Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Viral Istri Cerita Suaminya Diduga Selingkuh Berulang Kali, Kenapa?

Viral Istri Cerita Suaminya Diduga Selingkuh Berulang Kali, Kenapa?
Instagram.com/adefningsih
  • AFN memergoki suaminya, WP, bersama A di apartemen setelah keduanya menonton bioskop. AFN menyebut A diduga ART dan mengaku perselingkuhan itu bukan kejadian pertama.

  • Menurut AFN, WP diduga berselingkuh dengan lebih dari satu perempuan. Artikel menekankan perselingkuhan dipengaruhi faktor pribadi, masalah hubungan, kesempatan, dan tetap menjadi tanggung jawab pelaku.

  • Perselingkuhan berulang dapat terkait kurangnya penyesalan, pencarian validasi, lemahnya komitmen, serta masalah emosional. Perubahan membutuhkan pengakuan tanpa menyalahkan pasangan, motivasi pribadi, dan terapi bila diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini, viral di media sosial seorang istri, Ade Fitria Ningsih atau AFN memergoki suaminya sedang berselingkuh dengan perempuan lain. AFN membagikan cerita tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam video yang beredar, sang suami berinisial WP tengah berjalan dengan perempuan berinisial A. Mirisnya, perselingkuhan yang dilakukan WP tidak hanya dilakukan sekali aja. 

Simak pembahasan selengkapnya yang telah dirangkum oleh Popmama.com .

  1. 1. Perempuan lain itu mengaku mau dinikahi oleh suami AFN

    Perempuan lain itu mengaku mau dinikahi oleh suami AFN
    Instagram.com/adefningsih

    Di unggahan Instagram, AFN mengungkapkan bahwa suaminya pergi menonton bioskop bersama A. Korban pun menemui mereka di apartemen. AFN mendatangi apartemen, di mana suaminya hendak bersama perempuan yang diduga selingkuhannya itu. 

    AFN yang memergoki mereka berdua terlihat langsung melabrak keduanya. Tak disangka, A justru memeluk kaki WP begitu erat, seakan tidak ingin berpisah dan ditinggalkan. 

    “Dia mohon mohon nggak mau ditinggal wepe!!! Di depan mata gue!!!” tulis AFN di caption video tersebut.

    Terdapat momen di mana AFN bertanya kepada A, apakah ia mau menikah dengan suaminya. Tanpa tau malu, A langsung menjawab dengan anggukan agar dinikahi oleh WP. 

  2. 2. Suami AFN diduga terlibat perselingkuhan berulang kali

    Suami AFN diduga terlibat perselingkuhan berulang kali
    Instagram.com/adefningsih

    Mirisnya, dugaan perselingkuhan yang dilakukan WP sudah terjadi berulang kali sejak menikah dengan AFN. WP kerap melakukan love bombing dengan berulang kali memberikan barang untuk AFN, namun nyatanya perilaku manis tersebut juga dilakukan kepada para selingkuhannya. 

    “Dan dia selingkuh nggak cuma sama satu orang, bahkan cewek yang sekarang juga diselingkuhi sama LC 2 orang. Cuma ceweknya nggak tau karena berasanya dia yang selalu dipertahankan oleh si WP. Girls you’re not the one juga,” cerita AFN di caption Instagram. 

    Hingga kini, AFN masih terus membagikan perkembangan terkait persoalan rumah tangganya dengan WP, termasuk dugaan perselingkuhan yang terjadi di antara mereka. Kasus tersebut pun masih menjadi sorotan dan terus berkembang seiring adanya informasi maupun cerita baru yang disampaikan AFN.

  3. 3. Kenapa seseorang bisa selingkuh?

    Kenapa seseorang bisa selingkuh
    Magnific/Drazen Zigic

    Seseorang bisa selingkuh karena berbagai alasan, dan penyebabnya tidak selalu sama pada setiap orang. Perselingkuhan umumnya merupakan pilihan yang dipengaruhi oleh faktor pribadi, kondisi hubungan, serta kesempatan.

    Berikut beberapa alasannya:

    1. Merasa ada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi
      Seseorang mungkin merasa kurang diperhatikan, tidak dihargai, kesepian, atau tidak lagi memiliki kedekatan emosional dengan pasangannya. Ketika bertemu orang lain yang memberikan perhatian tersebut, ia bisa tergoda untuk membangun hubungan di luar komitmennya.
    2. Kurangnya kepuasan dalam hubungan
      Konflik yang terus-menerus, komunikasi yang buruk, hubungan yang terasa hambar, atau kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi dapat menjadi salah satu faktor. Namun, masalah dalam hubungan bukan pembenaran untuk selingkuh, karena masalah tersebut seharusnya dibicarakan atau diselesaikan bersama.
    3. Mencari validasi dan pengakuan
      Ada orang yang merasa senang ketika mendapatkan perhatian dari orang lain. Perselingkuhan bisa membuatnya merasa lebih menarik, diinginkan, atau berharga, terutama jika ia memiliki rasa tidak aman terhadap dirinya sendiri.
    4. Merasa bosan dan ingin mencari sensasi baru
      Hubungan jangka panjang terkadang terasa monoton. Sebagian orang mencari pengalaman baru, ketegangan, atau sensasi 'terlarang' melalui perselingkuhan daripada berusaha membangun kembali kedekatan dengan pasangan.
    5. Memiliki masalah dengan komitmen atau batasan
      Tidak semua orang memiliki kesiapan yang sama untuk menjalani hubungan monogami dan berkomitmen. Ada pula yang kesulitan mengendalikan impuls atau tidak memiliki batasan yang jelas dengan orang lain.
    6. Adanya kesempatan
      Kedekatan dengan rekan kerja, mantan kekasih, teman, atau seseorang di media sosial dapat membuka peluang terjadinya perselingkuhan. Namun, kesempatan saja tidak otomatis membuat seseorang selingkuh karena tetap ada keputusan pribadi untuk melanjutkan atau menghentikan kedekatan tersebut.
    7. Masalah pribadi yang belum terselesaikan
      Rasa insecure, trauma, kebutuhan untuk selalu mencari perhatian, rendahnya kontrol diri, atau pola hubungan yang dipelajari sejak lama juga dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam menjalin hubungan.

    Selingkuh bukan selalu berarti seseorang sudah tidak mencintai pasangannya. Namun, perselingkuhan tetap merupakan pelanggaran terhadap kepercayaan dan komitmen yang telah disepakati. Penyebabnya bisa kompleks, tetapi tanggung jawab atas keputusan untuk selingkuh tetap berada pada orang yang melakukannya.

  4. 4. Alasan seseorang melakukan perselingkuhan berulang

    Alasan seseorang melakukan perselingkuhan berulang
    Freepik/freepik

    Seseorang dapat melakukan perselingkuhan berulang karena berbagai alasan yang berkaitan dengan pola perilaku, kondisi emosional, dan cara ia memandang komitmen dalam hubungan.

    Berbeda dengan perselingkuhan yang terjadi karena keputusan sesaat, perselingkuhan yang terus berulang bisa menunjukkan bahwa ada masalah mendasar yang belum benar-benar disadari atau diselesaikan oleh pelakunya.

    Salah satu alasannya adalah karena seseorang tidak benar-benar menyesali perilakunya. Meski telah meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya, perubahan tidak akan terjadi jika permintaan maaf tersebut tidak disertai kesadaran terhadap dampak perselingkuhan serta usaha nyata untuk memperbaiki perilaku.

    Selain itu, ada pula orang yang terus mencari validasi dari orang lain agar merasa menarik, diinginkan, dan berharga. Perselingkuhan berulang juga dapat terjadi karena seseorang memiliki kesulitan dalam menjaga komitmen dan batasan dengan orang lain.

    Kedekatan yang terlalu intens dengan orang lain, kebiasaan mencari perhatian di luar hubungan, atau sengaja menempatkan diri dalam situasi yang berisiko dapat membuat pola tersebut kembali terjadi.

    Jika akar masalah seperti rasa insecure, kesepian, kebutuhan akan sensasi, atau masalah emosional lainnya tidak dihadapi, seseorang mungkin terus mengulangi perilaku yang sama.

    Di sisi lain, kurangnya konsekuensi yang dirasakan juga bisa membuat seseorang merasa bahwa perselingkuhan masih dapat ditoleransi. Namun, penting untuk diingat bahwa pasangan yang memaafkan tidak pernah menjadi penyebab seseorang kembali berselingkuh.

    Tanggung jawab atas keputusan untuk melakukan perselingkuhan tetap berada sepenuhnya pada pelaku. Perselingkuhan yang berulang umumnya menunjukkan adanya pola yang belum berubah dan membutuhkan komitmen serta tindakan nyata untuk benar-benar menghentikannya.

  5. 5. Apakah orang yang selingkuh bisa sembuh?

    Apakah orang yang selingkuh bisa sembuh?
    Freepik/freepik

    Pada dasarnya, seseorang yang pernah melakukan perselingkuhan memang bisa berubah. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan agar seseorang benar-benar mampu menghentikan pola perselingkuhan dan membangun kembali perilaku yang lebih sehat dalam hubungan.

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengakui kesalahan secara utuh tanpa berusaha membela diri atau mengalihkan tanggung jawab kepada pasangan.

    Pelaku perselingkuhan perlu memahami bahwa mengakui kesalahan bukan berarti menambahkan alasan atau menyalahkan kondisi hubungan, melainkan berani menerima bahwa tindakan tersebut memang salah dan memahami dampaknya terhadap pasangan.

    “Yang pertama, dia bisa mengakui kesalahan yang dia lakukan tanpa defensif. Defensif itu misalnya: ‘Iya aku salah, aku selingkuh, tapi kamu kan begini-begini…’ Itu termasuk defensif. Harusnya: ‘Iya aku salah, ini nggak harusnya aku lakukan, dan dampaknya seperti ini,’ tanpa menyalahkan pasangan,” kata Dya Adis Putri Rahmadanti, M.Psi, Psikolog, C.Ht, Psikolog Klinis & Hipnoterapis Audentia Mind Medcare, mengutip wawancara dalam sesi Popmama Talk Desember 2025.

    Selain mengakui kesalahan, keinginan untuk berubah juga perlu muncul dari kesadaran pribadi. Perubahan yang dilakukan semata-mata karena takut kehilangan pasangan mungkin tidak akan bertahan lama.

    Sebaliknya, seseorang perlu memiliki motivasi yang tulus untuk memperbaiki dirinya dan membangun hubungan yang lebih sehat, bahkan ketika hubungan dengan pasangan sedang berada dalam kondisi baik.

    “Yang kedua, adanya motivasi dalam diri untuk berubah. Motivasi ini harus dari kesadaran sendiri, memperbaiki hubungan dengan pasangannya baik-baik aja, bukan hanya karena takut ditinggal. Dua hal itu berbeda,” ungkap Dya Adis Putri Rahmadanti, M.Psi, Psikolog, C.Ht.

    Upaya lain yang dapat dilakukan adalah menjalani terapi, termasuk terapi pasangan apabila diperlukan. Melalui proses ini, pasangan dapat belajar mengenali dan mengelola emosi dengan lebih baik, memperbaiki pola komunikasi, serta membangun batasan yang sehat dengan orang lain.

    “Kemudian, mau melakukan sesi terapi, misalnya terapi pasangan. Nanti akan belajar emotional regulation, boundary setting, supaya perselingkuhan nggak terulang lagi,” jelas Dya Adis Putri Rahmadanti, M.Psi, Psikolog, C.Ht.

    “Dan yang terakhir, tidak menyalahkan pasangannya. Kalau syarat itu dipenuhi, bisa berubah. Tapi kalau defensif dan tidak ada perubahan perilaku, agak susah untuk berubah,” pungkasnya.

    Demikian informasi mengenai viral kasus perselingkuhan beserta alasan mengapa seseorang selingkuh berulang kali. Pada akhirnya, pelaku tetaplah pihak yang harus berubah, dan korban tidak seharusnya menyalahkan diri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More