Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Career Break Pasca Melahirkan, Persiapan Kembali Bekerja Ibu Menyusui
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Ibu menyusui yang kembali bekerja disarankan berkomunikasi terbuka dengan kantor mengenai jadwal memompa, ruang laktasi, penyimpanan ASI, dan fleksibilitas kerja.

  • Latihan memakai pompa beberapa minggu sebelumnya membantu membangun stok ASI perah.

  • Keluarga, pengasuh, atau daycare perlu memahami penyimpanan dan penyajian ASI, jadwal memompa konsisten setiap 3–4 jam dianjurkan selama bekerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah mengambil career break yang cukup lama demi menyambut dan merawat si Kecil, momen kembali ke dunia kerja sering menghadirkan perasaan cemas dan bingung dengan komitmen pemberian ASI eksklusif.

Namun, Mama tidak perlu merasa khawatir dengan kemampuan diri sendiri. Dengan strategi dan persiapan yang matang, transisi kembali ke kantor bisa berjalan lancar tanpa mengorbankan nutrisi si Kecil. 

Berikut Popmama.com telah rangkum informasi terkait persiapan Ibu menyusui untuk kembali bekerja dari website OASH women health, disimak ya!

1. Komunikasi terbuka dengan pihak kantor

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Berkomunikasi secara transparan dengan atasan merupakan langkah pertama yang penting sebelum Mama kembali bekerja, sampaikan rencana bahwa Mama akan tetap aktif memompa ASI selama jam kerja di kantor. 

Langkah ini membantu menciptakan ekspektasi yang sama antara Mama dan pihak manajemen, diskusikan mengenai ketersediaan fasilitas privasi seperti ruang laktasi yang bersih, tempat penyimpanan ASI, serta fleksibilitas jadwal pumping.

Dengan mengetahui hak-hak sebagai pekerja yang menyusui akan memberikan rasa tenang dan aman untuk Mama.

2. Mulai berlatih memompa dan mengontrol stok ASI

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Perasaan memompa ASI ternyata cukup berbeda dibandingkan saat Mama menyusui si Kecil secara langsung. Maka, sangat disarankan untuk mulai membiasakan diri menggunakan pompa ASI beberapa minggu sebelum masuk kantor. 

Cobalah berlatih di rumah agar tubuh terbiasa dengan pompa. Selain membiasakan diri, waktu latihan ini bisa Mama manfaatkan untuk mulai membangun cadangan stok ASI perah (ASIP) di dalam freezer. 

Memiliki tabungan stok ASI yang cukup akan mengurangi beban emosional Mama pada hari-hari pertama bekerja. Si Kecil juga akan tetap memiliki nutrisi yang aman selama ditinggal beraktivitas.

3. Memperkenalkan botol pada anak

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Mengenalkan cara minum ASI melalui botol merupakan bagian dari persiapan penting sebelum Mama kembali bekerja, proses transisi dari payudara ke media minum alternatif membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra dari si Kecil. 

Hindari memperkenalkan botol secara mendadak tepat pada hari pertama Mama mulai masuk kantor, agar si Kecil lebih mudah beradaptasi mulailah sejak satu bulan sebelum masa cuti berakhir.

Mama bisa meminta bantuan pasangan, pengasuh, atau anggota keluarga lain untuk memberikan susu tersebut.

4. Membangun support system dan pengasuh yang edukatif

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Sistem pendukung menjadi kunci utama keberhasilan transisi Mama yang tetap ingin memberikan ASI, diskusikan komitmen menyusui ini secara langsung bersama keluarga serta pihak daycare, baby sitter, maupun kakek-nenek. 

Berikan edukasi yang tepat mengenai cara menyimpan, mencairkan, hingga menyajikan ASI perah dengan benar kepada pengasuh si Kecil. 

Pengetahuan pengasuh yang baik dalam menangani ASI akan mencegah risiko kerusakan kandungan di dalamnya.

5. Menyusun jadwal memompa yang konsisten

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Prinsip utama produksi ASI ialah supply and demand, sehingga menjaga konsistensi memompa di tempat bekerja sangatlah penting. Sesuaikan jadwal memompa di kantor dengan waktu yang biasanya menjadi jam menyusu si Kecil di rumah. 

Usahakan untuk mengosongkan payudara secara berkala setiap 3-4 jam sekali dan Mama bisa menyusui si Kecil secara langsung sesampainya di rumah. 

Menjalani peran ganda sebagai working mom memang membutuhkan penyesuaian yang tidak sedikit. Namun dengan persiapan yang matang dan rasa percaya diri, Mama pasti bisa melaluinya dengan baik!

Curated For You

Editorial Team

Related Article