Berubah Akibat Corona, Ini 9 Prediksi Tren Pernikahan di Tahun Depan

Persiapkan hal ini untuk kamu yang berencana menikah tahun depan!

23 Juli 2020

Berubah Akibat Corona, Ini 9 Prediksi Tren Pernikahan Tahun Depan
Pixabay/vetonethemi

Tak hanya memberikan dampak besar pada ekonomi dunia, virus corona juga berdampak pada pasangan calon pengantin yang ingin menikah.

Akibat pandemi yang melanda, pasangan yang sudah terlanjur merancanakan pesta pernikahan, terpaksa harus mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah, seperti membatasi jumlah keluarga atau tamu yang hadir serta tak lupa menggunakan masker.

Tak hanya itu saja, dilansir dari Huffington Post, berikut Popmama.com telah merangkum 9 prediksi perubahan tren pernikahan di tahun depan. Simak baik-baik, ya!

1. Penyajian makanan katering tanpa menggunakan alat makan bersama

1. Penyajian makanan katering tanpa menggunakan alat makan bersama
Freepik/valeria_aksakova

Perubahan pertama ada pada penyajian makanan katering di pernikahan. Penyajian makanan dalam pernikahan di masa pandemi dan pasca-pandemi akan berubah dari sebelumnya.

Umumnya, para tamu akan mengambil sendiri hidangan prasmanan. Namun, kebiasaan tersebut harus diubah, mengingat alat makan untuk mengambil hidangan dipakai oleh banyak orang, yang dapat menjadi medium penyebaran virus.

Maka, penyajian makanan katering akan dilakukan langsung oleh pegawai katering. Selain itu untuk hidangan sampingan, akan langsung disajikan dalam porsi siap santap sehingga para tamu tak perlu menggunakan sendok atau garpu secara bergantian untuk mengambil hidangan.

Para tamu pun akan menikmati hidangan di atas meja dengan menjaga jarak antara satu sama lain. Dengan begitu, tak ada lagi situasi makan sambil berdiri saat menghadiri pernikahan.

Tak menutup kemungkinan jika semua peralatan makan untuk tamu merupakan alat makan sekali pakai.

2. Resepsi dengan waktu yang lebih sebentar

2. Resepsi waktu lebih sebentar
Freepik/free picture

Jika menikah di rumah, umumnya durasi acara pernikahan akan berlangsung lama, bahkan bisa sepanjang hari. Jika menikah di gedung, umumnya resepsi dilangsungkan paling lama 3 jam sesuai batas penyewaan gedung.

Namun dengan adanya virus corona ini, boleh jadi pernikahan tahun depan akan menjadi lebih pendek. Resepsi tak diadakan dengan durasi yang sama seperti dulu.

Alternatif lainnya, resepsi dibagi menjadi dua kali sesi untuk mencegah banyaknya tamu yang berkumpul di satu area dalam waktu bersamaan.

3. Outdoor Wedding menjadi pesta yang paling diminati

3. Outdoor Wedding menjadi pesta paling diminati
bridestory.com

Risiko penyebaran virus corona akan jauh lebih rendah saat orang-orang berada di luar ruangan daripada di dalam ruangan.

Berdasarkan hal ini, para pengamat memprediksikan kalau pernikahan di luar ruangan akan menjadi tren di tahun 2021 dan selanjutnya.

Kemungkinan, pernikahan bertemakan outdoor akan menjadi pilihan banyak calon pengantin di masa depan.

Editors' Picks

4. Pernikahan dalam gedung dengan ruangan yang lebih luas

4. Pernikahan dalam gedung ruangan lebih luas
Freepik/ senivpetro

Meski outdoor wedding kini banyak diminati, namun pernikahan dalam gedung atau dalam ruangan juga masih menjadi pilihan para calon pengantin.

Namun karena adanya virus corona, kemungkinan besar calon pengantin akan memilih gedung dengan ruangan berkapasitas besar yang dapat menampung lebih banyak dari jumlah tamu undangan.

Hal ini dilakukan demi mematuhi protokol kesehatan menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

5. Lebih banyak meja, lebih sedikit tamu

5. Lebih banyak meja, lebih sedikit tamu
Pexels/Ibrahim Asad

Pada tren pernikahan mendatang, tamu akan diminta untuk duduk ketimbang berdiri, dengan jarak antar kursi yang saling berjauhan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari berkerumunan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kemungkinan lainnya, resepsi pernikahan di Indonesia yang biasanya tak pakai meja untuk makan tamu, maka tahun depan kita akan menggunakannya.

Para tamu dapat makan di meja dengan jumlah tamu yang sedikit pada satu meja.

6. Semua orang harus memakai masker

6. Semua orang harus memakai masker
unsplash/taiscaptures

Masker menjadi benda yang wajib dikenakan, tak hanya oleh para tamu undangan tetapi juga oleh pengantin.

Faktanya, ini menjadi salah satu bagian dari protokol kesehatan untuk melaksanakan acara besar seperti pernikahan.

Oleh karena itu, para pengamat mengatakan kalau pemakaian masker menjadi salah satu tren pernikahan yang terjadi di tahun 2021 dan selanjutnya.

Bahkan, boleh jadi vendor pernikahan menyiapkan desain masker yang cantik untuk pasangan pengantin, atau mereka menerima permintaan pembuatan desain masker sesuai kebutuhan.

7. Prosedur kebersihan yang lebih ketat

7. Prosedur kebersihan lebih ketat
freepi/goffkein

Kebersihan menjadi kunci penting dalam menjaga diri dari virus corona. Oleh karena itu dalam acara pernikahan nanti, nampaknya semua tim yang terlibat sebagai panitia acara pernikahan akan melakukan prosedur kebersihan yang ketat.

Mulai dari menyiapkan hand sanitizer di tiap meja dan dekat dengan pengantin, membersihkan ruangan dan seluruh permukaan sebelum dan sesudah sesi acara, sampai pemakaian sarung tangan oleh para panitia yang bertugas.

Tak menutup kemungkinan kalau pihak gedung akan meningkatkan sarana, seperti mengganti keran kamar mandi dengan alat yang menggunakan sensor untuk menghindari sentuhan tangan.

8. Pembatasan panitia yang bekerja dalam acara

8. Pembatasan panitia bekerja dalam acara
maxpixel.net

Tak hanya pembatasan jumlah tamu undangan dalam pernikahan, hal serupa juga dapat diterapkan pada tim wedding organizer dan vendor lainnya.

Selama acara berlangsung, hanya sedikit tim yang bekerja atau terlibat dalam ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan yang dapat mempercepat penyebaran virus corona.

Selain itu, mengurangi jumlah tim wedding organizer juga dapat memberikan penambahan pada jumlah tamu undangan yang dapat masuk ke dalam ruangan pernikahan.

9. Tamu datang secara virtual

9. Tamu datang secara virtual
Pexels/Andrea Piacquadio

Pada dasarnya, pemerintah dan lembaga kesehatan menyarankan untuk menghindari keluar rumah jika tak terlalu darurat.

Sayangnya, menghadiri undangan pernikahan bukan sesuatu yang dianggap 'darurat'.

Oleh karena itu, muncullah alternatif tamu yang dapat menyapa dan memberi ucapan selamat pada pengantin secara virtual melalui aplikasi komunikasi apa pun.

Para pengamat meyakini bahwa tamu virtual ini akan menjadi sebuah tren dalam pernikahan di masa depan.

Tak hanya menyapa lewat video call, mungkin pengantin juga dapat mengirimkan makanan atau hadiah personal pada tamu sehingga saat acara pernikahan berlangsung, para tamu juga dapat merasakan suasana bahagia meski dari jauh.

Nah itulah kesembilan tren pernikahan saat dan pasca-pandemi Covid-19 menurut para pengamat.

Sebagian di antaranya tentu telah diterapkan, seperti pembatasan jumlah tamu, pemakaian masker, penyediaan hand sanitizer, serta penerapan prosedur kebersihan yang tinggi.

Kita doakan semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.