Produksi ASI Menurun? Begini Cara Melakukan Power Pumping!

Jangan terburu-buru memberikan susu formula. Coba power pumping dulu ya Ma

4 September 2020

Produksi ASI Menurun Begini Cara Melakukan Power Pumping
bostonmagazine.com

Memberikan ASI ekslusif hingga bayi minimal berusia enam bulan adalah dambaan setiap mama. Nutrisi yang terkandung di dalam ASI terbukti yang terbaik guna memenuhi kebutuhan gizi seimbang yang diperlukan bayi untuk tumbuh kembangnya.

Namun, ada kalanya Mama menemui kendala saat menyusui. Salah satu kendala yang paling sering dijumpai saat proses menyusui adalah menurunnya produksi ASI. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bayi yang terlihat selalu lapar dan ingin terus menyusu atau hasil perah yang kurang dari biasanya.

Menurunnya produksi ASI disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya posisi perlekatan bayi yang kurang tepat, bayi mengalami grow spurt atau kondisi di mana bayi lebih sering menyusu daripada biasanya untuk mempercepat pertumbuhannya, stres, dan manajemen ASI perah (ASIP) yang buruk yang umumnya dialami oleh ibu bekerja.

Kondisi ini seringkali membuat Mama putus asa dan akhirnya memutuskan untuk memberikan susu formula sebagai selingan. Padahal Mama bisa melakukan power pumping lebih dulu untuk meningkatkan produksi ASI.

Yuk simak rangkuman Popmama.com mengenai cara melakukan power pumping yang bisa meningkatkan produksi ASI di bawah ini!

Editors' Picks

1. Apa itu power pumping?

1. Apa itu power pumping
mnn.com

Power pumping merupakan teknik memerah ASI dengan strategi tertentu dan dilakukan selama satu jam lamanya. Tujuan utama teknik ini adalah mengosongkan payudara mama, sehingga tubuh akan segera mengirimkan ‘sinyal’ ke otak untuk segera memproduksi ASI kembali.

Namun, perlu Mama ingat bahwa teknik power pumping ini bukan untuk menggantikan seluruh sesi pumping dalam sehari. Teknik ini hanya menggantikan satu kali sesi pumping regular, hanya saja dengan frekuensi waktu yang lebih lama.

2. Cara melakukan power pumping

2. Cara melakukan power pumping
motherhoodcare.com

Pada prinsipnya, teknik power pumping ini dilakukan secara konsisten pada dua payudara selama satu jam. Caranya, pompa payudara sebelah kanan selama 10 menit, kemudian istirahatkan dan ganti memompa payudara sebelah kiri selama 10 menit juga. Lakukan secara bergantian selama satu jam.

Jika Mama menggunakan pompa ASI ganda (double pump) untuk memerah ASI, maka pompa kedua payudara selama 10 menit secara bersamaan, lalu istirahatkan payudara selama 10 menit. Ulangi proses tersebut hingga satu jam lamanya.

Power pumping sebaiknya rutin dilakukan, minimal dua kali sehari hingga produksi ASI dirasa cukup bagi bayi. Biasanya, efeknya mulai terasa di hari kedua hingga hari keempat dari proses tersebut dimulai.

Sesuai dengan prinsip produksi ASI ‘supply by demand’, teknik ini terbukti ampuh meningkatkan produksi ASI mama. Sebab, payudara secara konsisten dikosongkan dan secara otomatis tubuh akan mengirimkan sinyal kepada otak untuk kembali memproduksi ASI.

3. Kapan waktu terbaik melakukan power pumping

3. Kapan waktu terbaik melakukan power pumping
Freepik/Blanscape

Mama sebaiknya melakukan power pumping pada malam hari. Pasalnya, hormon oksitosin dan hormon prolaktin yang berperan terhadap produksi ASI lebih banyak dikeluarkan di malam hari. Sehingga ASI perah yang dihasilkan pun bisa lebih banyak. Jangan menyerah dulu ya Ma jika hasil pumping pertama belum menghasilkan ASIP sesuai harapan, karena semuanya butuh proses. Satu hal yang perlu Mama ingat adalah tetap tenang dan senang. Pikiran yang tenang dan hati senang sangat memengaruhi kelancaran ASI.

Jadi, yuk cari cara supaya Mama happy saat sesi pumping, dengan lihat foto atau video si Kecil misalnya.

Itulah informasi mengenai cara melakukan power pumping yang bisa Mama lakukan untuk meningkatkan produksi ASI.

Tetap semangat mengASIhi ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.