Menurut dr Nurdin Zuhri, SpM, dari RS Universitas Airlangga, Surabaya, pasien dengan myopia tinggi (lebih dari minus 6.00) memang rentan mengalami komplikasi, terutama karena myopia patologis yang terjadi selama kehamilan dan persalinan.
Salah satu komplikasinya yakni kebutaan, Ma. Komplikasi yang bisa terjadi pada myopia tinggi sehingga menyebabkan kebutaan di antaranya ablasi retina (retinal detachment), degenerasi retina dan macula, serta perdarahan di belakang retina.
Ablasi retina terjadi ketika retina terlepas, yang tergolong kondisi darurat dan dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak segera ditangani.
dr Nurdin menjelaskan bahwa perubahan-perubahan pada kondisi mata memang dapat terjadi pada kehamilan, namun manajemennya pada kehamilan dan pengaruhnya terhadap persalinan masih diperdebatkan.
"Myopia telah menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan jenis persalinan. Diduga peningkatan tekanan intraokuler ketika mengejan pada persalinan normal memperparah atau menyebabkan retinal detachment," ujar dr Nurdin.
Namun demikian, menurutnya sampai saat ini banyak jurnal dari berbagai penelitian di beberapa negara yang mengemukakan kesimpulan bahwa jenis persalinan (normal/pervaginam) tidak menyebabkan komplikasi atau memperparah kondisi myopia pasien.
Ini berarti pada intinya belum ada penelitian ilmiah yang menguatkan teori bahwa mengejan secara langsung merusak retina mata.