7 Hal yang Sebaiknya Dilakukan agar Cepat Pulih Pasca Persalinan

Perhatikan juga kondisi fisik dan mental Mama pada periode ini

21 Desember 2018

7 Hal Sebaik Dilakukan agar Cepat Pulih Pasca Persalinan
Pixabay/Cherylholt

Setelah melewati proses persalinan, baik normal maupun operasi caesar, Mama tetap harus memerhatikan kondisi kesehatan tubuh.

Dengan begitu, proses pemulihan pun akan berjalan lebih mudah dan lebih lancar. Jika tidak, bukan tidak mungkin Mama justru bisa stres.

Selain lelah karena mulai sibuk mengurus si Kecil, pemulihan tubuh yang tidak lancar juga bisa membuat Mama nyeri, tidak nyaman dan sulit bisa beraktivitas normal.

Apa saja yang sebaiknya tak lupa dilakukan setelah melahirkan, ya? Nah, berikut rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Makan sayur dan buah

1. Makan sayur buah
Pixabay/Congerdesign

Nyeri untuk buang air besar setelah melahirkan adalah salah satu permasalahan yang biasa dialami oleh perempuan. Oleh karena itu, Mama perlu memperbanyak asupan serat.

Kebiasaan ini berguna untuk membuat tekstur feses tidak keras. Proses pembuangannya nanti pun akan menjadi lebih mudah dan minim nyeri, Ma.

Konsumsi serat dari sayur dan buah setidaknya 2-3 kali per hari. Pilih buah-buahan segar yang mengandung banyak air.

Yang tak kalah penting, hindari kebiasaan menahan buang air besar. Hal ini justru bisa membuat feses menumpuk di tubuh dan menjadi lebih keras, yang tentunya akan menyulitkan Mama saat berikutnya hendak buang air besar.

2. Pijat setelah melahirkan

2. Pijat setelah melahirkan
Pexels/Pixabay

Menyiapkan sesi memijat pasca melahirkan mungkin bukan menjadi sesuatu yang Mama prioritaskan. Namun ini juga penting lho, Ma. Baik Mama melahirkan secara normal maupun operasi caesar.

Pijatan lembut yang dilakukan di area perut dapat membantu membuat rahim menyusut. Hal ini kemudian dapat menghentikan pendarahan setelah melahirkan.

Rasa nyeri mungkin akan terasa mengganggu Mama. Hal ini wajar kok, Ma. Yang terpenting, pilih tenaga terapi yang berpengalaman dan sampaikan jika Mama terasa agak nyeri, ya.

3. Minum banyak air putih

3. Minum banyak air putih
Pexels/Tookapic

Memastikan kondisi hidrasi tubuh juga menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan pasca melahirkan.

Selain membuat melancarkan buang air besar, minum cukup juga mempercepat penyembuhan pada tubuh Mama. Baik Mama melahirkan secara normal, maupun operasi caesar.

Sediakan botol minum berisi air putih di dekat Mama agar mudah saat hendak minum air putih, terutama jika tubuh Mama masih terasa sulit untuk mondar-mandir mengambil air minum.

Terutama jika Mama menyusui si Kecil secara eksklusif, minum air putih juga membantu memastikan kelancaran produksi air susu ibu (ASI) lho, Ma.

Editors' Picks

4. Rutin mengganti pembalut

4. Rutin mengganti pembalut
Pixabay/Sanjasy

Setelah melahirkan, biasnaya Mama akan selalu menggunakan pembalut khusus untuk menampung sisa darah nifas. Bentuk pembalut untuk Mama pasca persalinan biasanya lebih besar dibandingkan pembalut biasa.

Saat Mama menggunakan pembalut ini, pastikan untuk rutin menggantinya ya, Ma. Hindari membiarkannya terlalu penuh sebelum mengganti.

Ini karena darah yang ditampung adalah darah kotor yang memang perlu dibuang oleh tubuh. Bukan tidak mungkin jika dibiarkan terlalu lama, area organ intim pun jadi berisiko lembap dan menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Hii!

5. Konsultasi ke pakar laktasi

5. Konsultasi ke pakar laktasi
Pexels/Tracey Shaw

Apabila Mama mengalami masalah saat menyusui si Kecil, jangan ragu untuk menyiapkan sesi konsultasi dengan pakar laktasi.

Beberapa masalah pun mungkin terjadi pada waktu ini, Ma. Mulai dari produksi ASI yang tidak lancar, posisi menyusui yang belum tepat, hingga bengkak payudara yang bisa berujung pada mastitis.

Drama saat menyusui ini juga bisa menjadi salah satu pemicu stres pada Mama setelah  melahirkan, lho. Oleh sebab itu, jangan ragu mencari bantuan jika Mama merasakan ada hambatan yang dialami.

Biasanya konsultan laktasi terdapat di rumah sakit, kok. Mama juga bisa melakukan sesi konsultasi ini dengan perawat atau bidan.

6. Rawat area bekas luka jahitan

6. Rawat area bekas luka jahitan
Pixabay/Stevepb

Baik melahirkan secara normal maupun operasi caesar, Mama biasanya tetap akan memiliki bekas luka jahitan. Yang membedakan hanya lokasi bekas jahitannya, Ma.

Apabila Mama melahirkan secara normal, bekas jahitan berada di area vagina. Sementara saat Mama melahirkan lewat operasi caesar, bekas jahitannya berada di perut.

Meski beda tempat, cara perawatan bekas luka jahitan ini tak jauh berbeda kok, Ma. Salah satu kuncinya adalah selalu menjaga kebersihan area tersebut.

Sebisa mungkin jaga kondisinya tetap bersih dan kering, khusus untuk bekas jahitan operasi caesar, ganti perbannya secara rutin.

Untuk Mama yang melahirkan secara normal, salah satu cara menjaga kebersihan area bekas jahitan adalah dengan rutin mengganti pembalut dan berhati-hati saat membilasnya ya, Ma.

7. Istirahat cukup

7. Istirahat cukup
Pexels/Pixabay

Proses persalinan membuat tubuh Mama menjadi sangat lelah, belum lagi setelah itu juga harus beradaptasi dengan aktivitas baru untuk mengurus si Kecil.

Maka dari itu, istirahat dan tidur siang saat ada waktu pun menjadi sangat penting untuk Mama. Jangan anggap enteng manfaat tidur siang meski hanya 15-30 menit saja.

Kebiasaan ini dapat membantu Mama pulih lebih cepat dan lebih siap untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari sebagai ibu baru.

Jika perlu, mintalah bantuan sejenak dari Papa atau anggota keluarga lain untuk menemani si Kecil selagi Mama istirahat. Selain baik untuk kesehatan fisik, cukup istirahat juga baik untuk mental, lho.

Jadi, jangan lupa untuk melakukan hal-hal ini supaya Mama tetap bersemangat menjalani rutinitas baru menjadi seorang ibu, ya!