Suami Selingkuh Berulang Kali, Apakah Layak Dimaafkan?

Selingkuh terjadi sekali, lalu dua kali, kemudian tiga kali. Apakah benar begitu?

25 September 2018

Suami Selingkuh Berulang Kali, Apakah Layak Dimaafkan
Unsplash/Bruno Cervera

Stigma sekali selingkuh pasti bisa terjadi lagi sangat melekat pada masyarakat Indonesia. Mungkin bukan hanya di negara ini. Korban perselingkuhan memang sering memiliki trauma tersendiri. 

Tidak ada perempuan yang rela dibohongi pasangannya, apalagi diselingkuhi. Ini tentu menjadi kondisi yang sulit diterima oleh istri, terutama jika sudah memiliki anak.

Namun, apakah stigma tersebut benar? Berikut ini Popmama.com berikan penjelasannya.

1. Mengapa terjadi perselingkuhan?

1. Mengapa terjadi perselingkuhan
Unsplash/Taras Chernus

Perselingkuhan adalah penyebab hancurnya hubungan asmara, apalagi jika pasangan sudah selingkuh berkali-kali. 

Seringkali, orang yang selingkuh berarti dianggap tidak mampu menjaga kesetiaan dan menyalahgunakan kepercayaan pasangannya. 

Ada banyak alasan orang selingkuh, tapi yang utama adalah karena ia merasa tidak puas dalam hubungannya atau ada yang salah pada masa lalunya.

2. Pendapat para ahli soal kemungkinan melakukan selingkuh lagi

2. Pendapat para ahli soal kemungkinan melakukan selingkuh lagi
Unsplash/Luke Besley

Dilansir dari laman Men’s Health, ada sebuah penelitian yang dilakukan University of Denver menguji 484 orang (68 persennya adalah perempuan) mengenai hubungan asmaranya. Penelitian diterbitkan pada Archieves of Sexual Behavior.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 44 persen partisipan mengakui telah selingkuh memakai perasaan, bahkan ada yang sampai berhubungan seks dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangannya. 

Selain itu, sebanyak 30 persen partisipan melaporkan bahwa mereka pernah diselingkuhi oleh pasangannya.

Para peneliti menemukan fakta bahwa partisipan yang pernah selingkuh memiliki kecenderungan hingga tiga kali lebih besar untuk selingkuh lagi daripada orang yang tidak pernah selingkuh.

Baca juga: Jangan Kecolongan, Ini 7 Ciri-Ciri Suami Selingkuh

Baca juga: Hati-Hati! Ini 9 Pekerjaan yang Membuat Pasangan Selingkuh

Baca juga: 5 Istri Menceritakan, Begini Cara Mereka Bertahan Setelah Diselingkuhi

Editors' Picks

3. Bagaimana dengan mereka yang menjadi korban perselingkuhan?

3. Bagaimana mereka menjadi korban perselingkuhan
Unsplash/Daria Litvinova

Saat mereka menyadari telah diselingkuhi, mereka merasa kemungkinan pasangannya selingkuh lagi jadi 2 kali lebih besar daripada mereka yang memiliki pasangan setia.

Studi lain yang dilakukan pada tahun 2016 mendukung temuan ini. 

Sebanyak 30 persen orang yang pernah selingkuh cenderung selingkuh lagi. Sementara itu, ada 13 persen orang yang melakukan selingkuh dan sebelumnya mereka belum pernah selingkuh.

Menurut Matt Garrett dari  laman Huffington Post, untuk menebak perilaku seseorang di masa depan, lihat kembali pola perilakunya di masa lalu. 

Artinya orang yang pernah selingkuh di masa lalu akan memiliki kemungkinan untuk selingkuh lagi di masa depan.

Demikian hasil temuan berdasarkan penelitian. Namun, tidak selalu orang yang pernah selingkuh akan kembali mengulangnya lagi. 

Tentu ada banyak faktor lainnya yang bisa mendukung seseorang untuk mengambil keputusan untuk selingkuh dari pasangannya.

4. Apakah orang yang pernah selingkuh layak dimaafkan?

4. Apakah orang pernah selingkuh layak dimaafkan
Unsplash/Alex iby

Setelah mengalami diselingkuhi biasanya akan ada sakit hati yang disertai perasaan trauma.

Diselingkuhi berarti kamu telah dikhianati. Ini sangat menyakitkan hati.

Lalu apakah setelah pasangan selingkuh layak untuk dimaafkan? Kamu yang mengetahui jawabnya dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Lakukan komunikasi secara sehat tanpa amarah. Ketika tangis dan marah sudah bisa diredam maka barulah bisa terjadi komunikasi yang sehat.
  • Bila pasangan kamu mengelak meski sudah ada bukti-bukti, maka bisa dibilang pasangan kamu tidak menghargai kesetiaan dan kepercayaan yang sudah kamu berikan kepadanya.
  • Sedangkan bila pasangan kamu mengakui kesalahannya lalu ia benar-benar menunjukkan perubahan sikap, maka kamu bisa mempertimbangkan ia kembali ke pelukan kamu.
  • Jika komunikasi sehat sulit terwujud, pilihlah mediator yang mengerti soal percintaan orang dewasa. Kamu juga bisa mengajak pasangan pergi ke konselor untuk konsultasikan permasalahan kamu.

Setelah itu kamu lewati barulah kemudian kamu bisa belajar untuk memercayainya lagi. Dengan begitu perlahan trauma dan sakit hati akan memudar.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!