Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
TheOvertunes Rilis ‘Sampai Kapan?’ tentang Bangkit dari Zona Nyaman
Dok. TheOvertunes
  • TheOvertunes kembali setelah tiga tahun dengan single ‘Sampai Kapan?’ sebagai pembuka menuju album ketiga, menandai era baru perjalanan musik mereka.

  • Lagu ‘Sampai Kapan?’ mengangkat tema reflektif tentang keberanian keluar dari zona nyaman dan ajakan untuk bangkit dari rasa jenuh dalam menjalani hidup.

  • Dalam proses kreatifnya, TheOvertunes menghadirkan warna musik baru dengan aransemen lebih ramai, namun tetap mempertahankan ciri khas akustik dan lirik personal mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah tiga tahun sejak merilis mini album Endlessly, TheOvertunes akhirnya kembali dengan karya baru. Trio yang beranggotakan Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle itu membuka perjalanan musik terbarunya lewat single berjudul ‘Sampai Kapan?’.

Lagu ini menjadi penanda dimulainya era baru TheOvertunes menuju album ketiga mereka. Tak hanya menghadirkan warna musik yang lebih segar, ‘Sampai Kapan?’ juga membawa tema reflektif tentang perjuangan menghadapi rasa lelah dan kehilangan semangat dalam menjalani hidup. 

Berikut Popmama.com telah merangkum hal menarik dari perilisan lagu terbaru TheOvertunes berjudul ‘Sampai Kapan?’.

1. ‘Sampai Kapan?’ menjadi titik awal perjalanan album ketiga TheOvertunes

Instagram.com/TheOvertunes

Single ‘Sampai Kapan?’ menjadi karya pertama TheOvertunes setelah vakum merilis musik baru selama kurang lebih tiga tahun. Lagu ini hadir sebagai pembuka menuju album studio ketiga yang tengah mereka siapkan. 

Menurut TheOvertunes, lagu tersebut lahir dari proses introspeksi yang mereka alami masing-masing. Saat kembali berkumpul dalam sesi menulis lagu, ketiganya merasa memiliki keresahan yang sama tentang kehidupan, mimpi, dan keberanian untuk kembali melangkah.

“Perasaan sadar bahwa hidup yang kita inginkan memang harus kita perjuangkan,” ungkap Mikha Angelo mengenai pesan utama yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut. 

Kembalinya TheOvertunes juga cukup dinantikan penggemar. Sejak debut pada 2014, grup ini dikenal lewat sejumlah lagu seperti 'Sayap Pelindungmu', 'Takkan ke Mana', hingga 'I Still Love You'. Karakter musik akustik dan harmonisasi vokal yang menjadi ciri khas mereka masih dipertahankan dalam rilisan terbaru ini.

2. Makna Lagu ‘Sampai Kapan?’ Sebuah Ajakan Bangkit dari Rasa Jenuh

Dok. TheOvertunes

Di balik aransemen yang terdengar ringan, ‘Sampai Kapan?’ menyimpan pesan reflektif tentang seseorang yang mulai mempertanyakan hidupnya sendiri. Lagu ini menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa terjebak dalam rutinitas, kehilangan semangat, atau terlalu lama bertahan di situasi yang sebenarnya tidak membuatnya berkembang. 

Melalui liriknya, TheOvertunes mengajak pendengar untuk berani mengevaluasi diri. Pertanyaan “sampai kapan” bukan ditujukan kepada orang lain, melainkan kepada diri sendiri yang mungkin masih menunda langkah untuk berubah atau mengejar kehidupan yang diinginkan.

“Perasaan sadar bahwa hidup yang kita inginkan memang harus kita perjuangkan,” ungkap Mikha Angelo mengenai pesan yang ingin disampaikan melalui lagu ini. 

Menariknya, pesan tersebut tidak disampaikan dengan cara yang menggurui. Mikha menjelaskan bahwa lagu ini diibaratkan seperti nasihat dari seorang kakak kepada adiknya, tegas tetapi tetap penuh perhatian.

“Posisinya itu kayak kakak yang memberi tahu ke adiknya, cinta yang tegas,” ujar Mikha. 

Oleh karena itu, ‘Sampai Kapan?’ tidak hanya berbicara tentang rasa lelah dan kehilangan arah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai kembali dan memperjuangkan apa yang benar-benar diinginkan dalam hidup.

3. Hadirkan warna musik baru tanpa meninggalkan ciri khas TheOvertunes

Dok. TheOvertunes

Selain tema yang lebih reflektif, TheOvertunes juga memperkenalkan pendekatan baru dalam proses kreatif mereka. Untuk lagu ini, sesi penulisan dilakukan secara lebih kolektif bersama sejumlah musisi dan penulis lagu lainnya. 

Mereka juga menambahkan aransemen vokal latar yang lebih ramai sehingga menciptakan suasana seperti perayaan. Meski demikian, identitas musik TheOvertunes tetap terasa lewat dominasi gitar akustik serta lirik yang personal dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. 

Perpaduan progresi chord bernuansa minor dengan melodi yang terdengar cerah membuat lagu ini memiliki karakter yang unik. Di satu sisi berbicara tentang keputusasaan, tetapi disisi lain terdengar seperti dorongan untuk terus bergerak maju. Bahkan Mada menyebut ‘Sampai Kapan?’ sebagai “lagu yang menyenangkan untuk orang malas”. 

Melalui ‘Sampai Kapan?’, TheOvertunes membuka babak baru perjalanan musik mereka. Lagu ini menjadi pengingat bahwa rasa lelah dan kehilangan arah bisa dialami siapa saja, tetapi selalu ada kesempatan untuk kembali melangkah serta memperjuangkan hidup yang diinginkan.

Editorial Team

Related Article