Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Hilary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya, Akui Terlalu Perfeksionis

Hilary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya, Akui Terlalu Perfeksionis
Instagram.com/hilaryduff
Intinya Sih
  • Hilary Duff terbuka soal perjuangannya menyusui, mengaku sempat terlalu perfeksionis dan merasa kecewa ketika kenyataan tidak sesuai ekspektasi sebagai seorang ibu.
  • Ia juga menceritakan tekanan emosional karena produksi ASI yang terbatas serta tantangan membagi waktu untuk anak-anaknya yang lain di tengah proses menyusui.
  • Pada akhirnya, Hilary memutuskan berhenti menyusui salah satu anaknya dan merasa lega setelah menerima pilihannya sendiri tanpa rasa bersalah berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mantan bintang Disney, Lizzie McGuire, Hilary Duff membagikan momen personalnya sebagai seorang Mama saat tampil di Podcast Call Her Daddy yang dipandu oleh Alex Cooper pada Rabu, (25/2/1016). Dalam podcast tersebut, Hilary Duff blak-blakan tentang kesulitan yang dialaminya saat menyusui anak-anaknya.

Ia menceritakan tantangan emosional yang sempat ia rasakan selama menjalani fase tersebut. Hilary mengungkapkan bahwa dulu ia sempat terlalu keras pada dirinya sendiri. Ia mengaku menaruh ekspektasi yang sangat tinggi saat menyusui, hingga merasa kecewa ketika kenyataan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Namun, dari pengalaman tersebut ia belajar banyak hal terutama menerima pilihan diri dan menikmati proses di masa tumbuh kembang anaknya. Dari kisah Hillary Duff selama masa menyusui ini bisa jadi refleksi bagi Mama. Berikut Popmama.com bagikan kisahnya yang dilasnir dari People, yuk, disimak!

Table of Content

1. Akui terlalu perfeksionis saat masa menyusui

1. Akui terlalu perfeksionis saat masa menyusui

Hillary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya Akui Terlalu Perfeksionis
Instagram.com/hilaryduff

Dalam podcast Podcast Call Her Daddy, Hilary mengaku masih sering menangis ketika mengingat masa-masa sulit menyusui, dan ketika ia tidak bisa memenuhi ekspektasinya sendiri sebagai seorang ibu.

Ia secara jujur mengakui bahwa dirinya pernah terlalu perfeksionis ketika menjalani masa menyusui dan merasa mampu memberikan yang terbaik untuk bayinya, terutama karena ia yang mengandung dan melahirkan mereka.

”Aku masih bisa menangis memikirkannya. Kamu ingin menjadi segalanya untuk anakmu karena kamu yang mengandung dan melahirkan mereka,” ujar Hilary Duff dikutip dari People.

Lebih lanjut, ia menceritakan sempat bersikeras untuk tetap memberikan ASI untuk putri bungsunya, Townes, yang tidak mengalami kenaikan berat badan.

” Ini terutama terjadi pada Townes, tapi, dia tidak mengalami kenaikan berat badan. Dan saya berusaha menyusuinya hampir sepanjang waktu. Saya iingin semuanya berjalan lancar, tapi tidak” lanjut Hilary.

2. Sempat membandingkan dirinya dengan ibu lain

Hillary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya Akui Terlalu Perfeksionis
Instagram.com/hilaryduff

Di tengah perjuangannya menyusui, Hilary Duff mengaku sempat membandingkan dirinya dengan ibu lain. Hal ini terjadi ketika ia melihat banyak konten di media sosial yang menampilkan momen menyusui terlihat mudah dan alami. Situasi tersebut sempat membuatnya merasa tidak cukup baik sebagai ibu.

” Kamu melihat video orang-orang menyusui bayinya di tempat umum dan semuanya terlihat sangat alami. Tapi kenyataannya, itu tidak seperti yang saya alami.”

Pengalaman ini membuat Hilary menyadari bahwa perjalanan menyusui setiap ibu berbeda, sehingga tidak selalu adil jika dibandingkan satu sama lain.

3. Setiap anak memberi pengalaman menyusui yang berbeda

Hillary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya Akui Terlalu Perfeksionis
Instagram.com/hilaryduff

Sebagai ibu dari empat anak, Hilary menyadari bahwa setiap anak membawa pengalaman menyusui yang tidak sama. Hilary Duff sendiri memiliki seorang putra bernama Luca Comrie, serta tiga putri, Banks Violet Bair, Mae James Bair dan putri bungsunya yang baru berusia 21 bulan, Townes Meadow Bair.

Hilary mengungkapkan bahwa pengalaman menyusui anak pertamanya terasa lebih mudah dibandingkan anak-anak berikutnya. ” Luca adalah anak yang paling sering saya susui. Rasanya dulu lebih mudah. Namun seiring waktu, setiap anak justru semakin jarang disusui,” ceritanya.  

Ia menyinggung peran Mama dalam merawat si Kecil sering kali terasa sangat besar, terutama dalam hal menyusui. Ia menilai bahwa secara alami perempuan memang dirancang untuk memberi makan dan merawat anak dari tubuhnya sendiri.

Menurutnya, kondisi inilah yang membuat banyak ibu merasakan tekanan emosional lebih besar selama masa menyusui, karena mereka merasa harus mampu menjalankan peran tersebut dengan sempurna.

4. Rasakan tekanan emosional karena produks ASI tidak melimpah dan tetap harus membagi waktu untuk anak-anak yang lain

Hillary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya Akui Terlalu Perfeksionis
Instagram.com/hilaryduff

Hilary juga terbuka tentang tekanan emosional yang ia rasakan karena merasa produksi ASI-nya tidak terlalu banyak. Hal ini membuatnya sempat merasa gagal memenuhi ekspektasi yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri sebagai ibu.

Ia pernah membagikan kisahnya pada podcast sebelumnya bersama Dr. Elliot Berlin dari Informed Pregnancy Podcast, bahwa ia bukanlah ibu yang dapat memproduksi ASI yang melimpah.

”Menurut saya, pengalaman menyusui Luca adalah yang paling mudah. Semua bayi saya sebenarnya bisa menyusu dengan sangat baik, hanya saja produksi ASI saya tidak terlalu banyak, sehingga hal itu cukup emosional bagi saya.”

Selain itu, Hilary juga harus membagi perhatian dengan anak-anaknya yang lain. Ia mengungkapkan bahwa proses menyusui sering kali menyita sebagian besar waktunya setiap hari, sehingga ia harus duduk dalam waktu lama untuk menyusui bayi, sementara anak-anak lainnya tetap membutuhkan kehadirannya.

5. Memutuskan untuk berhenti menyusui

Hillary Duff Ceritakan Masa Menyusui Anaknya Akui Terlalu Perfeksionis
Instagram.com/hilaryduff

Setelah melalui berbagai tantangan, pelantun lagu Mature tersebut akhirnya pernah memutuskan untuk berhenti menyusui salah satu anaknya. Keputusan tersebut ia bagikan secara terbuka melalui Instagram pada tahun 2019, karena menurutnya proses menghentikan ASI juga merupakan momen yang penuh emosional bagi banyak ibu.

Hilary menulis bahwa keputusan itu sempat membuatnya bimbang, tetapi akhirnya ia merasa lebih lega setelah melakukannya.

“Saya merasa baik-baik saja, bahagia, lega, bahkan sedikit bodoh karena terlalu memikirkannya sebelumnya.”

Ia juga menambahkan bahwa keputusan tersebut membuat putrinya tumbuh dengan baik dan memberinya lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.

Pengalaman Hilary Duff menunjukkan bahwa perjalanan menyusui setiap Mama tidak selalu berjalan mulus seperti yang terlihat dari luar.

Ada kalanya Mama merasa lelah, emosional, bahkan mempertanyakan diri sendiri ketika menghadapi berbagai tantangan selama masa menyusui. Sehingga, apapun keputusan Mama bukanlah hal yang salah maupun benar, namun yang terpenting adalah memberikan kasih sayang dan perhatian untuk si Kecil. Semangat, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More