Bolehkahkah Naik Motor setelah Tindakan Kuret? Ini Penjelasannya!

Penting nih ma! harus tau apa saja yang wajib dihindari pasca kuret

12 Oktober 2020

Bolehkahkah Naik Motor setelah Tindakan Kuret Ini Penjelasannya
freepik/tongcom

Keguguran menjadi momen yang sangat menyedihkan. Tidak ada yang menginginkan hal menyedihkan seperti ini terjadi.

Setelah mengalami keguguran, biasanya akan dilakukan kuret atau dalam bahasa medisnya disebut Dilation and Curettage.

Akan tetapi, kuret dilakukan jika keguguran yang dialami bukan keguguran total. Perlu dilakukan tindakan prosedur medis untuk membersihkan sisa jaringan janin yang masih tertinggal di dalam rahim.

Kuret dilakukan dibawah pengaruh biusan, jadi Mama tidak akan merasakan sakit ketika kuret dilakukan.

Setelah kuret dilakukan, Mama mungkin ingin segera bisa beraktivitas kembali. Begitupun dengan Mama yang terbiasa beraktivitas dengan kendaraan sepeda motor. Tapi bolehkah naik motor setelah kuret? Berikut ulasan yang berhasil Popmama.com rangkum:

Editors' Picks

1. Alasan melakukan kuret

1. Alasan melakukan kuret
freepik/user15145147

Kuret tidak hanya dilakukan setelah mengalami keguguran saja. Melakukan kuret bisa menjadi solusi untuk mengatasi beberapa penyakit. Perlu diagnosis dalam kondisi tertentu untuk melakukan kuret. Berikut diantaranya:

  • Ada gangguan dengan lapisan terdalam pada rahim (sel endometrium) yang ditemukan saat pemeriksaan kanker serviks atau dikenal dengan pap smear.

  • Perdarahan vagina saat sedang tidak menstruasi (perdarahan abnormal dari rahim).

  • Perdarahan setelah menopause.

Pada kondisi medis tertentu, kuret bisa untuk mengatasi perdarahan setelah melahirkan, membuang plasenta yang masih tersisa dalam rahim setelah melahirkan, dan membuang pertumbuhan jaringan tidak normal pada lapisan dinding rahim yang jinak.

2. Batasi aktivitas pasca kuret

2. Batasi aktivitas pasca kuret
Freepik

Mama sebaiknya tetap beristirahat setelah melakukan prosedur medis kuret. Pastikan Mama tidak melakukan aktivitas berat selama masa pemulihan.

Mama juga disarankan untuk tidak berkendara atau naik motor setelah kuret. Hal itu dapat membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama.

Mama juga akan mengalami rasa kurang nyaman di sekitar perut. Aktivitas harus dikurangi untuk membantu proses penyembuhan pasca kuret.

Selain itu, biasanya ada keluhan yang dirasakan setelah tindakan kuret. Misalnya rasa sakit punggung, mual, pusing, dan mengeluarkan bercak darah selama beberapa hari. Itulah mengapa Mama disarankan untuk membatasi aktivitas setelah melakukan kuret.

3. Lama waktu penyembuhan

3. Lama waktu penyembuhan
Pexels/Bruce Mars

Pasca melakukan kuret, dibutuhkan penyembuhan setelahnya. Ada beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari dalam proses penyembuhan. 

Prosedur penyembuhan setelah kuret tidak memakan waktu lama. Umumnya Mama hanya perlu untuk istirahat satu hingga dua hari untuk dapat beraktivitas normal kembali.

Akan tetapi, setiap orang memiliki waktu pemulihan yang berbeda. Ada yang hanya membutuhkan waktu sebentar, ada juga yang butuh waktu pemulihan lebih lama.

Agar proses pemulihan menjadi lebih cepat, Mama harus menghindari melakukan hubungan seksual untuk membuat leher rahim kembali ke ukuran normal atau sekitar dua minggu. Karena dinding rahim rentan untuk terinfeksi saat berhubungan seksual.

Membatasi aktivitas seperti mengangkat beban berat juga membantu pemulihan menjadi lebih cepat. 

Nah, itulah aturan mengenai keamanan naik motor setelah kuret. Jangan segan untuk berkonsultasi ke dokter pasca melakukan kuret. Penting untuk kontrol dengan dokter dan memastikan tidak terjadi infeksi pada leher rahim. Serta memastikan rahim kembali ke ukuran normal. Pastikan Mama istirahat dengan baik ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.