Pixabay/mohamed_hassan
    Pixabay/mohamed_hassan

    Biar mati badanku kini

    Payah benar menempuh hidup

     

    Hanya khayal sepanjang hidup

    Biar muram pusaraku sunyi

     

    Cucuk kerah pudingnya redup

    Lebih nyaman tidur di kubur

  4. 3. Roda pedati

    Pixabay/chidioc
    Pixabay/chidioc

    Nasib makhluk adalah laksana roda pedati

    Ia turun dan ia naik, silih berganti

     

    Demikian kehendak Tuhan Rabbul Izzati

    kita menunggu kadar,

    kita berharap dan menanti...

  5. 4. Hati Sanubari

    Pexels/Pixabay
    Pexels/Pixabay

    Biarkanlah saya menyebut apa yang terasa;

    kemudian tuan bebas memberi saya nama

    dengan apa yang tuan sukai;

     

    Saya adalah pemberi maaf,

    dan perangai saya adalah mudah, tidak sulit.

     

    Cuma rasa hati sanubari itu

    tidaklah dapat saya menjualnya;

    katakanlah kepadaku, demi Tuhan.

    adakah rasa hati sanubari itu bisa dijual?

  6. 5. Nikmat Hidup

    unsplash/afiq fatah
    unsplash/afiq fatah

    Setelah diri bertambah besar

    ditempat ketjil tak muat lagi

    setelah harga bertambah tinggi

    orang pun segan datang menawar

    rumit beredar ditempat ketjil

    kerap bertemu kawan jang tjulas

    laksana ombak didalam gelas

    diri merasa bagai terpentjil

     

    Walaupun musnah harta dan benda

    harga diri djanganlah djatuh

    binaan pertama walaupun runtuh

    kerdja jang baru mulailah pula

    pahlawan budi tak pernah nganggur

    khidmat hidup sambung bersambung

    kadang turun kadang membubung

    sampai istirahat diliang kubur

     

    Tahan haus, tahanlah lapar

    bertemu sulit hendaklah tentang

    memohon-mohon djadikan pantang

    dari mengemis biar terkapar

    hanya dua tempat bertanja

    pertama Tuhan, kedua hati

    dari mulai hidup sampaipun mati

    timbangan insan tidaklah sama

     

    Hanja sekali singgah ke'alam

    sesudah mati tak balik lagi

    baru 'rang tahu siapa diri

    setelah tidur dikubur kelam

    selama nampak tubuh djasmani

    gelanggang malaikat bersama setan

    ada pudjian ada tjelaan

    lulus udjian siapa berani

     

    Djika hartamu sudah tak ada

    belumlah engkau bernama rugi

    djika berani tak ada lagi

    separo kekajaan porak poranda

    musnah segala apa yang ada

    djikalau djatuh martabat diri

    wadjahpun muram hilanglah sari

    ratapan batin dosa namanja

     

    Djikalau dasar budimu tjulas

    tidaklah berobah karena pangkat

    bertambah tinggi djendjang ditingkat

    perangai asal bertambah djelas

    tatkala engkau mendjadi palu

    beranilah memukul habis-habisan

    tiba giliran djadi landasan

    tahanlah pukulan biar bertalu

     

    Ada nasehat saja terima

    menjatakan pikiran baik berhenti

    sebab 'lah banjak orang jang bentji

    supaja engkau aman sentosa"

    menahan pikiran aku tak mungkin

    menumpul kalam aku tak kuasa

    merdeka berpikir gagah perkasa

    berani menjebut, jang aku jakin

     

    Tjelalah saja, makilah saja

    akan kusambut bertabah hati

    ada jang suka, ada jang bentji

    hiasan hidup di'alam maja

    kalaulah timbul tengkar-bertengkar

    antara jang bentji dengan jang sajang

    itulah alamat sudah membajang

    kewadjiban hidup telah kubajar

     

    Wahai diriku teruslah madju

    ditengah djalan djangan berhenti

    sebelum adjal, djanganlah mati

    keridhaan Allah, itulah tudju

    Jika menghitung kecintaan Allah kepada umatnya, mungkin tidak akan tergambarkan, karena saking banyaknya dan tak terhingga.

    Inilah yang diungkapkan Buya Hamka dalam setiap puisinya, terutama tentang menyanjung keesaan Allah.

    Semoga Mama bisa menikmati beberapa puisi karya Buya Hamka serta mengambil setiap hikmah dari apa yang terjadi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More