7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Ibu Melahirkan Normal

Ini pantangan yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan

6 Desember 2021

7 Hal Tidak Boleh Dilakukan setelah Ibu Melahirkan Normal
Pexels.com/KristinaPaukshtite

Setelah melahirkan, pastinya semua Mama mengalami beberapa perubahan baru yang dialami oleh tubuh. Terutama, bagi Mama yang melahirkan melalui proses normal yang menguras energi, baik secara fisik maupun mental.

Oleh sebab itu, umumnya setelah melahirkan normal maka Mama harus melalui masa pemulihan pascapersalinan yang bisa berlangsung selama beberapa minggu setelahnya.

Maka dari itu, selama pemulihan berlangsung ada beberapa hal yang sebaiknya tidak boleh Mama lakukan agar masa pemulihan berjalan dengan lancar dan baik.

Nah, untuk membantu Mama mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan normal. Berikut Popmama.com rangkumkan informasinya dilansir dari Healthline. Yuk, simak sampai habis, Ma!

1. Hindari untuk memasukkan benda ke dalam miss v, seperti tampon

1. Hindari memasukkan benda ke dalam miss v, seperti tampon
Pexels.com/KarolinaGrabowska

Hal ini tergantung pada pengalaman melahirkan Mama, karena adanya perubahan bentuk pada miss v hingga pendarahan yang sempat dialami maka untuk melanjutkan aktivitas tertentu, termasuk berhubungan seks dan menggunakan tampon, Mama harus menunggu sampai beberapa waktu, biasanya terjadi sekitar 6 minggu pemeriksaan pascapersalinan.

Mengapa? Alasan pertama adalah karena risiko infeksi. Rahim Mama masih dalam proses pemulihan fisik setelah melahirkan. Jadi, hindari mencoba menggunakan produk menstruasi internal, seperti menstrual cup atau tampon, karena bakteri dapat terbentuk dan menyebabkan infeksi pada luka ini.

Pendarahan setelah melahirkan berlangsung antara 2 dan 6 minggu, jadi gunakan pembalut selama waktu ini atau sampai dokter memberi tahu Mama bahwa aman untuk melakukan sebaliknya. Ganti pembalut dan cuci tangan sesering mungkin untuk menghindari infeksi.

Bagaimana dengan seks? Tidak ada pedoman keras, tetapi banyak dokter mungkin merekomendasikan menunggu antara 4 dan 6 minggu setelah melahirkan. Alasannya mirip dengan tampon, tetapi risiko infeksi lebih rendah setelah 2 minggu pascapersalinan. Lebih jelasnya, Mama bisa konsultasikan kepada dokter kandungan Mama.

2. Jangan melakukan pekerjaan berat terlebih dahulu

2. Jangan melakukan pekerjaan berat terlebih dahulu
Pexels.com/SarahChai

Yap, hal paling umum yang banyak disarankan oleh dokter adalah jangan mencoba untuk melakukan segala secara berlebihan terlebih dahulu setelah melahirkan, termasuk olahraga. Hal ini karena Mama masih dalam masa pemulihan sehingga pendarahan kemungkinan bisa terjadi.

Untuk itu, penting sekali memperhatikan tubuh Mama agar tidak melakukan pekerjaan berat setelah melahirkan demi menghindari cedera, ketegangan otot, dan perasaan kewalahan atau kecemasan.

Editors' Picks

3. Jangan mengabaikan rasa sakit yang dirasakan setelah melahirkan

3. Jangan mengabaikan rasa sakit dirasakan setelah melahirkan
Pexels.com/RodnaeProduction

Kebanyakan orang akan mengalami beberapa tingkat rasa sakit setelah melahirkan, tetapi jenis dan durasi rasa sakitnya akan bervariasi.

Misalnya, rasa sakit Mama bisa berbeda tergantung pada melahirkan pertama kali atau tidak, proses melahirkan (normal atau melalui operasi caesar), atau jika Mama mengalami komplikasi selama atau setelah melahirkan. Nyeri dapat berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu dan dapat bervariasi dari orang ke orang dan bahkan kehamilan ke kehamilan.

Jenis-jenis nyeri yang normal setelah melahirkan antara lain:

  • Kram saat rahim menyusut kembali ke ukuran sebelum melahirkan bayi
  • Rasa sakit di daerah antara vagina dan anus Mama
  • Rasa sakit di dalam atau di sekitar sayatan dan jahitan Mama
  • Ketidaknyamanan di leher, punggung, dan persendian
  • Rasa sakit akibat pembengkakan payudara

Jika merasakan rasa sakit di luar dari jenis-jenis nyeri yang umumnya dirasakan setelah melahirkan, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

4. Jika merasa kesulitan, beritahu suami atau orang terdekat

4. Jika merasa kesulitan, beritahu suami atau orang terdekat
Pexels.com/YanKrukov

Pastinya banyak ibu yang merasakan kesulitan setelah melahirkan. Yap, baby blues melanda sekitar 80 persen orang setelah melahirkan dan dapat menyebabkan Mama merasakan perasaan sedih, cemas, atau stres yang intens dalam 10 hingga 14 hari pertama pascapersalinan.

Namun, di luar 2 minggu pertama, jika Mama masih tidak merasa seperti diri sendiri, penting untuk mengevaluasi depresi pascapersalinan. Untuk itu, Mama bisa memberitahu kondisi tersebut kepada suami, orang terdekat, ataupun dokter untuk membantu Mama mengatasi hal tersebut.

5. Jangan lupa kontrol kehamilan selanjutnya, misal dengan gunakan alat kontrasepsi

5. Jangan lupa kontrol kehamilan selanjutnya, misal gunakan alat kontrasepsi
netdoctor.net

Setelah melahirkan, Mama bisa hamil lagi segera dalam 6 hingga 8 minggu setelah melahirkan. Untuk itu, jika tidak ingin hamil dalam waktu dekat kembali, Mama bisa konsultasikan kepada dokter terkait metode pencegahan kehamilan.

Berikut beberapa pilihan metode untuk pencegahan kehamilan, antara lain:

  • Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD)
  • Implan kontrasepsi
  • Suntikan KB
  • Kombinasi kontrasepsi hormonal
  • Kontrasepsi progestin
  • Sterilisasi
  • Atau bisa juga menggunakan kondom.

6. Jangan meremehkan kebutuhan Mama akan dukungan sosial setelah melahirkan

6. Jangan meremehkan kebutuhan Mama akan dukungan sosial setelah melahirkan
Pexels.com/RodnaeProduction

Berdasarkan penelitian terbaru, telah ditemukan bahwa dukungan sosial pada periode postpartum dapat membantu menurunkan tingkat depresi pascapersalinan.

Dengan semua tuntutan kehidupan bayi yang baru lahir, Mama mungkin merasa terisolasi dan kewalahan. Untuk itu, penting sekali dukungan sosial dari pasangan ataupun orang-orang terdekat Mama agar bisa menyesuaikan diri kembali pascapersalinan.

7. Jangan abaikan kebutuhan nutrisi untuk Mama yang baik bagi kesehatan Mama dan bayi

7. Jangan abaikan kebutuhan nutrisi Mama baik bagi kesehatan Mama bayi
Pixabay/HeVoLi

Meskipun menjaga bayi Mama agar tetap bergizi adalah fokus utama setelah melahirkan. Namun, jangan lupakan juga untuk memberikan nutrisi pada tubuh Mama sendiri demi kesehatan Mama dan juga bayi.

Terutama, jika Mama menyusui mama tubuh Mama juga membutuhkan antara 450 dan 500 kalori ekstra dalam sehari untuk mendukung produksi ASI. Nah, berikut beberapa cara untuk mendukung nutrisi Mama selama periode pascapersalinan meliputi:

  • Makan makanan utuh, seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak
  • Meminimalkan makanan ringan yang tinggi lemak jenuh dan gula tambahan
  • Konsumsi vitamin prenatal Mama (atau beralih ke vitamin postnatal)
  • Tetap terhidrasi dengan banyak minum air mineral.

Nah, itulah 7 hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh para ibu setelah melahirkan normal. Dengan mengikuti anjuran-anjuran yang diberikan, proses pemulihan pascapersalinan bisa lebih lancar dan tenang. Semoga informasi ini bisa membantu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.